Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemkot Pilih Teguran dan Pembinaan, Bagi ASN Langgar Aturan WFH Belum Disanksi

    Juli 21, 2026

    Sekitar 1.700 Atlet Kota Samarinda Masih Menunggu Kejelasan Anggaran Keikutsertaan Porprov 2026

    Juli 21, 2026

    HYROX, Olahraga yang Menggabungkan Lari dan Latihan Kekuatan dalam Satu Tantangan

    Juli 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Kasus Bullying Samarinda Viral, DPRD Kaltim Minta Tindakan Sistemik
    DPRD Kaltim

    Kasus Bullying Samarinda Viral, DPRD Kaltim Minta Tindakan Sistemik

    SittiBy SittiMei 13, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Ananda Emira Moeis merespons kasus perundungan yang menimpa seorang siswi SD di Samarinda. Insiden pengeroyokan yang dilakukan oleh sembilan pelajar SMP ini menjadi sorotan publik setelah video berdurasi 40 detik beredar luas di media sosial.

    Kejadian berlangsung pada Jumat, 2 Mei 2025, di kawasan Folder Haji Saleh, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda. Korban, siswi kelas 6 SD, mengalami luka fisik di bagian kepala, perut, dan leher, serta mengalami trauma psikologis yang cukup berat. Tiga pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak berwenang.

    Ananda menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut dan mengajak semua pihak untuk tidak memandangnya sebagai peristiwa biasa. Ia menilai bahwa kasus bullying seperti ini merupakan cerminan dari masalah yang lebih besar dan memerlukan pendekatan yang menyeluruh.

    “Saya merasa sedih mendengar maraknya kasus bullying di antara anak sekolah. Ini harus menjadi perhatian serius karena menyangkut mental dan psikis generasi yang akan datang,” ujarnya belum lama ini.

    Ia menyoroti kurangnya empati dan pengaruh lingkungan sosial sebagai faktor yang mendorong perilaku perundungan di kalangan remaja. Menurutnya, pelaku perlu diberikan pendekatan edukatif agar memahami dampak jangka panjang yang ditimbulkan terhadap korban.

    “Pelaku perundungan perlu diberikan pemahaman mengenai dampak psikologis yang mereka timbulkan pada korban,” ucapnya.

    Dalam pandangannya, keluarga memiliki peran utama dalam membentuk karakter anak sejak dini. Ia menilai bahwa komunikasi terbuka di rumah dan penanaman nilai positif sejak kecil adalah fondasi utama untuk mencegah perilaku kekerasan di luar rumah.

    “Ini kembali lagi kepada keluarga. Mereka adalah benteng pertama dalam membentuk karakter dan nilai-nilai positif pada anak,” tambahnya.

    Selain keluarga, Ananda juga mengajak pihak sekolah untuk memperkuat peran konselor dan pendidikan karakter. Ia menilai penting adanya upaya aktif dari sekolah dalam menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari intimidasi.

    Ia mendorong pemerintah daerah dan lembaga pendidikan agar secara rutin melakukan sosialisasi anti-bullying dengan pendekatan lintas sektor. Menurutnya, pencegahan hanya akan efektif jika melibatkan seluruh unsur: siswa, guru, orang tua, dan komunitas pendidikan.

    “Anak-anak kita harus merasa aman dan didukung, baik di rumah maupun di sekolah. Itu fondasi penting untuk menciptakan masa depan yang lebih baik,” tutupnya.

    Kasus ini masih dalam proses penanganan pihak kepolisian. Sementara itu, dukungan terhadap korban dan keluarganya terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat dan lembaga perlindungan anak.

    Ananda Emira Moeis DPRD Kaltim Kasus Bullying Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    TKD Kaltim Anjlok, Kepala Daerah Harus Bersatu Tagih Hak ke Pemerintah Pusat

    Juli 21, 2026

    Jembatan Mahakam Ulu Dikeluhkan Pengguna Jalan, DPRD Pastikan Masuk Agenda Pembahasan

    Juli 20, 2026

    PDIP Tetap Dorong Hak Angket, Samsun: Kalau Rugikan Rakyat Harus Dijalankan

    Juli 20, 2026

    Hak Angket DPRD Kaltim Mandek, Pengamat: Diduga Sengaja Diulur hingga Publik Lelah

    Juli 18, 2026

    DPRD Kaltim Dorong Payung Hukum Pengelolaan Sumur Tua

    Juli 9, 2026

    Aturan Pusat Kaku, Fraksi PDI-P Kaltim Protes Daerah Dilarang Adakan Pupuk dan Alsintan

    Juli 9, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemkot Pilih Teguran dan Pembinaan, Bagi ASN Langgar Aturan WFH Belum Disanksi

    Nur AjijahJuli 21, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Hingga kini, pelanggaran Work From Home (WFH) yang ditemukan di Samarinda, masih sebatas…

    Sekitar 1.700 Atlet Kota Samarinda Masih Menunggu Kejelasan Anggaran Keikutsertaan Porprov 2026

    Juli 21, 2026

    HYROX, Olahraga yang Menggabungkan Lari dan Latihan Kekuatan dalam Satu Tantangan

    Juli 21, 2026

    SPM HIV Capai 99,8 Persen, Samarinda Jadi Lokus Supervisi Kemenkes

    Juli 21, 2026

    Pemda Samarinda Siapkan Parkir Berlangganan, Sebagai Sumber PAD Baru

    Juli 21, 2026
    1 2 3 … 3,230 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.