Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Rumah Makan Kenari, Tempat Singgah Nyaman di Jalur Samarinda-Bontang

    September 27, 2026

    SMAN 3 Kota Bangun Rusak Diterjang Angin, Disdikbud Kaltim Segera Turunkan Tim

    September 27, 2026

    Pendekatan Persuasif dan Etika Ruang Publik dalam Hubungan Perokok dan Konseling Kesehatan

    September 27, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Longsor di Keledang Mas, Warga Harapkan Solusi
    Samarinda

    Longsor di Keledang Mas, Warga Harapkan Solusi

    LarasBy LarasJanuari 19, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Tampak depan rumah yang retak akibat pergeseran tanah di Perum Sungai Keledang Mas, Samarinda Seberang
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Peristiwa tanah longsor yang melanda Perumahan Sungai Keledang Mas Baru, Samarinda Seberang, sejak Mei 2023, terus menyisakan persoalan besar.

    Kerusakan akibat pergerakan tanah, yang merusak rumah-rumah warga di blok BS dan BW, kini menjadi tantangan bagi pemerintah dan pengembang dalam menemukan solusi terbaik.

    Camat Samarinda Seberang Aditya Koesprayogi menjelaskan bahwa longsor terjadi akibat pergerakan tanah di bawah permukaan, diduga dipicu oleh keretakan pada perbukitan milik PT Bumi Samarinda Damai (BSD).

    Retakan ini menyebabkan sebagian tanah terangkat mengancam struktur rumah warga.

    Upaya relokasi yang sempat ditawarkan oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) ditolak oleh warga. Jarak lokasi relokasi yang direncanakan di Palaran dianggap terlalu jauh dan kurang strategis.

    Warga memilih bertahan dengan harapan pemerintah dan pengembang dapat menghadirkan solusi infrastruktur yang lebih efektif.

    “Warga merasa relokasi bukan opsi yang realistis. Sebagian besar sudah nyaman tinggal di sini, dan membangun dinding penahan tanah dianggap lebih sesuai dengan kebutuhan mereka,” jelas Aditya, Minggu, 19 Januari 2025.

    Pemerintah dan pengembang sepakat mempertimbangkan pembangunan dinding penahan tanah sedalam 6-7 meter sebagai solusi.

    Namun, pelaksanaannya masih terganjal studi kelayakan yang tengah dilakukan konsultan rekomendasi BPBD.

    Di sisi lain, PT BSD selaku pemilik bukit mengaku mengalami kendala keuangan untuk merealisasikan proyek ini secara mandiri.

    Hingga saat ini, pemangkasan bukit untuk mengalihkan aliran air menjadi upaya utama mereka guna mencegah longsor lebih lanjut.

    Menurut Plt Kepala Seksi KLH Kecamatan Samarinda Seberang Nurmiyati, jumlah rumah terdampak longsor telah meningkat dari 5 menjadi 20 rumah akibat pergerakan tanah yang terus berlanjut.

    Hal ini menambah kompleksitas penanganan, terutama karena sebagian lahan yang terdampak merupakan milik perseorangan, selain milik PT BSD.

    “Proses hibah lahan dari pengembang masih menunggu kepastian luas yang akan diserahkan, sementara kami terus mengkaji opsi terbaik bagi keselamatan warga,” ungkap Nurmiyati.

    Meski beberapa warga terdampak sempat menerima subsidi sewa rumah dari pemerintah dan pengembang, bantuan ini bersifat sementara.

    Kajian geologi yang masih berlangsung diharapkan memberikan solusi permanen terhadap persoalan ini.

    “Mau rumah sebagus apapun, kalau membahayakan tetap percuma. Keselamatan warga adalah prioritas kami,” tegas Aditya.

    Dengan kondisi yang belum stabil, pemerintah meminta warga untuk tetap waspada dan bersabar menunggu langkah strategis yang akan diambil berdasarkan hasil kajian geologi.

    Aditya Koesprayogi Longsor Samarinda Seberang
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Api Kembali Muncul di Talang Sari, Diduga Masih Ada Bara Batubara di Dalam Tanah

    September 25, 2026

    Hadapi Persaingan Media, Infosatu.co dan Insitekaltim Kembali Terverifikasi Dewan Pers

    September 25, 2026

    Sodetan KM 2 Loa Janan Ulu Terancam Timbulkan Masalah Baru, Sungai Penerima Belum Ditangani

    September 23, 2026

    Sengketa Lahan di Samarinda Seberang, Dokumen Era 1990-an Kembali Dipersoalkan

    September 16, 2026

    Karhutla Samarinda Tembus 273 Hektare, DPRD Dorong Gerak Cepat Hadapi Ancaman El Nino

    September 15, 2026

    Warga Resah Pemadaman Listrik Bergilir Kembali Terjadi di Samarinda

    September 14, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Rumah Makan Kenari, Tempat Singgah Nyaman di Jalur Samarinda-Bontang

    Ratu ArifanzaSeptember 27, 2026

    Insitekaltim, Kukar – Perjalanan darat dari Samarinda menuju Bontang atau sebaliknya kerap membutuhkan tempat untuk…

    SMAN 3 Kota Bangun Rusak Diterjang Angin, Disdikbud Kaltim Segera Turunkan Tim

    September 27, 2026

    Pendekatan Persuasif dan Etika Ruang Publik dalam Hubungan Perokok dan Konseling Kesehatan

    September 27, 2026

    Jangan Anggap Sepele Kalau Ngorok Terjadi Hampir Setiap Malam

    September 27, 2026

    Dugaan Guide Wire Tertinggal di Jantung, Keluarga Pasien Desak RSUD AWS Bertanggung Jawab

    September 26, 2026
    1 2 3 … 3,366 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.