Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Jadi Kabar Positif Bagi Perkebunan Sawit Kaltim

    Agustus 23, 2026

    Tantangan 81K Ubah Kebiasaan ASN Samarinda, dari Jalan Mulai Bisa Lari

    Agustus 23, 2026

    Asap Karhutla Mengancam, Kasus ISPA Kaltim Tembus 216 Ribu

    Agustus 23, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Lonjakan Diabetes pada Usia Muda, Akibat Makanan Instan dan Kurang Gerak
    Kesehatan

    Lonjakan Diabetes pada Usia Muda, Akibat Makanan Instan dan Kurang Gerak

    Nur AjijahBy Nur AjijahJuni 16, 2026Updated:Juli 5, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi contoh makanan instan (foto by AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Remaja yang lebih banyak menghabiskan waktu, dengan aktivitas pasif dan kurang bergerak. Memiliki risiko lebih besar, mengalami gangguan metabolisme yang dapat berujung pada diabetes maupun hipertensi.

    Selain faktor pola makan, rendahnya aktivitas fisik juga menjadi perhatian.

    Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin mengatakan, perubahan pola konsumsi masyarakat menjadi salah satu faktor utama. Mendorong peningkatan kasus penyakit metabolik, pada usia produktif, bahkan anak-anak.

    Penyakit tidak menular seperti diabetes melitus dan hipertensi kini tidak lagi identik dengan kelompok usia lanjut.

    Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) mencatat, kedua penyakit tersebut mulai banyak ditemukan pada kelompok usia yang lebih muda.

    “Memang semakin menyasar usia muda. Salah satu penyebabnya karena kebutuhan pangan sekarang semakin instan,” ujar Jaya, di Samarinda, Senin, 15 Juni 2026.

    Menurutnya, kemudahan memperoleh makanan cepat saji membuat masyarakat semakin sering mengonsumsi makanan dengan kandungan garam, gula, dan lemak (GGL) yang tinggi.

    Pola konsumsi tersebut, berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular, apabila berlangsung dalam jangka panjang.

    Selain faktor pola makan, rendahnya aktivitas fisik juga menjadi perhatian.

    “Garam, gula, dan lemak semakin mudah didapat. Kemudian metabolisme tubuh, terutama pada anak-anak yang kurang gerak, juga menjadi faktor risiko meningkatnya penyakit,” katanya.

    Jaya menjelaskan, kombinasi antara pola makan tinggi kalori dan minim aktivitas fisik dapat memicu obesitas sejak usia dini. Kondisi tersebut menjadi pintu masuk bagi berbagai penyakit kronis yang sebelumnya lebih banyak ditemukan pada kelompok usia dewasa dan lanjut usia.

    Karena itu, Dinkes Kaltim mengimbau masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup sehat melalui konsumsi makanan bergizi seimbang, membatasi asupan gula, garam, dan lemak, serta meningkatkan aktivitas fisik secara rutin.

    Langkah pencegahan sejak dini dinilai penting untuk menekan peningkatan kasus diabetes dan hipertensi yang kini semakin banyak menyerang generasi muda.

     




    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    Asap Karhutla Mengancam, Kasus ISPA Kaltim Tembus 216 Ribu

    Agustus 23, 2026

    Festival Merah Putih Kaltim Sediakan CKG, Warga Untuk Periksa Kesehatan Dasar

    Agustus 22, 2026

    Cuaca Panas Mengintai, Dinkes Samarinda Ingatkan Warga Waspadai Heatstroke

    Agustus 20, 2026

    Kepesertaan KB di Samarinda Masih Rendah, Sri Puji Dorong Edukasi Sejak Calon Pengantin

    Agustus 20, 2026

    4.578 Pekerja Rentan Samarinda Sudah Terlindungi, Ribuan Lain Masih Menunggu Jaminan Sosial

    Agustus 19, 2026

    Emosi Ibu Berpengaruh pada Karakter Anak, Praktisi Hipnoterapi Ingatkan Pentingnya Kelola Perasaan

    Agustus 18, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Jadi Kabar Positif Bagi Perkebunan Sawit Kaltim

    Nur AjijahAgustus 23, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah menguatnya harga komoditas sawit dan meningkatnya permintaan pasar, jadi kabar positif…

    Tantangan 81K Ubah Kebiasaan ASN Samarinda, dari Jalan Mulai Bisa Lari

    Agustus 23, 2026

    Asap Karhutla Mengancam, Kasus ISPA Kaltim Tembus 216 Ribu

    Agustus 23, 2026

    Dipicu Unsur Kesengajaan, Karhutla Samarinda Capai 77 Kejadian, 104 Hektare Lahan Terbakar

    Agustus 23, 2026

    Semangat Kemerdekaan Tetap Meriah Meski Pemkot Lakukan Efisiensi

    Agustus 23, 2026
    1 2 3 … 3,293 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.