Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kemerdekaan Jadi Momentum Menghidupkan Kembali Gerakan Pemuda Bontang

    Agustus 16, 2026

    DPRD Minta Pemkot Kejar PAD Rp1,3 Triliun di Tengah Efisiensi

    Agustus 16, 2026

    Paskibraka Samarinda Dikukuhkan, Andi Harun Minta Jaga Kesehatan Jelang Upacara 17 Agustus

    Agustus 16, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kukar»Fokus 1.000 Hari Pertama Kehidupan, Pemkab Kukar Perkuat Penanganan Stunting
    Diskominfo Kukar

    Fokus 1.000 Hari Pertama Kehidupan, Pemkab Kukar Perkuat Penanganan Stunting

    Nur AjijahBy Nur AjijahMei 15, 2025Updated:Mei 16, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Bupati Kukar Edi Damansyah
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Kukar – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus memperkuat komitmennya dalam mencegah dan menangani stunting dengan menitikberatkan intervensi pada fase paling krusial dalam kehidupan anak, yakni 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

    Fase ini mencakup masa sejak anak masih dalam kandungan hingga usia dua tahun, yang dinilai sebagai masa emas sekaligus masa paling rawan dalam tumbuh kembang anak.

    Bupati Kukar Edi Damansyah menegaskan bahwa semua pihak harus memberi perhatian khusus pada fase ini, karena menjadi penentu utama kualitas kesehatan generasi mendatang.

    “Hal utama yang harus menjadi perhatian dalam penanganan stunting adalah 1.000 HPK, yakni mulai anak masih berbentuk janin dalam kandungan hingga dilahirkan sampai anak berusia dua tahun,” ujar Bupati Edi dalam sebuah pertemuan di Tenggarong, Rabu 14 Mei 2025.

    Ia menambahkan, pada periode ini, risiko stunting sangat tinggi, namun juga merupakan waktu terbaik untuk melakukan pencegahan dan koreksi jika dilakukan secara tepat dan konsisten. Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam mencetak generasi sehat, cerdas, dan produktif.

    Komitmen ini mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Berdasarkan data yang dihimpun Pemkab Kukar, prevalensi stunting di wilayah tersebut mengalami penurunan yang signifikan selama tiga tahun terakhir. Dari angka 27,1 persen pada 2022, angka tersebut turun menjadi 17,6 persen pada 2023, dan kembali menyusut menjadi 14,6 persen pada 2024.

    Penurunan ini disebut tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, khususnya para kader posyandu yang telah aktif melakukan edukasi, sosialisasi, serta pelayanan kesehatan dasar di tingkat komunitas.

    Dalam agenda sehari sebelumnya, Bupati Edi meresmikan Posyandu Anggrek Kuning di Desa Sebulu Ulu, Kecamatan Sebulu. Dalam sambutannya, ia kembali menegaskan bahwa keberadaan posyandu merupakan kunci penting dalam upaya deteksi dini dan pencegahan stunting di masyarakat.

    “Posyandu merupakan sarana efektif untuk melakukan deteksi dini terhadap stunting, karena banyak kader yang rutin melakukan edukasi ke masyarakat, sosialisasi, hingga pencegahan terhadap stunting,” ucapnya.

    Ia juga menekankan pentingnya peran aktif pemerintah desa dalam mendukung keberlangsungan layanan posyandu. Bangunan yang representatif dan kader yang aktif harus didukung penuh agar pelayanan kepada masyarakat terus meningkat.

    “Sekarang bangunan posyandu sudah baru, jadi dengan bangunan yang baru ini harus mempunyai semangat yang baru untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Bupati Edi mengingatkan agar tidak ada satu pun posyandu di Kukar yang diabaikan. Ia meminta kepada para kepala desa untuk memberikan perhatian dan alokasi sumber daya yang memadai demi kelangsungan kegiatan pelayanan dasar kesehatan tersebut.

    “Saya tidak ingin mendengar ada posyandu kurang diurus,” tegasnya.

    Bupati juga menyoroti bahwa peran Posyandu tidak hanya sebatas pada pelayanan untuk ibu dan bayi, tetapi juga mencakup layanan kepada balita, remaja, hingga lansia. Hal ini menjadikan posyandu sebagai pilar penting dalam sistem kesehatan berbasis komunitas.

    Periode 1.000 HPK sendiri dikenal dalam dunia kesehatan sebagai “jendela kesempatan” atau window of opportunity, di mana pertumbuhan dan perkembangan anak berlangsung sangat pesat, baik secara fisik, kognitif, maupun emosional. Masa ini dimulai sejak kehamilan (270 hari) hingga anak berusia dua tahun (730 hari).

    Selama periode ini, pemenuhan gizi yang baik, stimulasi psikososial, serta akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas sangat menentukan kualitas hidup anak di masa depan. Karena itu, intervensi gizi dan kesehatan dalam rentang 1.000 HPK dipandang sebagai langkah strategis untuk menekan angka stunting secara berkelanjutan.

    Dengan strategi yang terfokus dan partisipasi aktif masyarakat, Pemkab Kukar optimistis dapat terus menurunkan angka stunting dan membangun fondasi generasi yang lebih sehat dan unggul. Bupati Edi Damansyah pun menutup pesannya dengan ajakan kolaboratif.

    “Keberhasilan ini harus kita jaga dan tingkatkan. Semua pihak, mulai dari pemerintah desa, kader, hingga masyarakat, harus bergerak bersama dalam misi besar menurunkan stunting di Kukar,” pungkasnya. (Adv)

    Bupati Kukar Edi Damansyah Pemkab Kukar Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    BKKBN Kaltim Perkuat Intervensi Non-Nutrisi untuk Tekan Stunting

    Juli 20, 2026

    Lampaui Target Nasional, Stunting di Samarinda Turun Jadi 17,13 Persen

    Juli 14, 2026

    Program MBG Belum Bisa Jadi Tolok Ukur Penurunan Stunting di Samarinda

    Juli 13, 2026

    Cegah Anak Stunting, Kini Periksa Kehamilan Wajib Delapan Kali

    Juli 12, 2026

    Inisiasi Menyusu Dini, Intervensi Tepat Dukung Pertumbuhan Bayi Juga Stunting

    Juli 3, 2026

    Stunting Samarinda Sudah di Bawah Nasional, DPPKB: Tantangan Terbesar Perubahan Perilaku

    Juli 2, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kemerdekaan Jadi Momentum Menghidupkan Kembali Gerakan Pemuda Bontang

    R’syaAgustus 16, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka, tantangan perjuangan bagi generasi muda dinilai…

    DPRD Minta Pemkot Kejar PAD Rp1,3 Triliun di Tengah Efisiensi

    Agustus 16, 2026

    Paskibraka Samarinda Dikukuhkan, Andi Harun Minta Jaga Kesehatan Jelang Upacara 17 Agustus

    Agustus 16, 2026

    Scroll Terus tapi Bosan, Kenapa Kita Tetap Membuka Media Sosial?

    Agustus 15, 2026

    Pemkot Samarinda Siapkan Pengisian Jabatan Kosong Secara Serentak

    Agustus 15, 2026
    1 2 3 … 3,279 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.