Insitekaltim, Samarinda – Polemik penyebab padamnya lampu penerangan di Jembatan Achmad Amins (Mahkota II) memunculkan penjelasan berbeda dari Pemerintah Kota Samarinda. Wali Kota Samarinda Andi Harun membantah anggapan bahwa kondisi jembatan yang gelap disebabkan keterbatasan anggaran.
Padamnya lampu sejak Januari 2026 dipicu pencurian kabel utilitas penerangan yang terjadi ketika APBD 2026 sudah berjalan. Kondisi itu membuat pemerintah tidak bisa serta-merta mengalokasikan anggaran baru di luar mekanisme yang berlaku.
“Padamnya lampu di Jembatan Achmad Amins bukan karena kekurangan anggaran, melainkan karena utilitasnya dicuri. Persoalannya, pencurian itu terjadi ketika APBD sudah berjalan,” kata Andi Harun, Selasa, 21 Juli 2026.
Penggantian jaringan penerangan harus menunggu proses penganggaran berikutnya karena pengadaan baru tidak dapat dilakukan di tengah tahun anggaran tanpa mekanisme yang sesuai.
“Jadi nanti penganggarannya dilakukan kembali. Kita tidak bisa serta-merta mengeluarkan anggaran tambahan di tengah APBD yang sedang berjalan. Jadi persoalannya bukan karena tidak ada anggaran,” ujarnya.
Pernyataan itu sekaligus merespons komentar Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud yang sebelumnya menyebut kondisi gelap di Jembatan Mahkota II berkaitan dengan keterbatasan anggaran pemerintah daerah.
Andi menegaskan pelaku pencurian kabel telah ditangkap dan sedang menjalani proses hukum. Namun kabel yang dicuri telah dijual sehingga tidak dapat dipasang kembali.
Kasus pencurian tersebut, lanjutnya, bukan kali pertama menimpa fasilitas umum di Samarinda. Beberapa utilitas di kawasan Pasar Segiri hingga Jalan Pahlawan juga pernah menjadi sasaran aksi serupa.
Karena itu, ia mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik agar kerusakan akibat vandalisme maupun pencurian tidak terus berulang.
Di sisi lain, Andi menyatakan Pemkot Samarinda terbuka apabila Pemerintah Provinsi Kaltim ingin membantu mempercepat pemulihan penerangan di Jembatan Mahkota II.
“Apabila Pak Gubernur berkenan membantu Samarinda, kami tentu mengucapkan terima kasih. Berarti beliau sudah mengetahui kondisi dan persoalan yang dihadapi Samarinda,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda Hotmarulitua Manalu memastikan, pemkot telah menyiapkan pagu sekitar Rp900 juta untuk memulihkan lampu penerangan jalan di Jembatan Mahkota II. Saat ini, perbaikan masih berada pada tahap persiapan lelang.
Anggaran tersebut difokuskan untuk mengembalikan fungsi lampu penerangan jalan, sedangkan lampu dekoratif belum menjadi prioritas.
Sejak kabel instalasi dicuri pada Januari 2026, seluruh lampu di sepanjang jembatan padam sehingga memicu keluhan pengguna jalan karena berkurangnya jarak pandang dan meningkatnya potensi kecelakaan pada malam hari.

