Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Tiga Rekrutan Baru Borneo FC dan Ambisi Menembus Empat Kompetisi Musim 2026/2027

    September 1, 2026

    Atasi Antrean Panjang, Dishub Samarinda Berlakukan Nomor Antre Solar Subsidi

    September 1, 2026

    Tetapkan Darurat Kekeringan di Samarinda, BPBD Waspadai Karhutla dan Ancaman ISPA

    September 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Daerah»Masyarakat Diharap Cerdas Konsumsi Pangan dan Gunakan Kosmetik, Ini Kata Hetifah Sjaifudian
    Daerah

    Masyarakat Diharap Cerdas Konsumsi Pangan dan Gunakan Kosmetik, Ini Kata Hetifah Sjaifudian

    MartinusBy MartinusNovember 8, 201903 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter : Nada – Editor : Redaksi
    Insitekaltim, Samarinda – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui Balai Besar BPOM Pusat di Samarinda menggelar acara Komunikasi Informasi dan Edukasi Kosmetika Memenuhi Syarat dengan tajuk ‘Cerdas Mengkonsumsi Pangan dan Menggunakan Kosmetik’ di Gedung Bundar Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman Samarinda, Jum’at (08/11/2019).
    Acara ini dihadiri oleh Kepala Subid Pengawasan Keamanan dan Mutu Kosmetik BPOM RI Dra. Tita Nursjafrida MKM, Kepala BPOM Samarinda Drs. Leonard Duma, Apt, MM, dan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP.

    “Kita ingin masyarakat Kaltim sekarang menyiapkan diri sebagai SDM yang cerdas dalam berbagai hal. Tidak hanya mahasiswa saja, tetapi para ibu-ibu dan bapak-bapaknya juga,” ungkap Hetifah.
    Ia mengatakan, dengan begitu maka daya kritis masyarakat sudah bertumbuh dengan baik.
    “Harus membiasakan diri akan itu, terutama dalam kehidupan sehari-hari kita,” lanjutnya.
    Terkait acara, Hetifah menyampaikan bahwa saat ini kita berada dalam lifestyle baru yang sifatnya lebih konsumtif.
    “Mungkin pengeluaran kita sangat meningkat. Bahkan sekarang orang merasa sangat miskin jika tidak memiliki lipstick,” sambungnya.
    Dan hal tersebut, kata Hetifah juga berlaku bagi pria.
    “Iya ternyata kosmetik itu pengertiannya banyak. Dari deodorant yang biasanya dipakai oleh pria. Nah hal itu seperti sesuatu yang dulu tidak diperlukan sekarang menjadi kewajiban. Disinilah gunanya masyarakat kritis agar sesuatu yang benar-benar dibutuhkan bisa digunakan sesuai fungsinya,” jelas Hetifah.

    Disisi lain, ekonomi kreatif yang saat ini sedang didorongkan menjadi tempat bagi masyarakat untuk membuat sesuatu hal yang baru.
    Terkait itu, Hetifaf mengaku bahwa ia meminta kepada BPOM RI untuk menjelaskan fungsinya.
    “Obat-obatan tradisional seperti jamu dan lainnya merupakan sesuatu yang menarik, tapi tetap keamanan dan keselamatan publik harus dilindungi, masyarakat juga harus aktif. Jadi jangan sampai dirinya kreatif tapi ternyata kosmetik yang diproduksi membahayakan. Disisi lain konsumen juga harus memilih-milih, jangan sampai ingin yang murah tapi ternyata berbahaya,” katanya.

    Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda Drs. Leonard Duma, Apt, MM pun memberikan tanggapannya.
    Ia meminta kepada masyarakat untuk bisa menjadi konsumen yang cerdas.
    “Agar dapat melindungi diri dari produk pangan yang bersifat tidak baik kepada kesehatan. Keputusan membeli atau tidak membeli itu ada di diri sendiri. Dan jika ada menemukan berbagai penyimpangan, bisa segera melaporkan kepada kami langsung,” tuturnya.

    Kepala Subid Pengawasan Keamanan dan Mutu Kosmetik BPOM RI Dra. Tita Nursjafrida MKM berpesan agar masyarakat tidak mudah untuk diiming-imingi.
    “Kita memilih masyarakat tertentu untuk jadi agent of change dan itu langsung di wilayah mereka. Jangan sampai mudah dipengaruhi, itu yang kita harapkan,” tutupnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    Antisipasi Kabut Asap, Ribuan Masker Dibagikan Gratis kepada Pelajar Samarinda

    September 1, 2026

    DPRD Kaltim Dukung DOB Benua Raya, Tapi Pemekaran Masih Butuh Kajian

    Agustus 31, 2026

    Hadapi Ancaman Karhutla, Celni Ingatkan Posko Relawan Jadi Garda Terdepan

    Agustus 31, 2026

    PDIP Dorong RUU Perampasan Aset Rampung, DPR Pasang Target 15 Desember

    Agustus 29, 2026

    DPRD Samarinda Dorong Plaza 21 Citra Niaga Jadi Kantong Parkir

    Agustus 29, 2026

    Bertahun-tahun Mengajar, 500 Guru di Kaltim Masih Tanpa SK Pengangkatan

    Agustus 28, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Tiga Rekrutan Baru Borneo FC dan Ambisi Menembus Empat Kompetisi Musim 2026/2027

    Ratu ArifanzaSeptember 1, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Borneo FC Samarinda terus mematangkan skuad untuk menghadapi musim kompetisi 2026/2027 yang…

    Atasi Antrean Panjang, Dishub Samarinda Berlakukan Nomor Antre Solar Subsidi

    September 1, 2026

    Tetapkan Darurat Kekeringan di Samarinda, BPBD Waspadai Karhutla dan Ancaman ISPA

    September 1, 2026

    Karhutla Samarinda Capai 127 Kejadian, Luas Lahan Terbakar Tembus 211 Hektare

    September 1, 2026

    Jukir Liar Menjamur di Sekitar Masjid Raya, Dishub Soroti Kebiasaan Parkir

    September 1, 2026
    1 2 3 … 3,313 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.