Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Teras Samarinda Tahap II Hadirkan Area Bermain Anak, Jadi Pilihan Ruang Publik Ramah Keluarga

    September 5, 2026

    Taman Samarendah Jadi Ruang Hijau untuk Mengisi Akhir Pekan di Tengah Kota

    September 5, 2026

    Kutim Tetap Genjot Kualitas Guru di Tengah Efisiensi Anggaran

    September 4, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Kasus Bullying Samarinda Viral, DPRD Kaltim Minta Tindakan Sistemik
    DPRD Kaltim

    Kasus Bullying Samarinda Viral, DPRD Kaltim Minta Tindakan Sistemik

    AminahBy AminahMei 13, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Ananda Emira Moeis merespons kasus perundungan yang menimpa seorang siswi SD di Samarinda. Insiden pengeroyokan yang dilakukan oleh sembilan pelajar SMP ini menjadi sorotan publik setelah video berdurasi 40 detik beredar luas di media sosial.

    Kejadian berlangsung pada Jumat, 2 Mei 2025, di kawasan Folder Haji Saleh, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda. Korban, siswi kelas 6 SD, mengalami luka fisik di bagian kepala, perut, dan leher, serta mengalami trauma psikologis yang cukup berat. Tiga pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak berwenang.

    Ananda menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut dan mengajak semua pihak untuk tidak memandangnya sebagai peristiwa biasa. Ia menilai bahwa kasus bullying seperti ini merupakan cerminan dari masalah yang lebih besar dan memerlukan pendekatan yang menyeluruh.

    “Saya merasa sedih mendengar maraknya kasus bullying di antara anak sekolah. Ini harus menjadi perhatian serius karena menyangkut mental dan psikis generasi yang akan datang,” ujarnya belum lama ini.

    Ia menyoroti kurangnya empati dan pengaruh lingkungan sosial sebagai faktor yang mendorong perilaku perundungan di kalangan remaja. Menurutnya, pelaku perlu diberikan pendekatan edukatif agar memahami dampak jangka panjang yang ditimbulkan terhadap korban.

    “Pelaku perundungan perlu diberikan pemahaman mengenai dampak psikologis yang mereka timbulkan pada korban,” ucapnya.

    Dalam pandangannya, keluarga memiliki peran utama dalam membentuk karakter anak sejak dini. Ia menilai bahwa komunikasi terbuka di rumah dan penanaman nilai positif sejak kecil adalah fondasi utama untuk mencegah perilaku kekerasan di luar rumah.

    “Ini kembali lagi kepada keluarga. Mereka adalah benteng pertama dalam membentuk karakter dan nilai-nilai positif pada anak,” tambahnya.

    Selain keluarga, Ananda juga mengajak pihak sekolah untuk memperkuat peran konselor dan pendidikan karakter. Ia menilai penting adanya upaya aktif dari sekolah dalam menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari intimidasi.

    Ia mendorong pemerintah daerah dan lembaga pendidikan agar secara rutin melakukan sosialisasi anti-bullying dengan pendekatan lintas sektor. Menurutnya, pencegahan hanya akan efektif jika melibatkan seluruh unsur: siswa, guru, orang tua, dan komunitas pendidikan.

    “Anak-anak kita harus merasa aman dan didukung, baik di rumah maupun di sekolah. Itu fondasi penting untuk menciptakan masa depan yang lebih baik,” tutupnya.

    Kasus ini masih dalam proses penanganan pihak kepolisian. Sementara itu, dukungan terhadap korban dan keluarganya terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat dan lembaga perlindungan anak.

    Ananda Emira Moeis DPRD Kaltim Kasus Bullying Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Pansus MBLB DPRD Kaltim Bahas Regulasi Tambang Ilegal hingga Perizinan Usaha

    September 2, 2026

    MBLB Kaltim di Persimpangan: Izin Lambat, Potensi PAD Menanti

    September 1, 2026

    DPRD Kaltim Dukung DOB Benua Raya, Tapi Pemekaran Masih Butuh Kajian

    Agustus 31, 2026

    Bertahun-tahun Mengajar, 500 Guru di Kaltim Masih Tanpa SK Pengangkatan

    Agustus 28, 2026

    Revisi Perda HIV/AIDS Kaltim Diminta Lebih Komprehensif dan Aplikatif

    Agustus 27, 2026

    DPRD Kaltim Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Perusahaan Tangani Karhutla Kukar

    Agustus 27, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Teras Samarinda Tahap II Hadirkan Area Bermain Anak, Jadi Pilihan Ruang Publik Ramah Keluarga

    Ratu ArifanzaSeptember 5, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Teras Samarinda kini tidak hanya menawarkan pemandangan Sungai Mahakam dan ruang untuk…

    Taman Samarendah Jadi Ruang Hijau untuk Mengisi Akhir Pekan di Tengah Kota

    September 5, 2026

    Kutim Tetap Genjot Kualitas Guru di Tengah Efisiensi Anggaran

    September 4, 2026

    ISPU Tembus Level Berbahaya, Anak Sekolah di Kaltim Disarankan Belajar dari Rumah

    September 4, 2026

    Dua Penghargaan Kemendagri Bawa Rp1,5 Miliar dan 250 Unit BSPS untuk Samarinda

    September 4, 2026
    1 2 3 … 3,320 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.