Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    BPS: Kaltim Perlu Perkuat Mitigasi Pasokan untuk Jaga Stabilitas Harga

    Juli 16, 2026

    Distribusi LPG Dinilai Lebih Tepat Dikelola Koperasi Merah Putih Ketimbang Bisnis Ritel

    Juli 16, 2026

    Rehabilitasi Sosial Terhadap Anjal dan Gepeng Menyisakan Kendala Karena Sebagian Kembali Turun ke Jalan

    Juli 16, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Daerah»Jadi Pembicara Di Seminar Pendidikan, Hetifah Sjaifudian : Belajar Dari Orang Betawi
    Daerah

    Jadi Pembicara Di Seminar Pendidikan, Hetifah Sjaifudian : Belajar Dari Orang Betawi

    MartinusBy MartinusNovember 2, 201902 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter : Nada – Editor : Redaksi
    Insitekaltim, Samarinda – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hj. Hetifah Sjaifudian hari ini hadir dalam seminar pendidikan yang digelar oleh Komunitas Mata Garuda Kaltim bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dengan tajuk ‘Kesiapan SDM Kalimantan Timur dalam Menyambut Pemindahan Ibu Kota Negara, Sabtu (02/11/2019) di Magara Cafe and Carwash Jalan Juanda 1, Samarinda.
    Acara ini juga dihadiri oleh Dr. Sugeng Chairuddin Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Roselina Ping Juan Kordinator Distrik Tanoto Foundation, dan Arwin Sanjaya Dosen FISIPOL Unmul serta para peserta yang berasal dari mahasiswa berbagai universitas di Kota Samarinda.

    Dalam materi yang ia sampaikan, Hetifah mengatakan bahwa warga Kaltim harus belajar dari orang Betawi.
    “Film ‘Si Doel’ itu mengajarkan kita untuk terus semangat dalam menempuh pendidikan,” katanya.
    Tetapi disisi lain, Hetifah juga tidak ingin warga Kaltim mengalami nasib seperti warga Jakarta.
    “Namun saya tidak ingin Kaltim seperti Jakarta, terutama warganya. Jangan sampai warga asli Kaltim posisinya tergeser dengan warga lain. Kita harus bisa mempertahankan atau bahkan mengembangkan apa yang Kaltim miliki,” lanjutnya.
    Hetifah menambahkan, dirinya akan terus memberikan dukungan secara maksimal untuk menyongsong warga Kaltim agar lebih siap dalam berbagai aspek.
    “Support kecil untuk seminar seperti ini contohnya, ini bisa memberikan kita kesempatan untuk bertukar ilmu,” tambahnya.
    Hetifah mengatakan, jangan sampai SDM yang berkualitas dari Kaltim tidak dikelola menejemen talentanya.
    “Sayangkan seperti tadi, sudah lulus, kuliah mendapatkan beasiswa namun tidak diberikan kesempatan untuk menunjukan hal apa yang ia kuasai,” tuturnya.

    Sugeng Chairuddin, juga memberikan tanggapannya terkait hal tersebut.
    “Pertama, kita harus lihat hasil penelitian dari suatu lembaga yang mengatakan bahwa mereka telah melakukan survey kepada para ASN dari kementerian, dengan perbandingan antara yang mau pindah ke Kaltim atau pensiun dini. Dan hasilnya banyak yang memilih untuk pensiun dini dari pada diminta untuk pindah ke Kaltim,” ujarnya
    Sugeng melanjutkan, dari hasil survey tesebut ASN Kementerian lebih senang pensiun dari pada harus pindah.
    “Kurang lebih 18% sekian yang memilih mau dipindah. Nah dari hasil tersebut, kita bisa melihat bahwa daerah penyangga IKN Kaltim memiliki 2 kesempatan yaitu peluang sekaligus tantangan. Peluangnya, di Kementerian itu kosong nanti, tantangannya orang-orang Kaltim harus menyiapkan diri untuk bisa sejajar untuk bisa mengisi tempat kosong itu. SDM harus dipersiapkan, kalau kami di pemerintahan akan terus meningkatkan mutu pendidikan melalui diskusi serta forum. Di luar pemerintahan, kita sedang menyusun road map dan mengarahkan perguruan tinggi dengan basis apa yang dibutuhkan IKN,” tutupnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    Distribusi LPG Dinilai Lebih Tepat Dikelola Koperasi Merah Putih Ketimbang Bisnis Ritel

    Juli 16, 2026

    Bawaslu Bontang Gandeng Media Perangi Hoaks dan Politik Uang Jelang Pemilu 2029

    Juli 15, 2026

    Kedekatan Helmi dan Budisatrio Jadi Jembatan Aspirasi Kaltim ke Senayan

    Juli 14, 2026

    Bangun Basis hingga 1.971 RT, Helmi Siapkan Mesin Gerindra Hadapi Pilwali Samarinda

    Juli 13, 2026

    Gerindra Dorong 70 Persen Dana Probebaya Dialihkan untuk Pelatihan Kerja Warga

    Juli 11, 2026

    Sindir Ketiadaan Beasiswa Pemkot, Anhar: Jadikan Dulu Wali Kota dari PDIP

    Juli 10, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    BPS: Kaltim Perlu Perkuat Mitigasi Pasokan untuk Jaga Stabilitas Harga

    R’syaJuli 16, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur (Kaltim) Mas’ud Rifai menilai penguatan…

    Distribusi LPG Dinilai Lebih Tepat Dikelola Koperasi Merah Putih Ketimbang Bisnis Ritel

    Juli 16, 2026

    Rehabilitasi Sosial Terhadap Anjal dan Gepeng Menyisakan Kendala Karena Sebagian Kembali Turun ke Jalan

    Juli 16, 2026

    Tumpang Tindih Kewenangan, Pesantren Berbasis Sekolah Formal Butuh Sinkronisasi Kebijakan Pendidikan

    Juli 16, 2026

    Perkuat Deteksi Dini, Dinkes Samarinda Catat Hingga Mei 2026, Sudah 29 Kematian Akibat AIDS

    Juli 16, 2026
    1 2 3 … 3,218 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.