Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Supardi Sebut Kaltim Jadi Penugasan Paling Berkesan dalam Kariernya

    Agustus 14, 2026

    Efisiensi Jadi Landasan RAPBD 2027 Samarinda, Belanja Tak Prioritas Ditunda

    Agustus 14, 2026

    Kaltim Kejar Swasembada Beras, Capaian Pangan Naik dari 30 Persen Jadi 58 Persen

    Agustus 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Cegah Stunting Sejak Dini, DPRD Samarinda Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
    DPRD Samarinda

    Cegah Stunting Sejak Dini, DPRD Samarinda Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

    AbdiBy AbdiFebruari 6, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ismail Latisi, Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda (Insitekaltim/Abdi)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Ismail Latisi memberikan perhatian serius terhadap penanganan kasus stunting, khususnya di wilayah Samarinda Ilir.

    Ia menegaskan bahwa stunting bukanlah sekadar permasalahan kesehatan di tingkat lokal, melainkan isu krusial berskala nasional yang memerlukan komitmen penuh dari pemerintah pusat hingga ke level akar rumput.

    Dalam keterangannya pada Kamis, 5 Februari 2026, Latisi mengapresiasi langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang telah berhasil menurunkan angka stunting tahun ini.

    Meski demikian, ia mencatat penurunan tersebut masih tergolong kecil. Ia berharap ke depannya ada akselerasi program yang lebih kuat agar penurunan angka stunting di Samarinda bisa terjadi secara signifikan dan menyentuh target yang diharapkan.

    Latisi menggarisbawahi bahwa akar masalah stunting sering kali berkelindan dengan kondisi ekonomi keluarga. Rendahnya daya beli berdampak langsung pada ketidakmampuan orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi kronis anak.

    Untuk memutus rantai tersebut, ia mengusulkan penguatan sistem pemantauan yang dimulai dari tingkat terendah, yaitu Rukun Tetangga (RT).

    “Sistem pelaporan berjenjang sangat penting. Jika di tingkat RT sudah terdeteksi ada keluarga yang berisiko secara ekonomi dan gizi, pemerintah bisa segera mengintervensi sebelum kondisi anak memburuk,” jelasnya.

    Lebih lanjut, politisi ini menekankan bahwa beban penanganan stunting tidak boleh hanya dipikul oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (B2KB).

    Ia mendorong adanya keroyokan program atau kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial.

    Di tengah adanya kebijakan efisiensi anggaran di pemerintah daerah, Latisi mengingatkan agar sektor pelayanan dasar tidak dikorbankan. Menurutnya, investasi pada kesehatan anak adalah investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Samarinda.

    “Mengobati stunting itu berat, tapi mencegahnya jauh lebih mudah. Karena itu prioritas kita seharusnya adalah pencegahan. Ini harus menjadi kerja bersama lintas OPD. Kalau kolaborasi berjalan, potensi menurunkan angka stunting di Samarinda akan jauh lebih besar,” tambahnya.

    Melalui upaya yang terintegrasi, Latisi optimis Samarinda dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam keberhasilan menekan angka stunting, yang pada akhirnya akan menjadi prestasi membanggakan bagi pemerintah kota.

     

    DPRD Samarinda Ismail Latisi Penanganan Stunting Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Abdi

    Related Posts

    Iswandi: Efisiensi Anggaran DPRD Samarinda Berlanjut, Kinerja Tetap Jadi Prioritas

    Agustus 14, 2026

    DPRD Samarinda Soroti Tunjangan Guru di TK Negeri 2, dari 14 Guru Hanya 2 yang Menerima

    Agustus 12, 2026

    SMPN 28 Samarinda Ajukan Dua RKB, Lab Terpaksa Dipakai untuk Belajar

    Agustus 12, 2026

    Pemkot Samarinda Harus Lebih Kreatif Tingkat PAD, Tanpa Membebani Masyarakat

    Agustus 11, 2026

    Soal Kerusakan Fasilitas Teras Samarinda, Dewan Minta PUPR Segera Lakukan Pembenahan

    Agustus 10, 2026

    Demi Matangkan Regulasi, DPRD Samarinda Tambah Masa Kerja Pansus I

    Agustus 8, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Supardi Sebut Kaltim Jadi Penugasan Paling Berkesan dalam Kariernya

    R’syaAgustus 14, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalimantan Timur (Kaltim) Supardi menyebut masa tugasnya…

    Efisiensi Jadi Landasan RAPBD 2027 Samarinda, Belanja Tak Prioritas Ditunda

    Agustus 14, 2026

    Kaltim Kejar Swasembada Beras, Capaian Pangan Naik dari 30 Persen Jadi 58 Persen

    Agustus 14, 2026

    Skirining Jadi Kekuatan Pemerintah Kota Samarinda Percepat Jaring Penderita HIV

    Agustus 14, 2026

    187 Lulusan IKIP PGRI Kaltim Siap Diwisuda Oktober 2026

    Agustus 14, 2026
    1 2 3 … 3,278 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.