Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Soft Launch Relationship, Cara Anak Muda Menjaga Privasi di Media Sosial

    July 25, 2026

    Lewat Drag Bike, Seno Aji Ingin Balap Liar Beralih ke Lintasan Resmi

    July 25, 2026

    Kubar Kurang 49 Guru PAI, DPRD Minta Kejelasan Kewenangan

    July 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Kasus Dugaan Malapraktik di AWS Jadi Ujian Kepercayaan Publik, Dewas Turun Evaluasi
    Kesehatan

    Kasus Dugaan Malapraktik di AWS Jadi Ujian Kepercayaan Publik, Dewas Turun Evaluasi

    SittiBy SittiJune 1, 2026Updated:July 2, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: RSUD Abdul Wahab Sjahranie (Dok/insitekaltim)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Dugaan malapraktik yang menyeret salah satu dokter di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda mulai memantik perhatian serius Pemerintah Provinsi Kaltim.

    Kasus tersebut tidak hanya memunculkan pertanyaan soal prosedur medis, tetapi juga kembali membuka sorotan terhadap kualitas pelayanan rumah sakit rujukan utama di Kaltim itu.

    Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin mengatakan pihaknya telah menerima undangan rapat bersama Dewan Pengawas (Dewas) dan manajemen RSUD AWS untuk membahas persoalan tersebut secara menyeluruh.

    “Saya dapat undangan nanti malam terkait dugaan malpraktik ini. Secara umum memang saya sudah sampaikan bahwa hal-hal seperti ini harus segera diselesaikan,” ujarnya, Senin, 1 Juni 2026 di Kantor Gubernur Kaltim.

    Kasus ini bermula dari tindakan medis terhadap pasien berinisial EW pada 19 Februari 2026. Saat itu pasien menjalani prosedur kateterisasi jantung dan pemasangan ring atau stent di ruang Cathlab RSUD AWS Samarinda setelah mengalami keluhan nyeri dada.

    Namun beberapa hari setelah prosedur dilakukan, pasien kembali mengeluhkan nyeri hebat, termasuk saat menjalani cuci darah rutin. Keluarga kemudian membawa pasien menjalani pemeriksaan lanjutan di Mount Elizabeth Novena Hospital, Singapura.

    Di rumah sakit tersebut, dokter menemukan adanya sisa kawat (wire) yang diduga tertinggal pasca prosedur Percutaneous Coronary Intervention (PCI) yang sebelumnya dilakukan di RSUD AWS.

    Jaya menegaskan hingga saat ini pihaknya masih menunggu laporan resmi dan belum dapat menyimpulkan apakah kasus tersebut benar merupakan malpraktik atau bagian dari tindakan medis dalam situasi darurat.

    “Kita belum mengetahui secara pasti apakah memang betul malpraktik atau memang tindakan yang diperlukan untuk melakukan tindakan emergensi kepada pasien,” katanya.

    Meski demikian, kasus tersebut harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola pelayanan kesehatan di RSUD AWS, termasuk sistem kerja tenaga medis dan standar operasional prosedur (SOP) yang diterapkan.

    “Kita ingin mengoreksi semua layanan yang ada di rumah sakit AWS. Karena bukan hanya persoalan yang sekarang ramai, masih ada banyak permasalahan pelayanan yang belum diselesaikan dan itu tidak boleh terjadi ke depan,” tegasnya.

    Menurut Jaya, posisi RSUD AWS sebagai rumah sakit rujukan tertinggi di Kalimantan Timur membuat kualitas layanan harus benar-benar dijaga karena menyangkut kepercayaan masyarakat.

    “Rumah sakit AWS ini rumah sakit rujukan terakhir dan andalan pemerintah provinsi. Hal-hal yang berkaitan dengan layanannya harus diutamakan,” ujarnya.

    Ia juga mengonfirmasi adanya penghentian sementara terhadap dokter yang menangani tindakan tersebut, sebagaimana laporan awal yang diterima pihaknya.

    “Untuk sementara memang ada penghentian tindakan yang sama kepada yang bersangkutan. Tapi tujuan utamanya agar pelayanan tetap berjalan dan masyarakat tidak ragu mendapatkan pelayanan di rumah sakit,” katanya.

    Jaya menekankan evaluasi tidak hanya difokuskan kepada individu dokter, melainkan juga menyasar faktor sistemik di lingkungan rumah sakit.

    Potensi kelelahan tenaga medis akibat tingginya jam pelayanan juga perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi fokus dan kualitas tindakan medis.

    “Jangan sampai mereka kelebihan jam pelayanan. Karena kalau capek akhirnya tidak fokus pada pelayanan sehingga terjadi keteledoran atau kelalaian,” ujarnya.

    Selain itu, ia meminta masyarakat tidak takut menyampaikan keluhan terkait pelayanan kesehatan agar perbaikan sistem dapat dilakukan secara terbuka.

    “Kami mewakili masyarakat juga ingin menyampaikan bahwa kalau ada keluhan jangan takut dan jangan khawatir tidak ditanggapi. Tujuannya supaya pelayanan lebih baik,” katanya.

    Dalam beberapa waktu terakhir, RSUD AWS memang beberapa kali menjadi sorotan terkait persoalan pelayanan kesehatan. Situasi itu memunculkan desakan dari berbagai pihak agar rumah sakit milik pemerintah provinsi tersebut melakukan pembenahan menyeluruh, baik dari sisi tata kelola, sumber daya manusia, maupun pengawasan internal.

    “Pada kasus ini kita akan melihat dari semua sisi. Bukan hanya sisi dokternya, tapi juga kebijakan rumah sakit, SOP, dan ketersediaan sumber daya manusia kesehatan,” pungkas Jaya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Kasus Tertinggalnya Kawat Medis Pada Pasien, Dinkes Dorong Perbaikan Tata Kelola Pelayanan

    July 25, 2026

    Aktif Jalani Pengobatan HIV, Masih 2.211 Orang Penderita di Samarinda

    July 24, 2026

    Setiap Risiko Tindakan Medis Harus Dijelaskan kepada Pasien

    July 23, 2026

    Audit Kemenkes Ungkap Perlunya Perbaikan Tata Kelola dan Komunikasi di RSUD AWS

    July 22, 2026

    SPM HIV Capai 99,8 Persen, Samarinda Jadi Lokus Supervisi Kemenkes

    July 21, 2026

    BKKBN Kaltim Perkuat Intervensi Non-Nutrisi untuk Tekan Stunting

    July 20, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Soft Launch Relationship, Cara Anak Muda Menjaga Privasi di Media Sosial

    R’syaJuly 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah kemudahan membagikan berbagai momen kehidupan melalui media sosial, sebagian anak…

    Lewat Drag Bike, Seno Aji Ingin Balap Liar Beralih ke Lintasan Resmi

    July 25, 2026

    Kubar Kurang 49 Guru PAI, DPRD Minta Kejelasan Kewenangan

    July 25, 2026

    Genjot Pertumbuhan UMKM, DPPKUKM Kaltim Cetak 50 Wirausaha Baru Tahun Ini

    July 25, 2026

    Kasus Tertinggalnya Kawat Medis Pada Pasien, Dinkes Dorong Perbaikan Tata Kelola Pelayanan

    July 25, 2026
    1 2 3 … 3,239 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.