Insitekaltim, Samarinda – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) Rasman Rading mengatakan 14 cabang olahraga (cabor) yang belum masuk dalam usulan awal 50 cabor masih dibahas untuk menentukan kemungkinan dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Rasman mengungkapkan, dari total 64 cabor yang ada, PB Porprov sebelumnya mengusulkan 50 cabor. Sementara 14 cabor lainnya masih diverifikasi, terutama terkait kebutuhan anggaran masing-masing cabor.
“Kemarin kan PB itu sudah mengajukan 50 cabang olahraga. Oleh KONI meminta agar ada pemakluman lah, janganlah 50, 64 lah yang ada itu,” ujarnya di Samarinda, Jumat, 7 Agustus 2026.
Menurutnya, pengurangan jumlah cabor tersebut tidak terlepas dari kondisi anggaran tuan rumah yang terbatas. Namun, sejumlah cabor yang tidak masuk dalam usulan 50 cabor menyampaikan keberatan kepada Dispora dan KONI.
Bahkan, terdapat cabor yang selama ini menjadi andalan Kaltim dalam perolehan prestasi nasional. Karena itu, pihaknya meminta setiap cabor menyampaikan kebutuhan anggaran secara riil untuk menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan.
“Kita minta cabang olahraga itu mengajukan anggaran. Itu harus berbasis kebutuhan, bukan berdasarkan keinginan,” tegasnya.
Rasman menyebut beberapa cabor yang masih menjadi pembahasan antara lain anggar, layar, bowling, kriket, barongsai serta rugby atau sambo. Pengajuan anggaran dari masing-masing cabor akan diverifikasi untuk melihat kebutuhan sebenarnya.
Selain anggaran, Rasman menyampaikan pembahasan juga mempertimbangkan nomor pertandingan yang diajukan setiap cabor. Ia menekankan Porprov harus diarahkan untuk mendukung keberlanjutan pembinaan atlet, bukan sekadar memperbanyak nomor pertandingan.
Nomor yang dipertandingkan idealnya memiliki keterkaitan dengan nomor pertandingan pada PON sehingga atlet yang tampil dapat menjadi bagian dari proses seleksi menuju level nasional.
“Kita ini harus berbasis pembinaan, harus berbasis kualifikasi dari Porprov itu sendiri, harus berbasis cabang olahraga yang dipertandingkan di PON,” tuturnya.
Ia menambahkan, tujuan utama Porprov adalah menemukan dan menyeleksi atlet potensial yang dapat dipersiapkan menghadapi Pra-PON dan PON 2028.
“Tujuan utamanya adalah menyeleksi atlet-atlet yang potensial untuk diajukan dalam Pra-PON dan PON tahun 2028,” pungkasnya.

