Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    BPS: Kaltim Perlu Perkuat Mitigasi Pasokan untuk Jaga Stabilitas Harga

    Juli 16, 2026

    Distribusi LPG Dinilai Lebih Tepat Dikelola Koperasi Merah Putih Ketimbang Bisnis Ritel

    Juli 16, 2026

    Rehabilitasi Sosial Terhadap Anjal dan Gepeng Menyisakan Kendala Karena Sebagian Kembali Turun ke Jalan

    Juli 16, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»DPRD Kaltim Lirik Loa Lepu Jadi Titik Singgah Ekonomi Kerakyatan
    DPRD Kaltim

    DPRD Kaltim Lirik Loa Lepu Jadi Titik Singgah Ekonomi Kerakyatan

    SittiBy SittiJuli 18, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Salehuddin
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Lonjakan lalu lintas di jalur Jongkang–Loa Lepu membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Melihat potensi itu, Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Salehuddin mendorong pengembangan Desa Loa Lepu sebagai kawasan kuliner dan titik singgah strategis bagi pelintas antara Tenggarong dan Samarinda.

    Usulan ini lahir dari aspirasi masyarakat yang melihat geliat ekonomi mulai tumbuh sejak dibukanya jalan tembus Jongkang yang memecah kepadatan arus di jalur utama. Arus kendaraan meningkat tajam, membuka peluang bagi UMKM untuk berkembang di wilayah tersebut.

    “Sejak akses jalan Jongkang tembus ke Samarinda dibuka, frekuensi kendaraan luar biasa. Masyarakat melihat ini sebagai potensi besar, dan mereka menyuarakan keinginan agar kawasan ini dikembangkan,” kata Salehuddin, Senin, 14 Juli 2025.

    Politikus Golkar dari Dapil Kutai Kartanegara (Kukar) ini menilai, pembangunan pusat kuliner di kawasan Loa Lepu tidak sekadar mendukung sektor ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari pemerataan pembangunan di daerah penyangga ibu kota provinsi.

    “Kalau dilihat dari pergerakan kendaraan dan lokasi yang strategis, Loa Lepu sangat cocok dijadikan titik singgah. Ini bisa jadi pemicu pertumbuhan ekonomi desa berbasis masyarakat,” tambahnya.

    Jalur alternatif Jongkang–Loa Lepu dinilai memberikan kenyamanan lebih bagi pengendara dibandingkan jalur lama. Waktu tempuh pun jauh lebih singkat dari sebelumnya satu jam menjadi sekitar 20 menit. Menurut Salehuddin, infrastruktur ini menjadi tulang punggung konektivitas antarwilayah yang mampu menggerakkan roda ekonomi.

    “Pemerintah desa harus bisa menangkap peluang ini. Kalau dimanfaatkan dengan baik, geliat ekonomi berbasis UMKM akan terasa sekali. Apalagi ibu-ibu rumah tangga dan pemuda sekarang banyak bergerak di sektor UMKM,” ujarnya.

    Pusat kuliner yang dimaksud bukan hanya deretan warung, melainkan ruang usaha yang terkelola dengan rapi, dilengkapi fasilitas pendukung dan dikelola oleh masyarakat setempat agar dampak ekonominya merata.

    Selain soal ekonomi, Salehuddin juga menyinggung soal pemecahan beban lalu lintas yang selama ini terpusat di jalur Tenggarong Seberang–Samarinda dan Tenggarong–Loa Janan. Kehadiran jalur baru melalui Loa Lepu terbukti memecah kepadatan dan mempercepat distribusi barang serta mobilitas warga.

    “Transportasi lancar, ekonomi bergerak. Ini prinsip dasar. Sekarang tinggal bagaimana Loa Lepu dikembangkan secara bertahap menjadi kawasan yang produktif,” ucapnya.

    Inisiatif dari pemerintah desa, kerja sama dengan pelaku usaha, dan dukungan teknis dari pemerintah daerah sangat penting agar gagasan ini tidak berhenti hanya sebagai wacana.

    “Saya siap bantu dari sisi kebijakan dan pengawalan anggaran di provinsi. Tapi inisiatif awal harus datang dari bawah, dari desa. Kalau desa bergerak, kita di provinsi tinggal dorong lebih kuat,” pungkasnya.

    Desa loa lepu Ekonomi Salehuddin
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Efisiensi Baru Sebatas Slogan, Pengamat Soroti Belanja dan Fasilitas Pejabat

    Juli 6, 2026

    BPS Kaltim Perbarui Potensi Ekonomi Lewat Sensus Ekonomi 2026

    Juli 3, 2026

    Nilai Impor Turun 63 Persen pada Mei 2026, Surplus Perdagangan Tembus 1,51 Miliar Dolar AS

    Juli 2, 2026

    Hetifah: Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kompas Kebijakan Hadapi Ketidakpastian Global

    Juni 27, 2026

    Pertumbuhan Ekonomi Melambat, Sekda Pastikan Fiskal Kaltim Tetap Kuat

    Juni 25, 2026

    Geliat Pembangunan Ekonomi Domestik, Belum Jadikan Samarinda Sebagai Kota Mandiri

    Juni 23, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    BPS: Kaltim Perlu Perkuat Mitigasi Pasokan untuk Jaga Stabilitas Harga

    R’syaJuli 16, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur (Kaltim) Mas’ud Rifai menilai penguatan…

    Distribusi LPG Dinilai Lebih Tepat Dikelola Koperasi Merah Putih Ketimbang Bisnis Ritel

    Juli 16, 2026

    Rehabilitasi Sosial Terhadap Anjal dan Gepeng Menyisakan Kendala Karena Sebagian Kembali Turun ke Jalan

    Juli 16, 2026

    Tumpang Tindih Kewenangan, Pesantren Berbasis Sekolah Formal Butuh Sinkronisasi Kebijakan Pendidikan

    Juli 16, 2026

    Perkuat Deteksi Dini, Dinkes Samarinda Catat Hingga Mei 2026, Sudah 29 Kematian Akibat AIDS

    Juli 16, 2026
    1 2 3 … 3,218 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.