Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Dana Global Fund Terancam Berubah, Penanganan HIV Kaltim Dibayangi Masalah Anggaran

    September 16, 2026

    Karhutla Belum Reda, Sekolah di Kubar dan Mahulu Masih Perpanjang Belajar dari Rumah

    September 16, 2026

    Di Tengah Upaya Perluas Deteksi HIV, Fasilitas Lab Kaltim Belum Terpakai

    September 16, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Aktif Jalani Pengobatan HIV, Masih 2.211 Orang Penderita di Samarinda
    Kesehatan

    Aktif Jalani Pengobatan HIV, Masih 2.211 Orang Penderita di Samarinda

    IraBy IraJuli 24, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kadinkes Samarinda, Ismid Kusasih (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah upaya memperluas deteksi dini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda mencatat 184 kasus baru HIV sepanjang Januari hingga Mei tahun ini, sementara capaian skrining baru mencapai 45 persen dari target tahunan.

    Sementara 2.211 orang di Kota Samarinda masih aktif menjalani pengobatan HIV, hingga Mei 2026.

    Kepala Dinas Kesehatan Samarinda, Ismid Kusasih, mengatakan target skrining HIV pada 2026 sebanyak 43.189 orang. Hingga Mei, sebanyak 19.577 orang telah menjalani pemeriksaan atau sekitar 45 persen dari target tersebut.

    Menurut Ismid, tingginya jumlah kasus yang ditemukan tidak bisa serta-merta diartikan sebagai meningkatnya penyebaran HIV.

    Justru, semakin banyak masyarakat yang menjalani skrining. Semakin besar peluang menemukan kasus lebih awal sehingga penderita dapat segera memperoleh pengobatan.

    “Dalam pengendalian HIV, yang terpenting adalah menemukan kasus lebih dini agar pasien bisa langsung mendapatkan pengobatan,” ujarnya, di Samarinda, Jumat, 24 Juli 2026.

    Dari hasil skrining tersebut, Dinkes menemukan 184 kasus baru HIV hingga Mei 2026. Sebanyak 145 orang di antaranya telah memulai pengobatan antiretroviral (ARV). Sekitar 30 persen dari temuan kasus baru berasal dari kelompok laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki (LSL).

    Sementara itu, jumlah kasus AIDS yang tercatat sepanjang Januari hingga Mei 2026 mencapai 51 kasus.

    Berdasarkan data Dinkes, komposisi pasien yang masih aktif menjalani pengobatan HIV didominasi kelompok LSL sebanyak 41 persen.

    Sisanya berasal dari populasi umum (16 persen), pasangan berisiko tinggi atau pasangan orang dengan HIV (15 persen), pelanggan pekerja seksual (12 persen), serta pasien tuberkulosis (TB) (9 persen).

    Secara kumulatif, jumlah temuan kasus HIV di Samarinda hingga Mei 2026 mencapai 4.385 kasus.

    Dinkes juga mencatat tren angka kematian terkait HIV mulai menurun. Pada 2024 tercatat 102 kasus kematian, meningkat menjadi 103 kasus pada 2025, sedangkan hingga Mei 2026 jumlahnya tercatat 29 kasus.

    Ismid menjelaskan, kematian pada orang dengan HIV umumnya bukan disebabkan langsung oleh virus HIV, melainkan akibat infeksi oportunistik atau penyakit penyerta yang muncul ketika sistem kekebalan tubuh telah menurun.

    Ia menegaskan, penanganan HIV tidak dapat dilakukan hanya oleh sektor kesehatan.

    Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, organisasi masyarakat hingga komunitas. Untuk meningkatkan edukasi, memperluas skrining. Serta mengurangi stigma terhadap orang dengan HIV, agar mereka tetap menjalani pengobatan secara rutin.

     

    Dinkes Samarinda HIV Ismid Kusasih Pengobatan HIV
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Dana Global Fund Terancam Berubah, Penanganan HIV Kaltim Dibayangi Masalah Anggaran

    September 16, 2026

    Di Tengah Upaya Perluas Deteksi HIV, Fasilitas Lab Kaltim Belum Terpakai

    September 16, 2026

    Air Minum Jadi Titik Rawan Penyakit Saat Kemarau

    September 15, 2026

    20 Ribu Anak Kaltim Berisiko Zero Dose, Pemerintah Punya Waktu Sebulan untuk Mengejar

    September 14, 2026

    Ubah Gaya Hidup Sebelum Terlambat, Esensi Pencegahan Kerusakan Tulang Belakang

    September 12, 2026

    Kemenkes Pastikan BIAS Tetap Jalan, Kasus KIPI di Karo Dinilai Tak Berkaitan dengan Vaksin HPV

    September 11, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Dana Global Fund Terancam Berubah, Penanganan HIV Kaltim Dibayangi Masalah Anggaran

    AminahSeptember 16, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) mulai mendorong pemerintah daerah menyiapkan pembiayaan penanggulangan HIV/AIDS…

    Karhutla Belum Reda, Sekolah di Kubar dan Mahulu Masih Perpanjang Belajar dari Rumah

    September 16, 2026

    Di Tengah Upaya Perluas Deteksi HIV, Fasilitas Lab Kaltim Belum Terpakai

    September 16, 2026

    59 Atlet dari Lima Daerah Ikuti Selekda Padel Kaltim Menuju Kejurnas 2026

    September 16, 2026

    Krisis Air Paksa Siswa SMA Sekolah Rakyat Samarinda Tak Lagi Tinggal di Asrama

    September 16, 2026
    1 2 3 … 3,345 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.