Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kebutuhan Pangan Kawasan Penyangga IKN, Masih Bergantung pada Pasokan dari Luar Daerah

    Juli 16, 2026

    Persiapan Paskibraka Samarinda Terimbas Efisiensi, Fasilitas Latihan Dikurangi

    Juli 16, 2026

    Manalu Dorong BBM Subsidi Hanya untuk Kendaraan Taat Pajak dan Layak Jalan

    Juli 16, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Daerah»Masyarakat Diharap Cerdas Konsumsi Pangan dan Gunakan Kosmetik, Ini Kata Hetifah Sjaifudian
    Daerah

    Masyarakat Diharap Cerdas Konsumsi Pangan dan Gunakan Kosmetik, Ini Kata Hetifah Sjaifudian

    MartinusBy MartinusNovember 8, 201903 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter : Nada – Editor : Redaksi
    Insitekaltim, Samarinda – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui Balai Besar BPOM Pusat di Samarinda menggelar acara Komunikasi Informasi dan Edukasi Kosmetika Memenuhi Syarat dengan tajuk ‘Cerdas Mengkonsumsi Pangan dan Menggunakan Kosmetik’ di Gedung Bundar Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman Samarinda, Jum’at (08/11/2019).
    Acara ini dihadiri oleh Kepala Subid Pengawasan Keamanan dan Mutu Kosmetik BPOM RI Dra. Tita Nursjafrida MKM, Kepala BPOM Samarinda Drs. Leonard Duma, Apt, MM, dan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP.

    “Kita ingin masyarakat Kaltim sekarang menyiapkan diri sebagai SDM yang cerdas dalam berbagai hal. Tidak hanya mahasiswa saja, tetapi para ibu-ibu dan bapak-bapaknya juga,” ungkap Hetifah.
    Ia mengatakan, dengan begitu maka daya kritis masyarakat sudah bertumbuh dengan baik.
    “Harus membiasakan diri akan itu, terutama dalam kehidupan sehari-hari kita,” lanjutnya.
    Terkait acara, Hetifah menyampaikan bahwa saat ini kita berada dalam lifestyle baru yang sifatnya lebih konsumtif.
    “Mungkin pengeluaran kita sangat meningkat. Bahkan sekarang orang merasa sangat miskin jika tidak memiliki lipstick,” sambungnya.
    Dan hal tersebut, kata Hetifah juga berlaku bagi pria.
    “Iya ternyata kosmetik itu pengertiannya banyak. Dari deodorant yang biasanya dipakai oleh pria. Nah hal itu seperti sesuatu yang dulu tidak diperlukan sekarang menjadi kewajiban. Disinilah gunanya masyarakat kritis agar sesuatu yang benar-benar dibutuhkan bisa digunakan sesuai fungsinya,” jelas Hetifah.

    Disisi lain, ekonomi kreatif yang saat ini sedang didorongkan menjadi tempat bagi masyarakat untuk membuat sesuatu hal yang baru.
    Terkait itu, Hetifaf mengaku bahwa ia meminta kepada BPOM RI untuk menjelaskan fungsinya.
    “Obat-obatan tradisional seperti jamu dan lainnya merupakan sesuatu yang menarik, tapi tetap keamanan dan keselamatan publik harus dilindungi, masyarakat juga harus aktif. Jadi jangan sampai dirinya kreatif tapi ternyata kosmetik yang diproduksi membahayakan. Disisi lain konsumen juga harus memilih-milih, jangan sampai ingin yang murah tapi ternyata berbahaya,” katanya.

    Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda Drs. Leonard Duma, Apt, MM pun memberikan tanggapannya.
    Ia meminta kepada masyarakat untuk bisa menjadi konsumen yang cerdas.
    “Agar dapat melindungi diri dari produk pangan yang bersifat tidak baik kepada kesehatan. Keputusan membeli atau tidak membeli itu ada di diri sendiri. Dan jika ada menemukan berbagai penyimpangan, bisa segera melaporkan kepada kami langsung,” tuturnya.

    Kepala Subid Pengawasan Keamanan dan Mutu Kosmetik BPOM RI Dra. Tita Nursjafrida MKM berpesan agar masyarakat tidak mudah untuk diiming-imingi.
    “Kita memilih masyarakat tertentu untuk jadi agent of change dan itu langsung di wilayah mereka. Jangan sampai mudah dipengaruhi, itu yang kita harapkan,” tutupnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    Bawaslu Bontang Gandeng Media Perangi Hoaks dan Politik Uang Jelang Pemilu 2029

    Juli 15, 2026

    Kedekatan Helmi dan Budisatrio Jadi Jembatan Aspirasi Kaltim ke Senayan

    Juli 14, 2026

    Bangun Basis hingga 1.971 RT, Helmi Siapkan Mesin Gerindra Hadapi Pilwali Samarinda

    Juli 13, 2026

    Gerindra Dorong 70 Persen Dana Probebaya Dialihkan untuk Pelatihan Kerja Warga

    Juli 11, 2026

    Sindir Ketiadaan Beasiswa Pemkot, Anhar: Jadikan Dulu Wali Kota dari PDIP

    Juli 10, 2026

    Aturan Pusat Kaku, Fraksi PDI-P Kaltim Protes Daerah Dilarang Adakan Pupuk dan Alsintan

    Juli 9, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kebutuhan Pangan Kawasan Penyangga IKN, Masih Bergantung pada Pasokan dari Luar Daerah

    Nur AjijahJuli 16, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengaku, ketergantungan kawasan penyangga…

    Persiapan Paskibraka Samarinda Terimbas Efisiensi, Fasilitas Latihan Dikurangi

    Juli 16, 2026

    Manalu Dorong BBM Subsidi Hanya untuk Kendaraan Taat Pajak dan Layak Jalan

    Juli 16, 2026

    Mayoritas Jemaah Lansia, Istitha’ah Jadi Evaluasi Utama Haji 2026

    Juli 16, 2026

    Argentina Bangkit di Menit Akhir, Spanyol Menanti di Final

    Juli 16, 2026
    1 2 3 … 3,217 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.