Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Usulan Andi Harun Berbuah Dukungan Politik untuk Syaharie Jaang di Bankaltimtara

    July 24, 2026

    Aktif Jalani Pengobatan HIV, Masih 2.211 Orang Penderita di Samarinda

    July 24, 2026

    Berdasarkan Data Sudah 149 Kasus Kekerasan Terjadi di Kota Samarinda Semester I – 2026

    July 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Aktif Jalani Pengobatan HIV, Masih 2.211 Orang Penderita di Samarinda
    Kesehatan

    Aktif Jalani Pengobatan HIV, Masih 2.211 Orang Penderita di Samarinda

    Nur AjijahBy Nur AjijahJuly 24, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kadinkes Samarinda, Ismid Kusasih (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah upaya memperluas deteksi dini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda mencatat 184 kasus baru HIV sepanjang Januari hingga Mei tahun ini, sementara capaian skrining baru mencapai 45 persen dari target tahunan.

    Sementara 2.211 orang di Kota Samarinda masih aktif menjalani pengobatan HIV, hingga Mei 2026.

    Kepala Dinas Kesehatan Samarinda, Ismid Kusasih, mengatakan target skrining HIV pada 2026 sebanyak 43.189 orang. Hingga Mei, sebanyak 19.577 orang telah menjalani pemeriksaan atau sekitar 45 persen dari target tersebut.

    Menurut Ismid, tingginya jumlah kasus yang ditemukan tidak bisa serta-merta diartikan sebagai meningkatnya penyebaran HIV.

    Justru, semakin banyak masyarakat yang menjalani skrining. Semakin besar peluang menemukan kasus lebih awal sehingga penderita dapat segera memperoleh pengobatan.

    “Dalam pengendalian HIV, yang terpenting adalah menemukan kasus lebih dini agar pasien bisa langsung mendapatkan pengobatan,” ujarnya, di Samarinda, Jumat, 24 Juli 2026.

    Dari hasil skrining tersebut, Dinkes menemukan 184 kasus baru HIV hingga Mei 2026. Sebanyak 145 orang di antaranya telah memulai pengobatan antiretroviral (ARV). Sekitar 30 persen dari temuan kasus baru berasal dari kelompok laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki (LSL).

    Sementara itu, jumlah kasus AIDS yang tercatat sepanjang Januari hingga Mei 2026 mencapai 51 kasus.

    Berdasarkan data Dinkes, komposisi pasien yang masih aktif menjalani pengobatan HIV didominasi kelompok LSL sebanyak 41 persen.

    Sisanya berasal dari populasi umum (16 persen), pasangan berisiko tinggi atau pasangan orang dengan HIV (15 persen), pelanggan pekerja seksual (12 persen), serta pasien tuberkulosis (TB) (9 persen).

    Secara kumulatif, jumlah temuan kasus HIV di Samarinda hingga Mei 2026 mencapai 4.385 kasus.

    Dinkes juga mencatat tren angka kematian terkait HIV mulai menurun. Pada 2024 tercatat 102 kasus kematian, meningkat menjadi 103 kasus pada 2025, sedangkan hingga Mei 2026 jumlahnya tercatat 29 kasus.

    Ismid menjelaskan, kematian pada orang dengan HIV umumnya bukan disebabkan langsung oleh virus HIV, melainkan akibat infeksi oportunistik atau penyakit penyerta yang muncul ketika sistem kekebalan tubuh telah menurun.

    Ia menegaskan, penanganan HIV tidak dapat dilakukan hanya oleh sektor kesehatan.

    Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, organisasi masyarakat hingga komunitas. Untuk meningkatkan edukasi, memperluas skrining. Serta mengurangi stigma terhadap orang dengan HIV, agar mereka tetap menjalani pengobatan secara rutin.

     

    Dinkes Samarinda HIV Ismid Kusasih Pengobatan HIV
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    Setiap Risiko Tindakan Medis Harus Dijelaskan kepada Pasien

    July 23, 2026

    Audit Kemenkes Ungkap Perlunya Perbaikan Tata Kelola dan Komunikasi di RSUD AWS

    July 22, 2026

    SPM HIV Capai 99,8 Persen, Samarinda Jadi Lokus Supervisi Kemenkes

    July 21, 2026

    BKKBN Kaltim Perkuat Intervensi Non-Nutrisi untuk Tekan Stunting

    July 20, 2026

    Antisipasi Percepat Penyelesaian KRIS, Gedung Pandurata Disiapkan Jadi Penopang

    July 20, 2026

    Alkes Belum Lengkap, Gedung Pandurata AWS Belum Bisa Layani Pasien

    July 20, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    You must be logged in to post a comment.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Usulan Andi Harun Berbuah Dukungan Politik untuk Syaharie Jaang di Bankaltimtara

    SittiJuly 24, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Usulan Wali Kota Samarinda Andi Harun yang mengajukan nama mantan Wali Kota…

    Aktif Jalani Pengobatan HIV, Masih 2.211 Orang Penderita di Samarinda

    July 24, 2026

    Berdasarkan Data Sudah 149 Kasus Kekerasan Terjadi di Kota Samarinda Semester I – 2026

    July 24, 2026

    Gunakan Pendekatan Persuasif, BPS Samarinda Tingkatkan Akurasi Sensus Ekonomi

    July 24, 2026

    Konflik Kepentingan Terendus di BUMD Samarinda, Wali Kota Pastikan Ada Sanksi

    July 24, 2026
    1 2 3 … 3,236 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.