Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pasca Iduladha, Harga Minyak Goreng dan Bawang Naik, Telur Justru Turun di Pasar Segiri

    Juni 8, 2026

    Diminati Anak Muda, Padel Dinilai Masih Menjadi Olahraga Kalangan Tertentu

    Juni 8, 2026

    Buka di Samarinda, W Superclub Terancam Disidak Jika Tak Penuhi Standar Keselamatan

    Juni 8, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Olahraga»Diminati Anak Muda, Padel Dinilai Masih Menjadi Olahraga Kalangan Tertentu
    Olahraga

    Diminati Anak Muda, Padel Dinilai Masih Menjadi Olahraga Kalangan Tertentu

    R’syaBy R’syaJuni 8, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Riand ketika mencoba olahraga padel pertama kalinya bersama teman-teman (Insitekaltim/R’sya)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Tingginya biaya bermain padel dinilai masih menjadi tantangan bagi perkembangan olahraga tersebut di Samarinda. Riand, seorang pekerja muda yang baru pertama kali mencoba padel mengatakan olahraga yang tengah tren itu belum sepenuhnya dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

    Sebagai informasi, biaya sewa lapangan padel di Samarinda saat ini berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp300 ribu per jam, tergantung lokasi dan waktu bermain.

    “Tarif padel masih relatif tinggi dibanding sejumlah olahraga rekreasi lainnya,” ujarnya di Samarinda, Senin, 8 Juni 2026.

    Ia memperkirakan biaya bermain padel dapat menjadi lebih terjangkau di masa mendatang apabila jumlah lapangan terus bertambah dan persaingan antarpenyedia fasilitas semakin meningkat.

    “Kemungkinan jika sudah lama dan banyak lapangan-lapangan padel lainnya, harga bisa dipertimbangkan agar lebih terjangkau,” tuturnya.

    Ia menceritakan dirinya baru pertama kali mencoba padel pada Sabtu 6 Juni 2026, setelah diajak oleh seorang teman. Sebelumnya, Riand lebih sering berolahraga sepak bola. Saat pertama kali bermain, dirinya merasakan olahraga tersebut cukup menguras tenaga karena belum memahami sistem permainan secara menyeluruh. Namun, ia menyebut teknik dasar padel tidak terlalu sulit dipelajari oleh pemula.

    “Kalau sudah tahu sistem permainannya, menurut saya tidak sulit,” ungkapnya.

    Meski menganggap biaya bermain masih cukup tinggi, Riand menilai fasilitas yang tersedia di tempat ia bermain cukup sebanding dengan harga yang dibayarkan. Selain lapangan dan raket, pengelola juga menyediakan fasilitas pendukung seperti kamar mandi lengkap dan kedai kopi.

    “Menurut saya layak saja dengan harga yang sekarang karena fasilitasnya cukup lengkap. Tetapi tidak menutup kemungkinan untuk kalangan menengah harga ini masih belum terjangkau,” terangnya.

    Popularitas padel saat ini, lanjutnya, tidak lepas dari tren yang sedang berkembang di masyarakat. Ia bahkan menyebut olahraga padel berpotensi mengalami penurunan popularitas ketika muncul tren olahraga baru di kemudian hari.

    Karena itu, ia belum yakin padel dapat menjadi alternatif olahraga utama bagi masyarakat Samarinda dalam jangka panjang. Selain faktor biaya, pemahaman terhadap sistem permainan juga menjadi tantangan tersendiri bagi pemain baru.

    Pria berusia 24 tahun itu pun tak menutup kemungkinan untuk kembali bermain padel. Baginya, olahraga tersebut dapat menjadi sarana untuk menambah relasi sekaligus memperluas pengetahuan mengenai cabang olahraga yang sedang berkembang.

    “Kalau main lagi, mungkin untuk menambah relasi dan pengetahuan tentang olahraga padel,” pungkasnya.

    lifestyle Olahraga Padel
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    Bukan Musuhan, Banyak Orang Kini Memilih Mengurangi Lingkaran Pertemanan

    Juni 7, 2026

    Minimalis dan Personal Kian Diminati, Gen Z Mulai Tinggalkan Cincin Nikah Model Klasik

    Juni 7, 2026

    Belum Tanding Tapi Sudah Panas: Cara BYON Combat Bikin Penonton Penasaran

    Juni 7, 2026

    Manfaatkan Akhir Pekan, Ana Rutin Joging Jaga Kebugaran

    Juni 6, 2026

    Kondisi Rupiah Melemah, Work From Cafe Masih Jadi Pilihan Pekerja Muda

    Juni 5, 2026

    Tantang Nyali di Alam Liar, Canyoneering Muncul sebagai Tren Olahraga Baru Anak Muda

    Juni 5, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pasca Iduladha, Harga Minyak Goreng dan Bawang Naik, Telur Justru Turun di Pasar Segiri

    Nur AjijahJuni 8, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Harga minyak goreng dan bawang, pasca Iduladha terpantau mengalami kenaikan. Sementara telur justru…

    Diminati Anak Muda, Padel Dinilai Masih Menjadi Olahraga Kalangan Tertentu

    Juni 8, 2026

    Buka di Samarinda, W Superclub Terancam Disidak Jika Tak Penuhi Standar Keselamatan

    Juni 8, 2026

    Tekan Risiko Stunting, Wawali Samarinda Soroti Pentingnya Edukasi Calon Pengantin

    Juni 8, 2026

    Tak Mau Ujuk-Ujuk Maju, Helmi Akan Bangun Mesin Politik hingga Tingkat RT

    Juni 8, 2026
    1 2 3 … 3,129 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.