Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Transisi Global Fund, Kaltim Mulai Hitung Kebutuhan Anggaran Penanggulangan HIV/AIDS

    September 23, 2026

    KPK Supervisi Perencanaan APBD Kaltim, Pemprov Siapkan Penyesuaian untuk RAPBD 2027

    September 23, 2026

    Sodetan KM 2 Loa Janan Ulu Terancam Timbulkan Masalah Baru, Sungai Penerima Belum Ditangani

    September 23, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Bontang»DPRD Bontang Usul Pengelolaan Anggaran Stunting Cukup di Dua OPD
    DPRD Bontang

    DPRD Bontang Usul Pengelolaan Anggaran Stunting Cukup di Dua OPD

    AminahBy AminahNovember 7, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang, Heri Keswanto.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Bontang – Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang, Heri Keswanto mengusulkan agar pengelolaan anggaran penanganan stunting difokuskan hanya pada dua organisasi perangkat daerah (OPD), yaitu Dinas Kesehatan (Dinkes) dan kecamatan.

    Usulan ini disampaikan pada rapat kerja yang digelar Selasa (5/11/2024) di Gedung DPRD Bontang, dengan harapan program stunting lebih terukur dan tepat sasaran.

    Saat ini, anggaran penanganan stunting di Kota Bontang mencapai Rp3 miliar dan tersebar di sembilan OPD, termasuk di antaranya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Keluarga Berencana (KB), dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). Menurut Heri, penyebaran ini membuat hasil program kurang optimal dan menyulitkan evaluasi.

    “Kalau bisa, anggaran stunting ini cukup difokuskan di Dinas Kesehatan dan kecamatan. Dengan begitu, lebih mudah untuk memantau capaian dan kemajuannya,” kata Heri.

    Heri menambahkan bahwa keterlibatan terlalu banyak OPD justru menimbulkan hambatan dalam koordinasi dan sinkronisasi program, karena masing-masing OPD cenderung memiliki prioritas dan pendekatan yang berbeda.

    “Seandainya hanya Dinas Kesehatan dan kecamatan yang bertanggung jawab, kita bisa tahu takaran penyelesaiannya. Kalau ini tersebar, masing-masing OPD punya pemikiran dan cara sendiri, jadi tidak sinkron,” tegasnya.

    Politikus dari Partai Gerindra itu mencontohkan penanganan pandemi Covid-19 sebagai referensi. Saat itu, hanya beberapa OPD yang dilibatkan, sehingga hasil penanganannya segera terlihat dan berjalan lebih terfokus. Heri yakin bahwa pola serupa dapat diterapkan pada program stunting dengan menyederhanakan jumlah OPD yang terlibat.

    “Kita belajar dari Covid-19, hanya beberapa OPD saja yang fokus dan akhirnya bisa selesai cepat. Kalau stunting, cukup Dinas Kesehatan yang fokus masalah gizi dan kesehatan, sementara kecamatan menangani infrastruktur dasar seperti sanitasi,” jelasnya.

    Dengan mengurangi jumlah OPD yang terlibat, masing-masing dinas dapat lebih fokus pada tugas pokok dan fungsi (tupoksi) mereka tanpa terbebani program lain. Menurutnya, ini akan membuat OPD-OPD lain dapat menjalankan peran utama masing-masing secara lebih optimal.

    “Bukan susah menghadirkan mereka. Mengumpulkan mereka mudah, tapi kita tidak tahu persentase kinerja mereka seperti apa. Karena masing-masing punya pemikiran sendiri. Jadinya OPD-OPD tidak sinkron,” tambahnya.

    Dinkes Kota Bontang DPRD Bontang Heri Keswanto Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Wahyu Hernaningsih Dorong Perempuan Kaltim Kelola Emosi dan Kesehatan Mental, Bidik Zero Stunting

    Agustus 18, 2026

    BKKBN Kaltim Perkuat Intervensi Non-Nutrisi untuk Tekan Stunting

    Juli 20, 2026

    Lampaui Target Nasional, Stunting di Samarinda Turun Jadi 17,13 Persen

    Juli 14, 2026

    Program MBG Belum Bisa Jadi Tolok Ukur Penurunan Stunting di Samarinda

    Juli 13, 2026

    Cegah Anak Stunting, Kini Periksa Kehamilan Wajib Delapan Kali

    Juli 12, 2026

    Inisiasi Menyusu Dini, Intervensi Tepat Dukung Pertumbuhan Bayi Juga Stunting

    Juli 3, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Transisi Global Fund, Kaltim Mulai Hitung Kebutuhan Anggaran Penanggulangan HIV/AIDS

    AminahSeptember 23, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Keberlanjutan penanggulangan HIV/AIDS di Kalimantan Timur (Kaltim) mulai menghadapi persoalan pembiayaan seiring…

    KPK Supervisi Perencanaan APBD Kaltim, Pemprov Siapkan Penyesuaian untuk RAPBD 2027

    September 23, 2026

    Sodetan KM 2 Loa Janan Ulu Terancam Timbulkan Masalah Baru, Sungai Penerima Belum Ditangani

    September 23, 2026

    SK Nomor Tanding Terbit, Samarinda Masih Menanti THB Porprov 2026

    September 23, 2026

    Disdikbud Samarinda Ingatkan Orang Tua Tak Ganggu Anak Saat PJJ

    September 23, 2026
    1 2 3 … 3,360 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.