Insitekaltim, Samarinda – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Samarinda, Supriyanto, menjelaskan, perlambatan ekonomi merupakan kondisi ketika pertumbuhan masih positif, namun tidak setinggi capaian pada periode sebelumnya.
Laju pertumbuhan ekonomi Kota Samarinda pada 2025 tercatat 6,22 persen, lebih rendah dibandingkan 2024 yang mencapai 8,66 persen.
Meski demikian, BPS Samarinda menegaskan, kondisi tersebut bukan berarti ekonomi mengalami penurunan. Melainkan, tetap tumbuh dengan laju yang lebih lambat.
“Kalau dibandingkan dengan provinsi, pertumbuhan ekonomi Samarinda masih cukup bagus. Provinsi sekitar 5,6 persen, sedangkan Samarinda 6,22 persen. Jadi tetap tumbuh, hanya pertumbuhannya tidak secepat tahun sebelumnya,” ujarnya, di Samarinda Selasa, 28 Juli 2026.
Menurutnya, perlambatan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya kebijakan efisiensi anggaran yang membuat ruang belanja pemerintah menjadi lebih terbatas.
Padahal, struktur perekonomian Samarinda sangat bergantung pada sektor konstruksi, perdagangan, transportasi, dan jasa yang selama ini banyak terdorong oleh aktivitas belanja pemerintah serta penyelenggaraan berbagai kegiatan.
“Efisiensi anggaran menyebabkan ruang gerak pemerintah untuk melakukan berbagai program pembangunan menjadi lebih terbatas. Akibatnya sejumlah sektor yang biasanya bergerak karena belanja pemerintah juga ikut melambat,” katanya.
Selain pembangunan fisik, berkurangnya pelaksanaan kegiatan atau event di Samarinda turut memengaruhi perputaran ekonomi.
Menurut Supriyanto, kegiatan berskala regional maupun nasional biasanya memberi dampak berantai terhadap sektor perhotelan, transportasi, kuliner hingga jasa lainnya.
“Ketika event berkurang, tamu yang datang juga berkurang. Akibatnya hotel, transportasi, restoran, hingga pelaku usaha lainnya tidak bergerak secara maksimal. Itu yang kemudian memengaruhi laju pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Meski demikian, ia menilai capaian pertumbuhan ekonomi Samarinda masih tergolong baik karena berada di atas rata-rata Provinsi Kalimantan Timur.
Ke depan, BPS mendorong pemerintah daerah menghadirkan terobosan untuk menjaga perputaran ekonomi, salah satunya melalui kerja sama dengan berbagai pihak dalam menyelenggarakan event yang mampu menarik kunjungan masyarakat dari luar daerah.
“Kalau pengunjung dari Balikpapan, Kukar atau daerah lain datang ke Samarinda, mereka akan menggunakan hotel, transportasi, makan-minum dan jasa lainnya. Itu akan membantu menggerakkan ekonomi di tengah keterbatasan anggaran,” pungkasnya.

