Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Polda Kaltim Luncurkan URC Reserse, Respons Laporan Kejahatan 24 Jam

    Agustus 13, 2026

    Tegaskan HIV/AIDS Isu Kesehatan Masyarakat, IAC Minta Perda Baru Bebas Stigma dan Diskriminasi

    Agustus 13, 2026

    Guru Masih Kurang 500 Orang, Disdikbud Samarinda Prioritaskan Perbaikan Sarpras Sekolah

    Agustus 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Longsor di Keledang Mas, Warga Harapkan Solusi
    Samarinda

    Longsor di Keledang Mas, Warga Harapkan Solusi

    LarasBy LarasJanuari 19, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Tampak depan rumah yang retak akibat pergeseran tanah di Perum Sungai Keledang Mas, Samarinda Seberang
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Peristiwa tanah longsor yang melanda Perumahan Sungai Keledang Mas Baru, Samarinda Seberang, sejak Mei 2023, terus menyisakan persoalan besar.

    Kerusakan akibat pergerakan tanah, yang merusak rumah-rumah warga di blok BS dan BW, kini menjadi tantangan bagi pemerintah dan pengembang dalam menemukan solusi terbaik.

    Camat Samarinda Seberang Aditya Koesprayogi menjelaskan bahwa longsor terjadi akibat pergerakan tanah di bawah permukaan, diduga dipicu oleh keretakan pada perbukitan milik PT Bumi Samarinda Damai (BSD).

    Retakan ini menyebabkan sebagian tanah terangkat mengancam struktur rumah warga.

    Upaya relokasi yang sempat ditawarkan oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) ditolak oleh warga. Jarak lokasi relokasi yang direncanakan di Palaran dianggap terlalu jauh dan kurang strategis.

    Warga memilih bertahan dengan harapan pemerintah dan pengembang dapat menghadirkan solusi infrastruktur yang lebih efektif.

    “Warga merasa relokasi bukan opsi yang realistis. Sebagian besar sudah nyaman tinggal di sini, dan membangun dinding penahan tanah dianggap lebih sesuai dengan kebutuhan mereka,” jelas Aditya, Minggu, 19 Januari 2025.

    Pemerintah dan pengembang sepakat mempertimbangkan pembangunan dinding penahan tanah sedalam 6-7 meter sebagai solusi.

    Namun, pelaksanaannya masih terganjal studi kelayakan yang tengah dilakukan konsultan rekomendasi BPBD.

    Di sisi lain, PT BSD selaku pemilik bukit mengaku mengalami kendala keuangan untuk merealisasikan proyek ini secara mandiri.

    Hingga saat ini, pemangkasan bukit untuk mengalihkan aliran air menjadi upaya utama mereka guna mencegah longsor lebih lanjut.

    Menurut Plt Kepala Seksi KLH Kecamatan Samarinda Seberang Nurmiyati, jumlah rumah terdampak longsor telah meningkat dari 5 menjadi 20 rumah akibat pergerakan tanah yang terus berlanjut.

    Hal ini menambah kompleksitas penanganan, terutama karena sebagian lahan yang terdampak merupakan milik perseorangan, selain milik PT BSD.

    “Proses hibah lahan dari pengembang masih menunggu kepastian luas yang akan diserahkan, sementara kami terus mengkaji opsi terbaik bagi keselamatan warga,” ungkap Nurmiyati.

    Meski beberapa warga terdampak sempat menerima subsidi sewa rumah dari pemerintah dan pengembang, bantuan ini bersifat sementara.

    Kajian geologi yang masih berlangsung diharapkan memberikan solusi permanen terhadap persoalan ini.

    “Mau rumah sebagus apapun, kalau membahayakan tetap percuma. Keselamatan warga adalah prioritas kami,” tegas Aditya.

    Dengan kondisi yang belum stabil, pemerintah meminta warga untuk tetap waspada dan bersabar menunggu langkah strategis yang akan diambil berdasarkan hasil kajian geologi.

    Aditya Koesprayogi Longsor Samarinda Seberang
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Sungai Mahakam Hadapi Masalah Alur hingga Tata Kelola, Pengelolaan Terpadu Dinilai Mendesak

    Agustus 7, 2026

    150 Anak Jadi Tersangka Narkoba dalam 10 Bulan, BNN Dorong Penguatan Rehabilitasi

    Juli 20, 2026

    Rooftop Pasar Pagi Bakal Jadi Kafe Panorama Sungai Mahakam

    Juli 19, 2026

    42 Calon Paskibraka Samarinda Digembleng Disiplin, Integritas, dan Jiwa Bela Negara

    Juli 17, 2026

    Kemiskinan Samarinda Turun, Serapan Anggaran Dinsos Baru 31 Persen

    Juli 15, 2026

    BUMRT Bakal Kelola Kandang Anti Bau, Varia Niaga Siapkan Model Bisnis dan Pendampingan

    Juli 14, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Polda Kaltim Luncurkan URC Reserse, Respons Laporan Kejahatan 24 Jam

    Andika SaputraAgustus 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) meluncurkan Unit Reaksi Cepat (URC) jajaran…

    Tegaskan HIV/AIDS Isu Kesehatan Masyarakat, IAC Minta Perda Baru Bebas Stigma dan Diskriminasi

    Agustus 13, 2026

    Guru Masih Kurang 500 Orang, Disdikbud Samarinda Prioritaskan Perbaikan Sarpras Sekolah

    Agustus 13, 2026

    Penjangkauan HIV di Samarinda Makin Sulit, PKBI Soroti Pemangkasan Anggaran dan Penolakan Sosial

    Agustus 13, 2026

    Capaian SPM HIV Samarinda Tembus 99,8 Persen, Dinkes Ungkap Rahasianya

    Agustus 13, 2026
    1 2 3 … 3,276 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.