Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kasus TBC dan HIV di Samarinda Terus Meningkat, Penanganan Kesehatan Masih Jadi Tantangan

    Juni 6, 2026

    Naik Tipis Dipicu Tarif Angkutan Udara dan BBM, Inflasi Kaltim Mei 2026 Masih Terkendali

    Juni 6, 2026

    Nilai Matematika Nasional Merosot, Novan Soroti Krisis Guru dan Kebijakan Pusat

    Juni 6, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Politik»Krisis Guru Belum Usai, DPRD Samarinda Ungkap Dua Akar Masalah Utama
    Politik

    Krisis Guru Belum Usai, DPRD Samarinda Ungkap Dua Akar Masalah Utama

    Andika SaputraBy Andika SaputraApril 20, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Mohammad Novan Syahronny Pasie Saat menyampaiakn pendapat terkait kondisi kekurangan guru di Samarinda (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Keterbatasan tenaga pendidik di Kota Samarinda hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda menilai persoalan ini bukan sekadar isu daerah, melainkan bagian dari problem nasional yang terus berulang.

    Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Mohammad Novan Syahronny Pasie mengatakan, kekurangan guru terjadi karena dua faktor utama, yakni keterbatasan pemenuhan kompetensi dan mekanisme rekrutmen yang ketat.

    “Ini persoalan klasik yang tidak hanya terjadi di Samarinda, tetapi juga di banyak daerah lain,” ujarnya, Senin 20 April 2026.

    Ia menjelaskan pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan penuh dalam proses perekrutan tenaga pendidik. Seluruh tahapan, khususnya untuk skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), harus melalui prosedur yang melibatkan pemerintah pusat, termasuk pelaporan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).

    Kondisi tersebut membuat proses pemenuhan kebutuhan guru tidak bisa dilakukan secara cepat meskipun kemampuan anggaran daerah dinilai mencukupi.

    “Secara fiskal kita mampu, tapi rekrutmen tetap harus mengikuti aturan yang berlaku,” jelasnya.

    Di sisi lain, standar kompetensi juga menjadi tantangan tersendiri. Tidak semua tenaga yang tersedia dapat langsung diangkat menjadi guru tanpa melalui proses seleksi dan pemenuhan kualifikasi.

    Menanggapi hal tersebut DPRD bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mencoba menyusun langkah alternatif.

    Salah satunya dengan memanfaatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain yang memiliki latar belakang pendidikan sesuai untuk dialihkan menjadi tenaga pendidik.

    Selain itu peningkatan kapasitas bagi tenaga PPPK juga terus didorong agar mampu memenuhi standar sebagai guru.

    “Kita maksimalkan potensi yang ada, termasuk meningkatkan kompetensi PPPK,” katanya.

    Meski sebelumnya telah dilakukan penambahan sekitar 200 tenaga guru jumlah tersebut dinilai masih jauh dari kebutuhan ideal. Perekrutan yang dilakukan lebih banyak untuk menggantikan guru yang memasuki masa pensiun.

    “Artinya kebutuhan riil di lapangan masih belum terpenuhi,” ungkapnya.

    DPRD berharap ke depan ada kebijakan yang lebih adaptif, sehingga proses pemenuhan tenaga pendidik dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran, demi menjamin kualitas pendidikan di daerah tetap terjaga.

    BKN Krisis Guru Mohammad Novan Syahronny Pasie Pemkot Samarinda PPPK
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Nilai Matematika Nasional Merosot, Novan Soroti Krisis Guru dan Kebijakan Pusat

    Juni 6, 2026

    RSUD Kewalahan Tampung Pasien TBC dan HIV, DPRD Samarinda Minta RS Swasta Jangan Lepas Tangan

    Juni 5, 2026

    Dapat Dukungan 10 DPC, Bambang Soepriyadi Kembalikan Berkas Calon Ketua Demokrat Kaltim

    Juni 5, 2026

    Bitung Jadikan Samarinda Rujukan Pengelolaan Perumda Air Minum

    Juni 5, 2026

    FX Yapan Gabung PSI, Tokoh Senior Kutai Barat Tambah Kekuatan Baru Partai

    Juni 4, 2026

    Wacana Maju Pilkada Samarinda, Helmi: Sebagai Prajurit Partai Saya Siap

    Juni 3, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kasus TBC dan HIV di Samarinda Terus Meningkat, Penanganan Kesehatan Masih Jadi Tantangan

    Nur AjijahJuni 6, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kasus tuberkulosis (TBC) dan HIV/AIDS di Kota Samarinda menunjukkan tren meningkat. Seiring bertambahnya,…

    Naik Tipis Dipicu Tarif Angkutan Udara dan BBM, Inflasi Kaltim Mei 2026 Masih Terkendali

    Juni 6, 2026

    Nilai Matematika Nasional Merosot, Novan Soroti Krisis Guru dan Kebijakan Pusat

    Juni 6, 2026

    Raperda TBC-HIV Perkuat Pencegahan hingga Akar Rumput

    Juni 6, 2026

    Kasus TBC-HIV Meningkat, DPRD Samarinda Desak Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Penanganan

    Juni 6, 2026
    1 2 3 … 3,125 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.