Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Bukan Kekurangan Anggaran, Ini Alasan Insentif Guru Samarinda Terlambat Dibayar

    September 9, 2026

    Hadapi Eskalasi Karhutla, Pemkot Siagakan Damkar dengan Response Time 10 Menit

    September 9, 2026

    Usai Pemadaman Karhutla, Kualitas Udara dan ISPU PM2.5 Turun ke Kategori Sedang

    September 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Andi Harun Bantah Jembatan Mahkota II Gelap karena Tak Ada Anggaran, Kabel Dicuri Saat APBD Berjalan
    Pemerintah

    Andi Harun Bantah Jembatan Mahkota II Gelap karena Tak Ada Anggaran, Kabel Dicuri Saat APBD Berjalan

    AminahBy AminahJuli 22, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wali Kota Samarinda Andi Harun didampingi Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Polemik penyebab padamnya lampu penerangan di Jembatan Achmad Amins (Mahkota II) memunculkan penjelasan berbeda dari Pemerintah Kota Samarinda. Wali Kota Samarinda Andi Harun membantah anggapan bahwa kondisi jembatan yang gelap disebabkan keterbatasan anggaran.

    Padamnya lampu sejak Januari 2026 dipicu pencurian kabel utilitas penerangan yang terjadi ketika APBD 2026 sudah berjalan. Kondisi itu membuat pemerintah tidak bisa serta-merta mengalokasikan anggaran baru di luar mekanisme yang berlaku.

    “Padamnya lampu di Jembatan Achmad Amins bukan karena kekurangan anggaran, melainkan karena utilitasnya dicuri. Persoalannya, pencurian itu terjadi ketika APBD sudah berjalan,” kata Andi Harun, Selasa, 21 Juli 2026.

    Penggantian jaringan penerangan harus menunggu proses penganggaran berikutnya karena pengadaan baru tidak dapat dilakukan di tengah tahun anggaran tanpa mekanisme yang sesuai.

    “Jadi nanti penganggarannya dilakukan kembali. Kita tidak bisa serta-merta mengeluarkan anggaran tambahan di tengah APBD yang sedang berjalan. Jadi persoalannya bukan karena tidak ada anggaran,” ujarnya.

    Pernyataan itu sekaligus merespons komentar Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud yang sebelumnya menyebut kondisi gelap di Jembatan Mahkota II berkaitan dengan keterbatasan anggaran pemerintah daerah.

    Andi menegaskan pelaku pencurian kabel telah ditangkap dan sedang menjalani proses hukum. Namun kabel yang dicuri telah dijual sehingga tidak dapat dipasang kembali.

    Kasus pencurian tersebut, lanjutnya, bukan kali pertama menimpa fasilitas umum di Samarinda. Beberapa utilitas di kawasan Pasar Segiri hingga Jalan Pahlawan juga pernah menjadi sasaran aksi serupa.

    Karena itu, ia mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik agar kerusakan akibat vandalisme maupun pencurian tidak terus berulang.

    Di sisi lain, Andi menyatakan Pemkot Samarinda terbuka apabila Pemerintah Provinsi Kaltim ingin membantu mempercepat pemulihan penerangan di Jembatan Mahkota II.

    “Apabila Pak Gubernur berkenan membantu Samarinda, kami tentu mengucapkan terima kasih. Berarti beliau sudah mengetahui kondisi dan persoalan yang dihadapi Samarinda,” katanya.

    Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda Hotmarulitua Manalu memastikan, pemkot telah menyiapkan pagu sekitar Rp900 juta untuk memulihkan lampu penerangan jalan di Jembatan Mahkota II. Saat ini, perbaikan masih berada pada tahap persiapan lelang.

    Anggaran tersebut difokuskan untuk mengembalikan fungsi lampu penerangan jalan, sedangkan lampu dekoratif belum menjadi prioritas.

    Sejak kabel instalasi dicuri pada Januari 2026, seluruh lampu di sepanjang jembatan padam sehingga memicu keluhan pengguna jalan karena berkurangnya jarak pandang dan meningkatnya potensi kecelakaan pada malam hari.

     

    Andi Harun Jembatan Mahkota 2 Samarinda Pemkot Samarinda Wali Kota Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Bukan Kekurangan Anggaran, Ini Alasan Insentif Guru Samarinda Terlambat Dibayar

    September 9, 2026

    Hadapi Eskalasi Karhutla, Pemkot Siagakan Damkar dengan Response Time 10 Menit

    September 9, 2026

    Usai Pemadaman Karhutla, Kualitas Udara dan ISPU PM2.5 Turun ke Kategori Sedang

    September 9, 2026

    Pemkot Samarinda Perketat Pengawasan Pematangan Lahan hingga Tingkat RT

    September 9, 2026

    TPT Kaltim Turun Tipis, Pengangguran Tertinggi Didominasi Lulusan SMP

    September 9, 2026

    BNPB Siapkan Helikopter Waterbombing, 176 Karhutla Terjadi di Samarinda

    September 8, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Bukan Kekurangan Anggaran, Ini Alasan Insentif Guru Samarinda Terlambat Dibayar

    R’syaSeptember 9, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun memastikan insentif guru triwulan II yang belum…

    Hadapi Eskalasi Karhutla, Pemkot Siagakan Damkar dengan Response Time 10 Menit

    September 9, 2026

    Usai Pemadaman Karhutla, Kualitas Udara dan ISPU PM2.5 Turun ke Kategori Sedang

    September 9, 2026

    MTQN Jadi Ajang Penguatan Pendidikan Al-Qur’an, Kaltim Siap Tampilkan Generasi Berprestasi dan Berakhlak

    September 9, 2026

    Pemkot Samarinda Perketat Pengawasan Pematangan Lahan hingga Tingkat RT

    September 9, 2026
    1 2 3 … 3,330 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.