Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Generasi Muda Jadi Sasaran Judi Online, OJK Perkuat Literasi Keuangan

    Mei 29, 2026

    Jelang Musda VI di Samarinda, Demokrat Kaltim Resmi Buka Seleksi Ketua Baru

    Mei 29, 2026

    38 Desa di Kaltim Masih Blank Spot Internet, Terkendala Listrik dan Anggaran

    Mei 29, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Jalan Perbatasan Kubar–Mahulu Harus Rampung 2026
    DPRD Kaltim

    Jalan Perbatasan Kubar–Mahulu Harus Rampung 2026

    SittiBy SittiAgustus 10, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua DPRD Kalimantan Timur Hasanuddin Mas’ud
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua DPRD Kalimatan Timur (Kaltim) Hasanuddin Masud mendorong percepatan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah perbatasan Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu) dengan target rampung pada 2026. Menurutnya, perbaikan jalur darat tersebut menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan kelancaran distribusi logistik dan meningkatkan konektivitas daerah.

    “Pak Gubernur memang merencanakan pembangunan di sana lebih banyak infrastruktur jalan. Harapannya, di tahun 2026 murni, ini sudah dijalankan,” kata Hasanuddin usai Rapat Paripurna ke-29 pada Jumat 8 Agustus 2025

    Ia menuturkan, saat ini warga Mahulu tengah menghadapi kesulitan mendapatkan pasokan bahan makanan. Kondisi tersebut terjadi karena jalur darat tidak dapat dilalui akibat kerusakan parah, sementara jalur sungai yang menjadi alternatif mengalami kedangkalan air. Situasi ini memaksa distribusi logistik memakan waktu lebih lama.

    “Kalau lewat sungai, kapal besar harus dilansir ke kapal kecil, ini makan waktu. Kasihan saudara-saudara kita di sana,” ujarnya.

    Hasanuddin menilai, infrastruktur jalan yang memadai akan memangkas ketergantungan terhadap transportasi udara atau jalur air yang tidak selalu dapat diandalkan, terutama saat kondisi darurat. Ia mencontohkan, saat bencana atau kelangkaan bahan pokok, jalur darat yang layak akan mempercepat penyaluran bantuan.

    “Kalau jalannya bagus, distribusi bantuan saat bencana akan lebih cepat, tidak tergantung udara,” katanya.

    Selain akses ke Mahulu, Hasanuddin mengungkapkan banyak ruas jalan di wilayah Kaltim yang rusak dan membutuhkan perhatian serius. Kerusakan itu meliputi jalur menuju wilayah utara, barat, dan timur provinsi.

    “Mau ke utara juga rusak, mau ke barat juga rusak, ke timur banyak rusak. Kita memang masih banyak kendala infrastruktur,” ungkapnya.

    Ia berharap, program pembangunan jalan ini dapat dilaksanakan secara kolaboratif antara Pemerintah Provinsi Kaltim, pemerintah kabupaten, dan pihak swasta melalui kontribusi corporate social responsibility (CSR). Menurutnya, keterlibatan swasta akan mempercepat realisasi target.

    Hasanuddin juga mengaitkan perbaikan jalan dengan upaya menjaga ketahanan pangan di daerah perbatasan. Akses yang lancar akan memudahkan suplai kebutuhan pokok, mengurangi biaya distribusi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

    Ia menegaskan, target 2026 harus menjadi komitmen bersama agar warga perbatasan tidak lagi terisolasi saat menghadapi krisis.

    “Saya kira ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tapi juga soal pemerataan pembangunan dan rasa keadilan bagi warga yang tinggal di wilayah terluar Kaltim,” katanya.

    Dengan kondisi geografis Kaltim yang luas dan sebagian besar wilayahnya berbatasan langsung dengan negara tetangga, Hasanuddin menilai infrastruktur jalan merupakan salah satu faktor penentu daya saing daerah. Jalan yang baik tidak hanya menghubungkan antarwilayah, tetapi juga menjadi jalur strategis perdagangan, pariwisata, dan keamanan perbatasan.

    “Kalau kita mau Kaltim ini maju dan terhubung, infrastruktur jalan harus jadi prioritas utama,” pungkasnya.

    Hasanuddin Mas'ud infrastuktur Jalan Perbatasan Kubar–Mahulu
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Kursi Sekwan Kaltim Belum Bertuan, DPRD Masih Tunggu Usulan Nama dari Gubernur

    Mei 26, 2026

    DPRD Kaltim Matangkan Hak Angket, Hasanuddin Mas’ud Sebut Pansus Bisa Dibentuk

    Mei 25, 2026

    BPK Bongkar Dugaan Kelebihan Pembayaran Miliaran di Kaltim, Program Gratispol hingga Proyek Infrastruktur Tersorot

    Mei 25, 2026

    Hak Angket DPRD Kaltim Masih Menggantung, Tarik Ulur Politik Fraksi Jadi Penghambat

    Mei 1, 2026

    DPRD Kaltim Dorong Revisi Perda Sungai Mahakam, Fokus Tingkatkan PAD dan Tertibkan Penambatan Ilegal

    April 7, 2026

    Polemik Pokir, DPRD Kaltim Nilai 160 Usulan Masih Relevan

    April 6, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Generasi Muda Jadi Sasaran Judi Online, OJK Perkuat Literasi Keuangan

    R’syaMei 29, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Divisi Layanan Manajemen Strategis dan Koordinasi Regional Otoritas Jasa Keuangan (OJK)…

    Jelang Musda VI di Samarinda, Demokrat Kaltim Resmi Buka Seleksi Ketua Baru

    Mei 29, 2026

    38 Desa di Kaltim Masih Blank Spot Internet, Terkendala Listrik dan Anggaran

    Mei 29, 2026

    Kabar Gembira, Ribuan Rumah di Bontang Dapat Sambungan Listrik Gratis 900 Watt

    Mei 29, 2026

    Diserbu Wisatawan Saat Libur Iduladha, Area Publik IKN Dipenuhi Pengunjung

    Mei 29, 2026
    1 2 3 … 3,110 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.