Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Andi Harun Bongkar Pos Anggaran Rp98 Miliar, Dorong Efisiensi dan Integrasi Sistem Pemerintahan

    April 22, 2026

    Rp1,9 Miliar Digelontorkan, Pemkot Pastikan SMPN 2 Segera Normal Kembali

    April 22, 2026

    Kecelakaan Berulang, Dishub Samarinda Dorong Pemindahan Pergudangan ke Palaran

    April 22, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Daerah»Masyarakat Diharap Cerdas Konsumsi Pangan dan Gunakan Kosmetik, Ini Kata Hetifah Sjaifudian
    Daerah

    Masyarakat Diharap Cerdas Konsumsi Pangan dan Gunakan Kosmetik, Ini Kata Hetifah Sjaifudian

    MartinusBy MartinusNovember 8, 201903 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter : Nada – Editor : Redaksi
    Insitekaltim, Samarinda – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui Balai Besar BPOM Pusat di Samarinda menggelar acara Komunikasi Informasi dan Edukasi Kosmetika Memenuhi Syarat dengan tajuk ‘Cerdas Mengkonsumsi Pangan dan Menggunakan Kosmetik’ di Gedung Bundar Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman Samarinda, Jum’at (08/11/2019).
    Acara ini dihadiri oleh Kepala Subid Pengawasan Keamanan dan Mutu Kosmetik BPOM RI Dra. Tita Nursjafrida MKM, Kepala BPOM Samarinda Drs. Leonard Duma, Apt, MM, dan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP.

    “Kita ingin masyarakat Kaltim sekarang menyiapkan diri sebagai SDM yang cerdas dalam berbagai hal. Tidak hanya mahasiswa saja, tetapi para ibu-ibu dan bapak-bapaknya juga,” ungkap Hetifah.
    Ia mengatakan, dengan begitu maka daya kritis masyarakat sudah bertumbuh dengan baik.
    “Harus membiasakan diri akan itu, terutama dalam kehidupan sehari-hari kita,” lanjutnya.
    Terkait acara, Hetifah menyampaikan bahwa saat ini kita berada dalam lifestyle baru yang sifatnya lebih konsumtif.
    “Mungkin pengeluaran kita sangat meningkat. Bahkan sekarang orang merasa sangat miskin jika tidak memiliki lipstick,” sambungnya.
    Dan hal tersebut, kata Hetifah juga berlaku bagi pria.
    “Iya ternyata kosmetik itu pengertiannya banyak. Dari deodorant yang biasanya dipakai oleh pria. Nah hal itu seperti sesuatu yang dulu tidak diperlukan sekarang menjadi kewajiban. Disinilah gunanya masyarakat kritis agar sesuatu yang benar-benar dibutuhkan bisa digunakan sesuai fungsinya,” jelas Hetifah.

    Disisi lain, ekonomi kreatif yang saat ini sedang didorongkan menjadi tempat bagi masyarakat untuk membuat sesuatu hal yang baru.
    Terkait itu, Hetifaf mengaku bahwa ia meminta kepada BPOM RI untuk menjelaskan fungsinya.
    “Obat-obatan tradisional seperti jamu dan lainnya merupakan sesuatu yang menarik, tapi tetap keamanan dan keselamatan publik harus dilindungi, masyarakat juga harus aktif. Jadi jangan sampai dirinya kreatif tapi ternyata kosmetik yang diproduksi membahayakan. Disisi lain konsumen juga harus memilih-milih, jangan sampai ingin yang murah tapi ternyata berbahaya,” katanya.

    Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda Drs. Leonard Duma, Apt, MM pun memberikan tanggapannya.
    Ia meminta kepada masyarakat untuk bisa menjadi konsumen yang cerdas.
    “Agar dapat melindungi diri dari produk pangan yang bersifat tidak baik kepada kesehatan. Keputusan membeli atau tidak membeli itu ada di diri sendiri. Dan jika ada menemukan berbagai penyimpangan, bisa segera melaporkan kepada kami langsung,” tuturnya.

    Kepala Subid Pengawasan Keamanan dan Mutu Kosmetik BPOM RI Dra. Tita Nursjafrida MKM berpesan agar masyarakat tidak mudah untuk diiming-imingi.
    “Kita memilih masyarakat tertentu untuk jadi agent of change dan itu langsung di wilayah mereka. Jangan sampai mudah dipengaruhi, itu yang kita harapkan,” tutupnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    Evaluasi LKPj 2025, DPRD Samarinda Soroti PAD Belum Maksimal Meski Target Terlampaui

    April 22, 2026

    DPRD Kaltim Setujui Tuntutan, Ribuan Massa Lanjutkan Aksi ke Kantor Gubernur

    April 21, 2026

    DPRD Samarinda Dukung Pengolahan Sampah Jadi Energi, Soroti Lokasi dan Dampak Lingkungan

    April 20, 2026

    Kenaikan BBM Non-Subsidi Picu Efek Berantai, DPRD Samarinda Soroti Dampak ke Harga Kebutuhan

    April 20, 2026

    Krisis Guru Belum Usai, DPRD Samarinda Ungkap Dua Akar Masalah Utama

    April 20, 2026

    Cetak Tenaga Kerja Siap Pakai, Menaker Genjot Pelatihan Vokasi Nasional 2026

    April 20, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Andi Harun Bongkar Pos Anggaran Rp98 Miliar, Dorong Efisiensi dan Integrasi Sistem Pemerintahan

    Ratu ArifanzaApril 22, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun menekankan pentingnya efisiensi anggaran dan integrasi sistem…

    Rp1,9 Miliar Digelontorkan, Pemkot Pastikan SMPN 2 Segera Normal Kembali

    April 22, 2026

    Kecelakaan Berulang, Dishub Samarinda Dorong Pemindahan Pergudangan ke Palaran

    April 22, 2026

    DPRD Samarinda Dorong Kantong Parkir dan Sistem Elektronik untuk Atasi Jukir Liar

    April 22, 2026

    Parkir Berlangganan Dinilai Berpotensi Bebani Masyarakat, DPRD Samarinda Soroti Keadilan Kebijakan

    April 22, 2026
    1 2 3 … 3,067 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.