Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pendidikan Jangan Hanya Andalkan Hafalan, Siswa Harus Dilatih Berkolaborasi

    Agustus 15, 2026

    Supardi Sebut Kaltim Jadi Penugasan Paling Berkesan dalam Kariernya

    Agustus 14, 2026

    Efisiensi Jadi Landasan RAPBD 2027 Samarinda, Belanja Tak Prioritas Ditunda

    Agustus 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Disdag Ultimatum: Pedagang Pasar Pagi, Agustus Seluruh Kios Harus Sudah Ditempati
    Ekonomi

    Disdag Ultimatum: Pedagang Pasar Pagi, Agustus Seluruh Kios Harus Sudah Ditempati

    Nur AjijahBy Nur AjijahJuni 25, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Pasar Pagi Samarinda (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Untuk menghidupkan aktivitas perdagangan di pasar, yang hingga kini masih dikeluhkan sejumlah pedagang karena sepinya pengunjung dan masih banyaknya kios yang belum beroperasi.

    Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, memberikan batas waktu hingga Agustus 2026 bagi para pedagang. Untuk mulai menempati kios dan lapak, yang telah dibagikan di Pasar Pagi yang baru direvitalisasi.

    Kepala Dinas Perdagangan Samarinda, Nurrahmani, mengatakan, pihaknya akan lebih dulu melakukan sosialisasi dan pengumuman. kepada para pemegang kios agar segera menempati lokasi yang telah diberikan.

    “Karena sesuai perjanjian penggunaan kios, tiga bulan setelah ditandatangani mereka sudah harus masuk dan berjualan di situ. Perlu diketahui, kios itu bukan untuk investasi, tetapi untuk kegiatan ekonomi,” kata Nurrahmani, Selasa, 22 Juni 2026.

    Menurutnya, kondisi pasar yang belum terisi penuh. Ini menjadi salah satu penyebab, aktivitas jual beli belum berjalan optimal. Banyak pedagang masih memilih menunggu pasar ramai terlebih dahulu sebelum membuka usaha.

    “Psikologi pedagang biasanya menunggu ramai dulu baru mau masuk. Kalau saling menunggu seperti itu, tentu tidak ada titik temunya,” ujarnya.

    Data Disdag menunjukkan sekitar 2.500 kios dan lapak telah dibagikan kepada pedagang. Namun dari jumlah tersebut, sekitar 1.500 unit masih belum ditempati meskipun telah memiliki pemilik.

    Sementara itu, lapak yang benar-benar tersisa dan belum teralokasi hanya sekitar 10 unit.

    “Kami sudah memberikan ultimatum sampai Agustus harus sudah ditempati. Kalau tidak, akan ada langkah lanjutan. Bisa saja dikembalikan ke pemerintah daerah untuk diberikan kepada pedagang lain yang memang serius ingin berjualan,” tegasnya.

    Selain mendorong pengisian kios, Disdag juga menyiapkan sejumlah langkah. Untuk meningkatkan aktivitas di Pasar Pagi. Di antaranya melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan yang dapat menarik kunjungan masyarakat, seperti bazar maupun kegiatan komunitas.

    Namun demikian, Nurrahmani mengakui upaya tersebut akan lebih efektif jika seluruh area pasar telah terisi.

    “Kalau orang datang mencari barang tapi tidak tersedia karena pedagang belum masuk Tentu itu juga menjadi persoalan. Jadi memang harus berjalan bersama-sama,” katanya.

    Terkait keluhan pedagang yang sebelumnya berjualan di koridor dan area ruang publik, Disdag mengklaim kondisi tersebut mulai tertib setelah dilakukan penataan dan pemberian surat peringatan.

    “Yang berjualan di bawah tangga sudah tidak ada lagi. Kami juga masih terus berdiskusi dengan pedagang terkait pemanfaatan ruang publik yang mereka inginkan,” ujarnya.

    Di sisi lain, sejumlah persoalan pendukung juga masih menjadi perhatian, termasuk kebutuhan listrik dan penanganan tempias air hujan yang masuk ke dalam bangunan pasar.

    Untuk penanganan tempias, Nurrahmani menjelaskan kewenangan pembangunan berada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), sementara Disdag hanya memberikan masukan dari sisi kebutuhan pedagang.

    “Terkait desain dan dampaknya terhadap pedagang kami memberikan masukan. Tetapi untuk pembangunan dan penganggarannya menjadi kewenangan PUPR,” jelasnya.

    Sedangkan mengenai kebutuhan listrik di Pasar Pagi, Disdag berencana melakukan pembahasan lanjutan bersama Pemerintah Kota Samarinda dan PLN.

    Nurrahmani juga tidak menutup kemungkinan, adanya penambahan fasilitas seperti eskalator di masa mendatang. Namun, menurutnya, wacana tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut.

    “Memang ada wacana penambahan eskalator, tetapi sampai sekarang belum dibicarakan lebih lanjut,” pungkasnya.

     

    Disdag Samarinda Nurrahmani Pasar Pagi Pasar Pagi Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    Kaltim Kejar Swasembada Beras, Capaian Pangan Naik dari 30 Persen Jadi 58 Persen

    Agustus 14, 2026

    APBD Samarinda 2025 Dipatok Rp3,4 Triliun, Pemkot Fokus Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur

    Agustus 14, 2026

    Juli 2026 Uang Primer Tumbuh 17,1 Persen, Capai Rp2.254,5 Triliun

    Agustus 13, 2026

    Daya Beli Belum Pulih, Andi Harun Pastikan PBB Samarinda Tak Dinaikkan

    Agustus 12, 2026

    Andi Harun Bocorkan Rancangan APBD Samarinda 2027: Diproyeksi Rp3,3 Triliun, Efisiensi Tetap Jalan

    Agustus 12, 2026

    BAZNAS Kaltim Himpun Rp19,05 Miliar hingga Juli 2026, Zakat Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Mustahik

    Agustus 11, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pendidikan Jangan Hanya Andalkan Hafalan, Siswa Harus Dilatih Berkolaborasi

    R’syaAgustus 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun meminta dunia pendidikan tidak hanya berorientasi pada…

    Supardi Sebut Kaltim Jadi Penugasan Paling Berkesan dalam Kariernya

    Agustus 14, 2026

    Efisiensi Jadi Landasan RAPBD 2027 Samarinda, Belanja Tak Prioritas Ditunda

    Agustus 14, 2026

    Kaltim Kejar Swasembada Beras, Capaian Pangan Naik dari 30 Persen Jadi 58 Persen

    Agustus 14, 2026

    Skirining Jadi Kekuatan Pemerintah Kota Samarinda Percepat Jaring Penderita HIV

    Agustus 14, 2026
    1 2 3 … 3,278 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.