Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pendapatan Kaltim Turun Rp883 Miliar, APBD Perubahan 2026 Disepakati Rp14,33 Triliun

    September 30, 2026

    Penggiat Reklame Keluhkan Perizinan, Pansus Raperda Reklame Samarinda Siap Tindaklanjuti

    September 30, 2026

    BPSDM Kaltim Dorong Gaya Kepemimpinan yang Lebih Peka terhadap Psikologi ASN

    September 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Olahraga»Diminati Anak Muda, Padel Dinilai Masih Menjadi Olahraga Kalangan Tertentu
    Olahraga

    Diminati Anak Muda, Padel Dinilai Masih Menjadi Olahraga Kalangan Tertentu

    R’syaBy R’syaJuni 8, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Riand ketika mencoba olahraga padel pertama kalinya bersama teman-teman (Insitekaltim/R’sya)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Tingginya biaya bermain padel dinilai masih menjadi tantangan bagi perkembangan olahraga tersebut di Samarinda. Riand, seorang pekerja muda yang baru pertama kali mencoba padel mengatakan olahraga yang tengah tren itu belum sepenuhnya dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

    Sebagai informasi, biaya sewa lapangan padel di Samarinda saat ini berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp300 ribu per jam, tergantung lokasi dan waktu bermain.

    “Tarif padel masih relatif tinggi dibanding sejumlah olahraga rekreasi lainnya,” ujarnya di Samarinda, Senin, 8 Juni 2026.

    Ia memperkirakan biaya bermain padel dapat menjadi lebih terjangkau di masa mendatang apabila jumlah lapangan terus bertambah dan persaingan antarpenyedia fasilitas semakin meningkat.

    “Kemungkinan jika sudah lama dan banyak lapangan-lapangan padel lainnya, harga bisa dipertimbangkan agar lebih terjangkau,” tuturnya.

    Ia menceritakan dirinya baru pertama kali mencoba padel pada Sabtu 6 Juni 2026, setelah diajak oleh seorang teman. Sebelumnya, Riand lebih sering berolahraga sepak bola. Saat pertama kali bermain, dirinya merasakan olahraga tersebut cukup menguras tenaga karena belum memahami sistem permainan secara menyeluruh. Namun, ia menyebut teknik dasar padel tidak terlalu sulit dipelajari oleh pemula.

    “Kalau sudah tahu sistem permainannya, menurut saya tidak sulit,” ungkapnya.

    Meski menganggap biaya bermain masih cukup tinggi, Riand menilai fasilitas yang tersedia di tempat ia bermain cukup sebanding dengan harga yang dibayarkan. Selain lapangan dan raket, pengelola juga menyediakan fasilitas pendukung seperti kamar mandi lengkap dan kedai kopi.

    “Menurut saya layak saja dengan harga yang sekarang karena fasilitasnya cukup lengkap. Tetapi tidak menutup kemungkinan untuk kalangan menengah harga ini masih belum terjangkau,” terangnya.

    Popularitas padel saat ini, lanjutnya, tidak lepas dari tren yang sedang berkembang di masyarakat. Ia bahkan menyebut olahraga padel berpotensi mengalami penurunan popularitas ketika muncul tren olahraga baru di kemudian hari.

    Karena itu, ia belum yakin padel dapat menjadi alternatif olahraga utama bagi masyarakat Samarinda dalam jangka panjang. Selain faktor biaya, pemahaman terhadap sistem permainan juga menjadi tantangan tersendiri bagi pemain baru.

    Pria berusia 24 tahun itu pun tak menutup kemungkinan untuk kembali bermain padel. Baginya, olahraga tersebut dapat menjadi sarana untuk menambah relasi sekaligus memperluas pengetahuan mengenai cabang olahraga yang sedang berkembang.

    “Kalau main lagi, mungkin untuk menambah relasi dan pengetahuan tentang olahraga padel,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    Porprov Kaltim Tinggal 50 Hari, Dispora Minta THB Segera Didistribusikan

    September 25, 2026

    Larangan Atlet Emas PON di Porprov, Samarinda Khawatir Target Juara Umum Terganggu

    September 24, 2026

    SK Nomor Tanding Terbit, Samarinda Masih Menanti THB Porprov 2026

    September 23, 2026

    KONI Kaltim Tetapkan 64 Cabor dan 1.072 Nomor Pertandingan Porprov VIII 2026

    September 22, 2026

    Anggaran Terbatas, Pembinaan Olahraga Samarinda Tetap Jalan Lewat Kolaborasi

    September 21, 2026

    Porprov Kaltim 2026 Makin Dekat, Samarinda Keluhkan SK Cabor dan THB Belum Terbit

    September 20, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pendapatan Kaltim Turun Rp883 Miliar, APBD Perubahan 2026 Disepakati Rp14,33 Triliun

    AminahSeptember 30, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ruang fiskal Kalimantan Timur (Kaltim) menyempit dalam Perubahan APBD 2026. Pendapatan daerah…

    Penggiat Reklame Keluhkan Perizinan, Pansus Raperda Reklame Samarinda Siap Tindaklanjuti

    September 30, 2026

    BPSDM Kaltim Dorong Gaya Kepemimpinan yang Lebih Peka terhadap Psikologi ASN

    September 30, 2026

    36 Pekerjaan 2025 Lewati Tahun Anggaran, Sekda Kaltim Pastikan Pembayaran Sesuai Progres

    September 30, 2026

    Dinkes Kaltim Petakan Program Bermasalah, Percepatan Layanan Jadi Prioritas

    September 30, 2026
    1 2 3 … 3,369 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.