Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Efisiensi Anggaran Jadi Pemicu Pertumbuhan Ekonomi Samarinda Melambat ke 6,22 Persen

    July 27, 2026

    Pemprov Kaltim Pasang CCTV, Untuk Pantau Pencurian MCB dan Kabel di Jembatan Mahulu

    July 27, 2026

    Disdukcapil Kaltim Ingatkan Maraknya Modus Penipuan Berkedok Aktivasi IKD

    July 27, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Pemkot Samarinda»DLH Minta Mie Gacoan Bangun IPAL Baru, Limbah Minyak Dinilai Berpotensi Cemari Drainase
    Pemkot Samarinda

    DLH Minta Mie Gacoan Bangun IPAL Baru, Limbah Minyak Dinilai Berpotensi Cemari Drainase

    RidhoBy RidhoMarch 5, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (P2KLH) DLH Kota Samarinda, Agus Mariyanto sesuai melakukan peninjauan (Insitekaltim/Ridho Wardhana)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda menyoroti pengelolaan limbah cair di salah satu gerai Mie Gacoan setelah adanya laporan masyarakat terkait dugaan pembuangan limbah yang bercampur minyak dan lemak ke saluran drainase.

    Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (P2KLH) DLH Samarinda Agus Mariyanto mengatakan, dari sisi perizinan lingkungan, usaha tersebut saat ini hanya memiliki dokumen Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan (SPPL).

    Menurutnya, dokumen tersebut berbeda dengan dokumen lingkungan yang lebih lengkap seperti UKL-UPL maupun AMDAL yang memiliki kewajiban pemantauan lebih rinci.

    “Kalau izin lingkungan yang dimiliki saat ini hanya SPPL. Jadi memang tidak ada kewajiban pemantauan secara detail seperti pada dokumen UKL-UPL atau AMDAL, tetapi pengelola tetap wajib menangani limbah yang dihasilkan,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, persoalan utama yang menjadi perhatian DLH adalah proses pengolahan air limbah yang dinilai belum optimal. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, air limbah dari aktivitas dapur masih bercampur dengan minyak dan lemak.

    Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan jika tidak melalui proses pengolahan terlebih dahulu sebelum dialirkan ke saluran air.

    “Air limbah yang ada masih bercampur dengan minyak dan lemak. Seharusnya ada proses pemisahan antara minyak, lemak, dan air limbah sebelum dibuang,” jelasnya.

    DLH juga menilai fasilitas yang disebut sebagai Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di lokasi usaha tersebut belum memenuhi standar pengolahan limbah. Fasilitas yang ada saat ini disebut hanya berupa kolam penampungan sementara.

    Karena itu, pihak DLH meminta pengelola menutup saluran pembuangan yang langsung terhubung ke drainase serta melakukan penyedotan limbah secara berkala sebagai langkah penanganan sementara.

    “Yang ada sekarang sebenarnya hanya kolam penampungan. Jadi kami sarankan saluran itu ditutup dan limbahnya disedot agar tidak langsung mengalir ke parit,” tegasnya.

    Selain itu, DLH juga telah memanggil manajemen pusat Mie Gacoan untuk membahas perbaikan sistem pengolahan limbah di seluruh cabang usaha tersebut.

    Dalam pertemuan tersebut, pihak manajemen menyampaikan komitmen untuk membangun instalasi pengolahan air limbah yang baru guna memperbaiki sistem pengelolaan limbah.

    “Mereka menyampaikan akan membangun IPAL baru, tetapi tentu membutuhkan waktu. Targetnya sekitar bulan Juni sudah bisa direalisasikan,” katanya.

    DLH menegaskan, dalam jangka pendek pengelola diminta rutin melakukan penyedotan limbah dan memastikan tidak ada lagi pembuangan langsung ke saluran drainase. Sementara itu, pembangunan IPAL baru diharapkan menjadi solusi jangka panjang agar pengolahan limbah lebih optimal dan tidak mencemari lingkungan di sekitar kawasan usaha.

     

    Agus Mariyanto Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DLH Samarinda Limbah Mie Gacoan
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    APBD Jadi Batu Sandungan, Kenaikan Gaji Ribuan Pasukan Kuning Samarinda Belum Pasti

    July 9, 2026

    Nunggak Proyek 2025, DLH Samarinda Tersangkut Utang Rp8,4 Miliar

    July 8, 2026

    PT PSB Hanya Kirim Kuasa Hukum, Komisi IV DPRD Kaltim Tunda Pembahasan Hasil Supervisi

    June 29, 2026

    Supervisi DPRD Kaltim Temukan Dugaan Pengelolaan Limbah PT PSB Tak Sesuai Dokumen Lingkungan

    June 29, 2026

    Polemik Parkir Mie Gacoan Memanas, DPRD Minta Pengusaha Lokal Dibina Bukan Disingkirkan

    June 23, 2026

    Tekan Risiko Stunting, Wawali Samarinda Soroti Pentingnya Edukasi Calon Pengantin

    June 8, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Efisiensi Anggaran Jadi Pemicu Pertumbuhan Ekonomi Samarinda Melambat ke 6,22 Persen

    Nur AjijahJuly 27, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda mencatat laju pertumbuhan ekonomi 2025, berada di…

    Pemprov Kaltim Pasang CCTV, Untuk Pantau Pencurian MCB dan Kabel di Jembatan Mahulu

    July 27, 2026

    Disdukcapil Kaltim Ingatkan Maraknya Modus Penipuan Berkedok Aktivasi IKD

    July 27, 2026

    Dua Wakil Indonesia Siap Bersaing di Srikandi Merdeka Cup 2026

    July 27, 2026

    BPBD Kaltim Gandeng Dunia Usaha Percepat Pemulihan Pascabencana

    July 27, 2026
    1 2 3 … 3,242 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.