Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Fashion Berbasis Wastra Didorong Jadi Sumber Ekonomi Budaya di Kaltim

    September 13, 2026

    Polda Kaltim Tangani 37 Kasus Karhutla, 12 Orang Jadi Tersangka

    September 13, 2026

    Jalan Tanpa Tujuan, Ketika Keluar Rumah Jadi Cara Melepas Penat

    September 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Hentikan Polusi Plastik, Pemprov Kaltim Tawarkan Bungkus Daging Kurban Pakai Besek
    Diskominfo Kaltim

    Hentikan Polusi Plastik, Pemprov Kaltim Tawarkan Bungkus Daging Kurban Pakai Besek

    AminahBy AminahJuni 5, 2025Updated:Juni 5, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim Sri Wahyuni
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Menjelang momen Iduladha, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mengajak masyarakat untuk mulai meninggalkan penggunaan kantong plastik dalam pembagian daging kurban. Upaya ini menjadi bagian dari kampanye lingkungan yang lebih luas, sejalan dengan semangat Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 yang mengangkat tema “Hentikan Polusi Plastik”.

    Ajakan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim Sri Wahyuni usai menghadiri Apel Bersama dan Aksi Bersih Sampah Plastik di halaman Islamic Center Samarinda, Kamis 5 Juni 2025. Dalam kesempatan itu, ia berbicara tentang pentingnya memikirkan alternatif pembungkus yang lebih ramah lingkungan untuk momen besar seperti kurban.

    “Kita berharap nanti saat pembagian daging kurban bisa menggunakan media non-plastik. Ini memang tantangan tersendiri, tapi juga peluang,” ujarnya kepada awak media.

    Sri Wahyuni melihat momentum ini sebagai kesempatan untuk menghidupkan kembali tradisi sekaligus mengembangkan ekonomi kreatif lokal. Menurutnya, Kaltim memiliki potensi bahan alam yang melimpah yang bisa diolah menjadi pembungkus daging kurban, seperti besek dari daun pandan, janur, atau bahan anyaman lainnya.

    “Kita punya pelaku usaha kerajinan yang bisa buat kantong dari janur, dari daun-daun lokal. Kalau bisa diproduksi massal dengan harga terjangkau, kenapa tidak kita pakai untuk menggantikan plastik?” ujarnya.

    Ia juga menyebut, alternatif seperti itu bukan hanya solusi ekologis, tetapi juga membuka jalan bagi model ekonomi baru yang memberdayakan masyarakat. Dengan permintaan musiman yang besar seperti Iduladha, pengrajin lokal bisa didorong untuk meningkatkan kapasitas produksi dan inovasi desain.

    Selain bahan sekali pakai dari alam, Sri Wahyuni juga mempertimbangkan opsi pembungkus yang bisa digunakan ulang, misalnya dari rotan atau kain. Bagi sebagian kalangan, solusi ini mungkin lebih cocok karena bisa dicuci dan digunakan kembali dalam jangka panjang.

    “Kita memang tetap butuh media pembungkus, tapi yang penting medianya bukan plastik. Nah, di sinilah kreativitas masyarakat dan pelaku usaha kita diuji,” tambahnya.

    Ajakannya tersebut dilontarkan usai kegiatan aksi bersih sampah plastik di kawasan Islamic Center. Sampah plastik yang ditemukan cukup banyak, terutama di selokan dan sekitar taman. Temuan ini menjadi pengingat bahwa plastik sekali pakai masih menjadi masalah serius di ruang-ruang publik.

    Kegiatan bersih-bersih ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang melibatkan ASN, pelajar, mahasiswa, komunitas lingkungan, serta relawan. Fokus kegiatan adalah membangun kesadaran akan dampak plastik terhadap lingkungan dan mendorong perubahan perilaku dari level individu.

    Sebelumnya, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji juga menyoroti langsung tumpukan sampah plastik di selokan Islamic Center yang dinilai bisa memicu banjir. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama dari kendaraan saat di perjalanan.

    “Kelihatannya kecil, tapi kalau semua orang buang sampah dari mobil, lama-lama menumpuk. Bisa menyumbat saluran air dan bikin banjir,” ujarnya dalam kegiatan yang sama.

    Menyambung gerakan ini, Kepala DLH Kaltim Sanusi Anwar menambahkan bahwa pihaknya akan menyiapkan keranjang khusus bertuliskan “Sedekah Sampah” yang ditempatkan di area publik untuk mengumpulkan botol dan gelas plastik bekas. Hasilnya akan disalurkan ke bank sampah dan kelompok pengelola untuk dimanfaatkan kembali.

    “Kalau dari rumah sudah bisa pisahkan sampah, mulai dari plastik sampai sisa makanan, pengelolaannya akan jauh lebih mudah. Sampah organik pun bisa dimanfaatkan, misalnya jadi pakan maggot atau bahan kompos,” ujar Sanusi.

    Langkah-langkah ini diharapkan bisa mendorong masyarakat untuk mulai berpikir lebih bijak dalam menggunakan kemasan, bukan hanya saat berkurban, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

    “Mengurangi plastik bukan hanya soal lingkungan. Ini juga tentang cara hidup yang lebih bertanggung jawab,” tutup Sri Wahyuni. (Adv/DiskominfoKaltim)

    Editor: Sukri

    Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 Polusi Plastik Sri Wahyuni
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    MTQN Jadi Ajang Penguatan Pendidikan Al-Qur’an, Kaltim Siap Tampilkan Generasi Berprestasi dan Berakhlak

    September 9, 2026

    Beban Pertahankan Juara Umum, 57 Kafilah Kaltim Jalani TC Sebulan di Jakarta

    Agustus 9, 2026

    Pemprov Hidupkan Kembali Mal Lembuswana, Siapkan Revitalisasi dan Buka Peluang Investor

    Agustus 7, 2026

    Fiskal Tertekan, Belanja Prioritas Daerah Terancam Dikurangi

    Agustus 6, 2026

    Pemerintah Pusat Nunggak Kurang Salur Dana Transfer sekitar Rp2 Triliun, Pemprov Kaltim Siapkan Audiensi ke Kemenkeu

    Agustus 3, 2026

    Kuota Program Umrah Gratis Pemprov Kaltim Turun dari 880 Menjadi 14 Orang

    Juli 13, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Fashion Berbasis Wastra Didorong Jadi Sumber Ekonomi Budaya di Kaltim

    R’syaSeptember 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIV Kalimantan Timur (Kaltim) Titit Lestari…

    Polda Kaltim Tangani 37 Kasus Karhutla, 12 Orang Jadi Tersangka

    September 13, 2026

    Jalan Tanpa Tujuan, Ketika Keluar Rumah Jadi Cara Melepas Penat

    September 13, 2026

    Jalan Cendana Samarinda Pusat Jajanan Murah yang Ramai Diserbu Warga

    September 13, 2026

    Karhutla Dekat APT Pranoto, Penerbangan Tetap Normal

    September 13, 2026
    1 2 3 … 3,338 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.