Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Angkutan Umum Samarinda Ditargetkan Beroperasi April 2027, Ini Dua Rute Disiapkan

    November 2, 2026

    Grand City Samarinda Pastikan Jalan Tetap Dibuka 24 Jam, Delapan Kesepakatan Diklaim Terpenuhi

    November 2, 2026

    DPRD Samarinda Soroti Pengembangan Perumahan Grand City, Minta Pengembang Mitigasi Banjir

    November 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Dishub Siapkan Perluasan Pembatasan Isi Pertalite Untuk Kendaraan Roda Empat di Sejumlah SPBU
    Pemerintah

    Dishub Siapkan Perluasan Pembatasan Isi Pertalite Untuk Kendaraan Roda Empat di Sejumlah SPBU

    IraBy IraJuli 31, 2026Updated:Oktober 5, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kendaraan roda empat dilarang isi Pertalite di SPBU Kadrie Oening (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kebijakan pembatasan pembelian BBM subsidi jenis Pertalite, bagi kendaraan roda empat di sejumlah SPBU, oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda berencana memperluas pembatasan pembeliannya.

    Didasarkan pada prinsip, bahwa BBM subsidi seharusnya lebih diprioritaskan bagi masyarakat pengguna sepeda motor dibanding kendaraan roda empat.

    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan, penanganan antrean tidak cukup dilakukan melalui penertiban di lapangan.

    Menurutnya, pengaturan harus dimulai dari hulu, yakni dengan mengendalikan lokasi penjualan BBM subsidi.

    “Kalau sudah di hilir, sudah di lapangan, sulit ditertibkan. Maka kita atur dari hulunya,” ujarnya.

    Saat ini, pembatasan pengisian Pertalite untuk kendaraan roda empat telah diterapkan di SPBU Kadrie Oening dan dua SPBU di kawasan Juanda.

    Di lokasi tersebut, Pertalite hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua.

    Menurut Hotmarulitua, kebijakan tersebut didasarkan pada prinsip, bahwa BBM subsidi seharusnya lebih diprioritaskan bagi masyarakat pengguna sepeda motor dibanding kendaraan roda empat.

    “Kalau kita berpikir penggunaan subsidi, lebih baik diprioritaskan untuk roda dua. Karena itu kami fokus Pertalite untuk roda dua, sedangkan roda empat diarahkan ke SPBU lain,” katanya.

    Ke depan, Dishub mengusulkan penambahan SPBU yang menerapkan pembatasan serupa, di antaranya SPBU Kusuma Bangsa, Selamet Riyadi, PM Noor, dan Wahid Hasyim.

    Usulan tersebut muncul, setelah banyak keluhan masyarakat terkait antrean kendaraan roda empat yang mengganggu aktivitas usaha di sekitar SPBU.

    “Kami menerima laporan antrean kendaraan roda empat sampai menutup akses toko-toko di sekitar SPBU. Itu yang menjadi pertimbangan,” ungkapnya.

    Meski demikian, Hotmarulitua menegaskan usulan tersebut belum menjadi kebijakan final. Pemerintah Kota masih akan membahasnya melalui forum diskusi bersama berbagai pemangku kepentingan di tingkat kota sebelum dibawa ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebagai bagian dari usulan penyaluran BBM subsidi tahun 2027.

    “Kami akan FGD dulu di tingkat kota, lalu paralel dengan provinsi. Nanti provinsi yang menyampaikan ke BPH Migas, karena penetapan kuota tetap menjadi kewenangan BPH Migas,” jelasnya.

    Selain pembatasan lokasi penjualan, Dishub juga menyiapkan integrasi data kendaraan dengan sistem pengujian kendaraan bermotor (KIR) untuk pembelian Biosolar.

    Sementara untuk pembelian Pertalite kendaraan roda empat, verifikasi direncanakan mengacu pada status pembayaran pajak kendaraan.

    Hotmarulitua menilai, semakin terbatas SPBU yang melayani penjualan Pertalite bagi kendaraan roda empat, semakin kecil pula peluang penyalahgunaan BBM subsidi, termasuk praktik pembelian untuk dijual kembali secara eceran.

    “Kalau ruang lingkup penjualan Pertalite diperkecil, otomatis potensi penyalahgunaan juga ikut berkurang,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Angkutan Umum Samarinda Ditargetkan Beroperasi April 2027, Ini Dua Rute Disiapkan

    November 2, 2026

    BMKG Catat 45 Hari Tanpa Hujan di Kukar, Ini Prakiraan Awal November

    November 2, 2026

    Tak Terima Dana Tunai, Samarinda Bakal Kebagian Peralatan hingga BBM dari Banpres Karhutla

    November 2, 2026

    Pemprov Kaltim Matangkan Tata Kelola Sangkulirang-Mangkalihat

    Oktober 30, 2026

    Bantuan untuk Warga Miskin Kaltim Perlu Disesuaikan dengan Mata Pencaharian

    Oktober 29, 2026

    DLH Kaltim Kejar Sinkronisasi KLHS dan Revisi RTRW

    Oktober 29, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Angkutan Umum Samarinda Ditargetkan Beroperasi April 2027, Ini Dua Rute Disiapkan

    AminahNovember 2, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Warga Samarinda ditargetkan mulai memiliki pilihan angkutan umum baru pada 1 April…

    Grand City Samarinda Pastikan Jalan Tetap Dibuka 24 Jam, Delapan Kesepakatan Diklaim Terpenuhi

    November 2, 2026

    DPRD Samarinda Soroti Pengembangan Perumahan Grand City, Minta Pengembang Mitigasi Banjir

    November 2, 2026

    Karhutla Samarinda Belum Mereda, 347 Kejadian Tercatat hingga Awal November

    November 2, 2026

    BMKG Catat 45 Hari Tanpa Hujan di Kukar, Ini Prakiraan Awal November

    November 2, 2026
    1 2 3 … 3,422 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.