Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Tantangan 81K Ubah Kebiasaan ASN Samarinda, dari Jalan Mulai Bisa Lari

    Agustus 23, 2026

    Asap Karhutla Mengancam, Kasus ISPA Kaltim Tembus 216 Ribu

    Agustus 23, 2026

    Dipicu Unsur Kesengajaan, Karhutla Samarinda Capai 77 Kejadian, 104 Hektare Lahan Terbakar

    Agustus 23, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Dipicu Unsur Kesengajaan, Karhutla Samarinda Capai 77 Kejadian, 104 Hektare Lahan Terbakar
    Pemerintah

    Dipicu Unsur Kesengajaan, Karhutla Samarinda Capai 77 Kejadian, 104 Hektare Lahan Terbakar

    Nur AjijahBy Nur AjijahAgustus 23, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Peta Sebaran Karhutla di Kota Samarinda (Dok/BPBD Kota Samarinda)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala BPBD Samarinda, Suwarso, mengatakan, hasil penanganan dan identifikasi Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di lapangan menunjukkan, adanya dugaan kebakaran yang dipicu unsur kesengajaan.

    Dugaan tersebut muncul setelah sejumlah titik kembali terbakar. Meski sebelumnya, telah berhasil dipadamkan petugas.

    “Identifikasi dari BPBD yang melakukan penanganan di lapangan, ada dugaan-dugaan disengaja. Ada satu sampel yang kita ambil di wilayah tertentu, tim kita menangani kebakaran sampai jam 11 malam. Kemudian bisa kita padamkan, besok paginya kejadian lagi di daerah tersebut,” kata Suwarso.

    Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Samarinda hingga Agustus 2026 terus menjadi perhatian.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda mencatat, di Kota Samarinda hingga Agustus 2026 terus menjadi perhatian. Sekitar 61 hingga 77 kejadian karhutladengan total luas lahan terdampak mencapai kurang lebih 104,34 hektare.

    Menurutnya, pola kebakaran berulang di lokasi yang sama menjadi salah satu indikasi yang memperkuat dugaan tersebut. Bahkan, BPBD pernah menemukan kondisi lahan yang kembali terbakar setelah petugas bekerja hingga malam untuk memastikan api benar-benar padam.

    Suwarso mengaku kondisi tersebut cukup mengecewakan karena penanganan karhutla membutuhkan kerja keras tim gabungan. Dalam sehari, petugas bahkan dapat menghadapi beberapa titik kebakaran sekaligus.

    “Sehari kejadian bisa sampai empat titik. Walaupun memang ada juga yang karena alam, tapi kecil sekali,” ujarnya Minggu, 23 Agustus 2026.

    Ia menilai unsur kesengajaan diduga lebih dominan dibandingkan faktor alam dalam sejumlah kejadian karhutla yang ditangani BPBD Samarinda.

    Karena itu, BPBD mendorong adanya penegakan hukum yang lebih jelas terhadap pihak yang terbukti sengaja melakukan pembakaran lahan. Menurut Suwarso, ancaman pidana terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan telah diatur dalam ketentuan hukum yang berlaku.

    Namun, ia menyebut mekanisme penegakan hukum masih perlu diperkuat agar dapat diterapkan secara tepat terhadap berbagai pola pembakaran yang terjadi di lapangan.

    Selain persoalan hukum, Suwarso menyoroti dampak pembakaran terhadap kualitas udara dan lingkungan sekitar. Menurutnya, aktivitas pembakaran tidak hanya berdampak pada pemilik lahan, tetapi juga dapat merugikan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

    “Namanya pembakaran itu pasti berdampak kepada kualitas udara. Banyak yang dirugikan,” tegasnya.

    Ia juga mengingatkan, potensi kebakaran meluas ketika pembakaran dilakukan dalam skala kecil, terutama pada kondisi cuaca kering. Api yang awalnya hanya membakar satu atau dua petak lahan dapat dengan cepat merambat ketika bertemu rumput kering dan tertiup angin.

    “Ketika sudah dimakan api, rumputnya sudah kering, dibawa hembusan angin, kalau sudah tidak sanggup lagi mengendalikan pasti ditinggal lari. Itu yang terjadi,” jelasnya.

    Kondisi tersebut kemudian membuat petugas pemadam kebakaran dan BPBD harus bekerja lebih keras untuk mengendalikan api agar tidak merambat ke kawasan lain maupun permukiman warga.

    Suwarso menilai kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah meluasnya karhutla, terlebih kondisi cuaca saat ini cukup sensitif terhadap munculnya kebakaran.

    Ia meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan mempertimbangkan dampak yang dapat ditimbulkan terhadap lingkungan serta warga sekitar.

    “Sebagai makhluk sosial harusnya peduli juga dengan lingkungan sekitarnya, dengan tetangga,” katanya.

    Dengan jumlah kejadian yang terus bertambah dan luas lahan terdampak mencapai lebih dari 100 hektare.

    BPBD Samarinda mengingatkan, masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Pencegahan dinilai jauh lebih efektif dibandingkan harus melakukan pemadaman setelah api telanjur meluas.

     

    BPBD Samarinda karhutla Suwarso
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    Asap Karhutla Mengancam, Kasus ISPA Kaltim Tembus 216 Ribu

    Agustus 23, 2026

    Semangat Kemerdekaan Tetap Meriah Meski Pemkot Lakukan Efisiensi

    Agustus 23, 2026

    Andy Ariefin Ungkap Kunci Hadapi Kegagalan: Ikhlas Tanpa Tepi, Sabar Tanpa Tapi

    Agustus 23, 2026

    TVRI Kaltim Didorong Jadi Wadah Kreativitas dan Inovasi Anak Muda

    Agustus 23, 2026

    Cek Kondisi Karhutla, Prabowo Turun Langsung ke Kubu Raya

    Agustus 23, 2026

    Seno Aji Dorong Gratispol Pendidikan Kaltim Jadi Program Nasional

    Agustus 22, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Tantangan 81K Ubah Kebiasaan ASN Samarinda, dari Jalan Mulai Bisa Lari

    R’syaAgustus 23, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Tantangan lari virtual sejauh 81 kilometer mulai mengubah kebiasaan aktivitas fisik para…

    Asap Karhutla Mengancam, Kasus ISPA Kaltim Tembus 216 Ribu

    Agustus 23, 2026

    Dipicu Unsur Kesengajaan, Karhutla Samarinda Capai 77 Kejadian, 104 Hektare Lahan Terbakar

    Agustus 23, 2026

    Semangat Kemerdekaan Tetap Meriah Meski Pemkot Lakukan Efisiensi

    Agustus 23, 2026

    Andy Ariefin Ungkap Kunci Hadapi Kegagalan: Ikhlas Tanpa Tepi, Sabar Tanpa Tapi

    Agustus 23, 2026
    1 2 3 … 3,293 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.