Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Soroti Masalah Lahan Jalan Pelita Merdeka, Administrasi Dinilai Tak Tuntas

    Oktober 16, 2026

    Kenali Inseminasi Buatan, Cara Meningkatkan Kualitas Keturunan Sapi

    Oktober 16, 2026

    Harga TBS Sawit Kaltim Turun, Tertinggi Rp3.542 per Kilogram

    Oktober 16, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Bontang»Jenjang PAUD Golden Age Pembentukan Karakter Anak
    Diskominfo Bontang

    Jenjang PAUD Golden Age Pembentukan Karakter Anak

    AdminBy AdminNovember 2, 202002 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Kepala Bidang Pembinaan Paud dan Pendidikan Non Formal Disdikbud Bontang, Yuti Nurhayati memberi keterangan Persnya terkait PAUD, di Gedung Gabungan Dinas Taman Praja, Senin (2/11/2020).
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter : Angel – Reporter : Redaksi

    Insitekaltim, Bontang – Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang Yuti Nurhayati menuturkan bahwa anak membutuhkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Menurutnya pada jenjang tersebut pengembangan sumber daya manusia ditentukan.

    Pendidikan anak usia dini merupakan jenjang pendidikan sebelum memasuki sekolah dasar (SD). Jenjang pendidikan ini memiliki ruang lingkup yang terbagi menjadi tiga tahap, yaitu bayi (usia 0-1 tahun), balita (usia 2-3 tahun), dan kelompok bermain (usia 4-6 tahun).

    “Pendidikan anak usia dini penting bagi perkembangan anak, karena pada periode anak tersebut ialah golden age (masa emas anak) jadi harus dimanfaatkan orang tua sebaik mungkin,” kata Yuti saat ditemui di ruangannya, Senin (2/11/2020).

    Golden age ialah masa emas anak yang merupakan masa penting untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangannya. Pada masa golden age, pembentukan sistem saraf secara mendasar sudah terjadi.

    Yuti menuturkan melalui PAUD, pendidikan yang diberikan untuk anak tidak hanya mengenalkan anak pada aktivitas fisik dan berkenalan dengan teman sebaya, tetapi juga beberapa manfaat lain.

    “Kalau diperkenalkan sejak dini, ketika memasuki SD kan tidak kaget lagi. Ini kan akan sangat bermanfaat bagi perkembangan si anak, ketika memasuki jenjang SD anak sudah dapat bersosialisasi dengan temannya. Kelihatan kok perbedaannya anak yang PAUD dengan anak yang langsung masuk jenjang SD,” tegasnya.

    Yuti menambahkan tidak ada kriteria usia berapa anak memasuki PAUD karena setiap anak memiliki kesiapan yang tidak sama dalam mengikuti kegiatan di PAUD. Namun umumya usia yang diterima adalah dua tahun.

    “Usia yang diterima rata-rata sekolah adalah dua tahun, tapi ada juga sekolah yang menerima anak berusia 18 bulan. Meski begitu, tidak ada patokan yang pasti di usia berapa anak bisa mengikuti PAUD. Setiap anak memiliki kesiapan yang tidak sama dalam mengikuti kegiatan di PAUD,” tandasnya.

    Dikatakan Yuti tujuan utamanya membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar, serta mengarungi kehidupan setelah dewasa nanti.

    “Kan bagaimana pun masa depan Bontang 10 sampai 20 tahun ke depan ada di tangan anak- anak kita saat ini. Maka sejak dini harus dibentuk karakter yang baik. Ketika dewasa nanti isyaallah karakter baik tersebut akan tetap bertahan,” tutupnya.

    Kadisdikbud Bontang Saparudin-Disdik Bontang
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Admin

    Related Posts

    Disdikbud Kaltim Dorong Seniman Masuk Sekolah, Karya Seni Lokal Diusulkan Masuk Museum

    Oktober 13, 2026

    PJJ di Samarinda Bergantung Kualitas Udara, Sekolah Diminta Berkoordinasi dengan Puskesmas

    Oktober 12, 2026

    Kebijakan Tak Naik Kelas Berisiko Tekan Siswa, Disdikbud Kaltim Khawatir Siswa Enggan Sekolah

    Oktober 12, 2026

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Oktober 10, 2026

    Mahasiswa Dorong Perpustakaan Samarinda Tingkatkan Fasilitas sebagai Ruang Belajar

    Oktober 5, 2026

    Polemik Pascapilrek Unmul Berlanjut, Agenda 100 Hari Rektor Terpilih Bergeser

    Oktober 2, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Soroti Masalah Lahan Jalan Pelita Merdeka, Administrasi Dinilai Tak Tuntas

    Ratu ArifanzaOktober 16, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda Samri Shaputra menyoroti persoalan administrasi pembebasan…

    Kenali Inseminasi Buatan, Cara Meningkatkan Kualitas Keturunan Sapi

    Oktober 16, 2026

    Harga TBS Sawit Kaltim Turun, Tertinggi Rp3.542 per Kilogram

    Oktober 16, 2026

    Sri Puji Ungkap Kendala Pendidikan Loa Kumbar, dari MBG hingga Tunjangan Guru

    Oktober 16, 2026

    Perkara Korupsi Lahan Transmigrasi Kukar, Saksi Ungkap Verifikasi Izin Hanya Periksa Administrasi

    Oktober 16, 2026
    1 2 3 … 3,389 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.