Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Menelusuri Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Sigiri, Harga Ayam Merangkak Naik, Plastik Justru Turun

    Juni 9, 2026

    Sempadan Sungai Bisa Atasi Banjir, DPRD Masih Cari Celah Kewenangan

    Juni 9, 2026

    Tambang Makan Korban Lagi, Deni: Kaltim Menyumbang Kekayaan, Tapi Menanggung Derita

    Juni 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Dana Provinsi Terlalu Jauh dari Desa, DPRD Kaltim Minta Revisi Pergub
    DPRD Kaltim

    Dana Provinsi Terlalu Jauh dari Desa, DPRD Kaltim Minta Revisi Pergub

    SittiBy SittiMei 13, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Sarkowi V Zahry
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Regulasi bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dinilai masih terlalu jauh dari kebutuhan riil masyarakat desa. Hal ini disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Sarkowi V Zahry yang mendorong revisi terhadap Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 21 Tahun 2024.

    Menurutnya, ketentuan dalam pergub tersebut terlalu membatasi fleksibilitas penyaluran bantuan keuangan provinsi. Akibatnya, aspirasi dari desa dan kelurahan sulit untuk difasilitasi, terutama jika nilainya kecil dan tidak masuk dalam klasifikasi proyek besar.

    “Kami sudah kirim surat resmi ke Gubernur untuk mengusulkan revisi pergub. Sebab, banyak kebutuhan masyarakat yang terhambat karena aturan yang tidak fleksibel,” ujar Sarkowi belum lama ini.

    Pergub 21/2024 merupakan perubahan atas Pergub 48/2023 yang mengatur tata cara penganggaran, penyaluran, pertanggungjawaban, dan evaluasi bantuan keuangan provinsi. Namun dalam praktiknya, Sarkowi menilai regulasi tersebut belum sepenuhnya menyesuaikan dengan realitas di lapangan, khususnya di wilayah pedesaan.

    Ia mencontohkan banyak desa hanya membutuhkan anggaran sekitar Rp200 juta untuk membangun jalan lingkungan, memperbaiki drainase, atau menyediakan alat pertanian. Namun karena mekanisme dan persyaratan nilai dalam pergub terlalu ketat, usulan-usulan tersebut tidak dapat terakomodasi.

    “Faktanya, di lapangan mereka tidak minta miliaran. Cukup 200 juta bisa sangat membantu warga. Tapi karena aturan membatasi, akhirnya tidak bisa diakomodasi,” jelasnya.

    Usulan revisi pergub ini telah mendapat dukungan dari Ketua DPRD Kaltim dan diharapkan dapat mulai diterapkan pada tahun anggaran 2026. Dengan adanya revisi, penyaluran dana provinsi bisa lebih dekat dengan masyarakat desa dan menjawab kebutuhan yang mendesak.

    Ia menegaskan, dorongan perubahan regulasi ini bukan hanya untuk daerah pemilihannya di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tetapi untuk seluruh wilayah yang mengalami persoalan serupa.

    “Harapannya, bantuan provinsi bisa benar-benar menjangkau ke bawah, tidak hanya berhenti di struktur birokrasi kabupaten atau kota,” katanya.

    Selain pembangunan fisik, Sarkowi juga menyoroti pentingnya dukungan bagi sektor pertanian di desa. Ia menyebut infrastruktur pendukung seperti jalan usaha tani, irigasi, serta penyediaan bibit dan alat pertanian menjadi bagian dari program prioritas yang sudah ia input dalam usulan program keuangan.

    “Semua sudah kami ajukan, tinggal nanti dilihat apakah kapasitas fiskal daerah mencukupi atau tidak,” tambahnya.

    Sarkowi berharap, dengan revisi pergub yang lebih adaptif terhadap kebutuhan desa, proses pembangunan bisa berjalan lebih merata dan tepat sasaran. Ia menyebut, perubahan regulasi adalah langkah strategis untuk mempercepat distribusi keadilan pembangunan hingga ke tingkat desa.

    DPRD Kaltim Revisi Pergub Sarkowi V Zahry
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Gratispol Sudah Jalan, DPRD Kaltim Ingatkan Kampus Jangan Lambat Beri Kepastian Mahasiswa

    Juni 7, 2026

    DPRD Kaltim Desak Evaluasi Biaya Jalur Mandiri, Jangan Sampai Anak Daerah Gagal Kuliah

    Juni 2, 2026

    Kursi Sekwan Kaltim Belum Bertuan, DPRD Masih Tunggu Usulan Nama dari Gubernur

    Mei 26, 2026

    Wagub Kaltim Diseret dalam Isu Aksi Demonstrasi, Gerindra Imbau Publik Tidak Terprovokasi

    Mei 26, 2026

    Polemik Grup Chat DPRD Kaltim Masuk Ranah Etik, BK Siapkan Pemanggilan dan Mediasi

    Mei 26, 2026

    Lahan Sawit 2 Hektare Hancur Diterjang Lumpur, Warga Tolak Tawaran Ganti Rugi Rp70 Juta dari Perusahaan

    Mei 26, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Menelusuri Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Sigiri, Harga Ayam Merangkak Naik, Plastik Justru Turun

    Nur AjijahJuni 9, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Membaiknya kondisi perdagangan global, ikut mempengaruhi penurunan harga plastik yang cukup signifikan…

    Sempadan Sungai Bisa Atasi Banjir, DPRD Masih Cari Celah Kewenangan

    Juni 9, 2026

    Tambang Makan Korban Lagi, Deni: Kaltim Menyumbang Kekayaan, Tapi Menanggung Derita

    Juni 9, 2026

    Dukung Konsep Tri City IKN, Samarinda Siapkan Infrastruktur dan Pengendalian Banjir

    Juni 8, 2026

    Lima Perusahaan di Samarinda Masuk Daftar Merah KLH, DPRD Desak Tindak Lanjut

    Juni 8, 2026
    1 2 3 … 3,131 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.