Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemprov Kaltim Siapkan 250 Hektare Lahan di Teluk Balikpapan Guna Tambah PAD

    Agustus 8, 2026

    RS Primecare Samarinda Resmi Beroperasi, 95 Persen Tenaga Kerja Warga Lokal

    Agustus 8, 2026

    Politik Tak Cukup Andalkan Momentum Pemilu, Kepercayaan Publik Harus Dibangun

    Agustus 8, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Bontang»DPRD Bontang Dorong Optimalisasi CSR untuk Tekan Angka Stunting
    DPRD Bontang

    DPRD Bontang Dorong Optimalisasi CSR untuk Tekan Angka Stunting

    SittiBy SittiOktober 30, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi A DPRD Bontang, Muhammad Yusuf.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Bontang – Anggota Komisi A DPRD Bontang Muhammad Yusuf melihat adanya peluang besar dalam program corporate social responsibility (CSR) perusahaan-perusahaan di Bontang untuk mendukung Program Makanan Tambahan (PMT).

    Menurut Yusuf, jika dikelola dengan baik, CSR dari berbagai perusahaan bisa menjadi solusi berkelanjutan dalam upaya menurunkan angka stunting di wilayah tersebut.

    Saat ini, program PMT di Bontang memang sudah berjalan, namun bantuan dari CSR masih terbatas hanya untuk tiga bulan. Padahal, masalah stunting memerlukan dukungan yang lebih panjang agar bisa benar-benar menekan angka kasus secara efektif.

    Yusuf mengusulkan agar program CSR di Bontang bisa diarahkan secara lebih terkoordinasi. Dengan begitu, masing-masing perusahaan memiliki fokus bantuan yang berbeda dan saling melengkapi, seperti misalnya perusahaan tertentu mendukung sektor kesehatan ibu hamil, sementara perusahaan lain mendukung pemeriksaan anak pasca kelahiran.

    “Anggaplah seperti ini, PT Badak fokus mendukung program kesehatan tertentu, sedangkan Indominco membantu sektor lainnya. Dengan pembagian yang jelas, kita bisa mengatasi stunting dengan lebih baik,” kata Yusuf dalam keterangannya beberapa hari lalu.

    Stunting di Bontang muncul dari berbagai faktor, mulai dari masalah ekonomi, kesadaran masyarakat akan usia pernikahan ideal, hingga kondisi lingkungan yang belum memadai. Ia juga menyebutkan bahwa peningkatan kesadaran masyarakat penting untuk mendukung keberhasilan program ini, terutama di kalangan orang tua.

    “Stunting itu ada banyak penyebabnya, mulai dari ekonomi, nikah di usia dini, sampai dengan faktor lingkungan. Kalau keluarga bisa menjaga kesehatannya dengan baik, itu juga akan berdampak positif bagi anak-anak kita,” ungkap Yusuf.

    Selain pengelolaan CSR, Yusuf juga melihat bahwa koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Bontang masih menjadi tantangan tersendiri. Dalam beberapa kesempatan, ia merasa program yang dicanangkan oleh pemerintah sering kali tersendat karena sinergi antar-OPD yang kurang solid.

    Bahkan, dalam rapat dengar pendapat (RDP) mengenai stunting, Yusuf menyebut bahwa pimpinan OPD kadang tidak hadir, sehingga pembahasan terhambat.

    “Waktu kita undang Kadinkes untuk rapat dengar pendapat, yang datang malah kepala bidang, bukan yang memegang kebijakan. Jadi, pembahasan tidak maksimal,” ujar Yusuf, sembari menambahkan bahwa keterlibatan aktif OPD akan berdampak besar pada keberhasilan program stunting.

    DPRD sendiri, lanjutnya, selalu siap mendukung upaya penurunan stunting jika OPD menunjukkan komitmen penuh dalam menjalankan tugasnya. Yusuf merasa bahwa jika tiap OPD benar-benar serius dan optimal, program ini akan lebih mudah untuk dijalankan.

    CSR DPRD Bontang Muhammad Yusuf Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    BKKBN Kaltim Perkuat Intervensi Non-Nutrisi untuk Tekan Stunting

    Juli 20, 2026

    Lampaui Target Nasional, Stunting di Samarinda Turun Jadi 17,13 Persen

    Juli 14, 2026

    Program MBG Belum Bisa Jadi Tolok Ukur Penurunan Stunting di Samarinda

    Juli 13, 2026

    Cegah Anak Stunting, Kini Periksa Kehamilan Wajib Delapan Kali

    Juli 12, 2026

    Inisiasi Menyusu Dini, Intervensi Tepat Dukung Pertumbuhan Bayi Juga Stunting

    Juli 3, 2026

    Stunting Samarinda Sudah di Bawah Nasional, DPPKB: Tantangan Terbesar Perubahan Perilaku

    Juli 2, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemprov Kaltim Siapkan 250 Hektare Lahan di Teluk Balikpapan Guna Tambah PAD

    R’syaAgustus 8, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud mengatakan lahan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov)…

    RS Primecare Samarinda Resmi Beroperasi, 95 Persen Tenaga Kerja Warga Lokal

    Agustus 8, 2026

    Politik Tak Cukup Andalkan Momentum Pemilu, Kepercayaan Publik Harus Dibangun

    Agustus 8, 2026

    Tak Harus Serba Merah-Putih, Begini Cara Tampil Stylish Saat 17-an

    Agustus 8, 2026

    Andi Harun Dorong Pilkada Samarinda Tanpa Politik Uang, Utamakan Kualitas dan Integritas

    Agustus 8, 2026
    1 2 3 … 3,266 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.