Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemkot Pilih Teguran dan Pembinaan, Bagi ASN Langgar Aturan WFH Belum Disanksi

    Juli 21, 2026

    Sekitar 1.700 Atlet Kota Samarinda Masih Menunggu Kejelasan Anggaran Keikutsertaan Porprov 2026

    Juli 21, 2026

    HYROX, Olahraga yang Menggabungkan Lari dan Latihan Kekuatan dalam Satu Tantangan

    Juli 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Antisipasi Percepat Penyelesaian KRIS, Gedung Pandurata Disiapkan Jadi Penopang
    Kesehatan

    Antisipasi Percepat Penyelesaian KRIS, Gedung Pandurata Disiapkan Jadi Penopang

    Nur AjijahBy Nur AjijahJuli 20, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Gedung Pandurata RSUD AWS bakal jadi Penopang 100 Persen KRIS (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Sesuai amanat pemerintah pusat, RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda terus mempercepat penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).

    Hingga pertengahan tahun 2026, pemenuhan standar KRIS di rumah sakit rujukan terbesar di Kalimantan Timur (Kaltim) itu, telah mencapai sekitar 60 persen.

    Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD AWS, dr. Mazniati mengatakan, pihaknya menargetkan seluruh ruang rawat inap di gedung lama memenuhi standar KRIS pada September 2026.

    Langkah tersebut dilakukan sembari menunggu Gedung Pandurata siap dioperasikan.

    “Belum 100 persen, tapi kami upayakan September ini bisa 100 persen. Awalnya kami rencanakan saat pindah ke Pandurata, tetapi gedung itu masih memerlukan beberapa penyempurnaan. Karena itu, gedung lama akan kami lengkapi terlebih dahulu.” ujarnya.

    Pembangunan fisik Gedung Pandurata ditargetkan rampung, pada tahun ini. Namun, masih terdapat sejumlah pekerjaan penyempurnaan, seperti akses dan fasilitas pendukung lainnya. Sehingga operasional gedung, diperkirakan baru dapat dimulai pada awal 2027.

    “Kalau nanti pindah ke Pandurata, fasilitasnya sudah memenuhi standar KRIS 100 persen. Insyaallah awal tahun depan bisa mulai dioperasionalkan,” katanya.

    Penerapan KRIS merupakan bagian dari transformasi layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024.

    Dalam skema ini, seluruh rumah sakit secara bertahap akan meninggalkan sistem kelas 1, kelas 2, dan kelas 3, digantikan dengan satu standar pelayanan rawat inap yang sama bagi seluruh peserta.

    Untuk memenuhi standar tersebut, ruang rawat inap wajib memenuhi 12 kriteria, mulai dari kondisi bangunan, ventilasi udara, pencahayaan, suhu ruangan. Maksimal empat tempat tidur dalam satu ruang, ketersediaan tirai antartempat tidur, kamar mandi yang ramah disabilitas, hingga fasilitas nurse call dan outlet oksigen di setiap tempat tidur.

    Penerapan KRIS tidak hanya berfokus pada pembenahan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas pelayanan kesehatan secara menyeluruh.

    Pelayanan rawat inap akan dilakukan secara multidisiplin dengan melibatkan dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, apoteker, ahli gizi, fisioterapis, radiografer, dan tenaga kesehatan lainnya.

    Implementasi KRIS di RSUD AWS akan terus dilakukan secara bertahap hingga seluruh ruang perawatan memenuhi standar yang telah ditetapkan pemerintah, sehingga pasien dapat memperoleh layanan yang lebih aman, nyaman, dan setara tanpa lagi dibedakan berdasarkan kelas perawatan.

     

    dr. Mazniati Gedung Pandurata RSUD AWS RSUD AWS Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    SPM HIV Capai 99,8 Persen, Samarinda Jadi Lokus Supervisi Kemenkes

    Juli 21, 2026

    BKKBN Kaltim Perkuat Intervensi Non-Nutrisi untuk Tekan Stunting

    Juli 20, 2026

    Alkes Belum Lengkap, Gedung Pandurata AWS Belum Bisa Layani Pasien

    Juli 20, 2026

    Air Putih Bukan Sekedar Pelepas Dahaga tapi Sangat Penting bagi Tubuh

    Juli 19, 2026

    Intensitas Skrining HIV Mampu Jaring Penderita Risiko Tinggi

    Juli 18, 2026

    Pelayanan Kesehatan Tak Boleh Terhenti, Pemkot Samarinda Cari Solusi Atasi Hambatan Anggaran

    Juli 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemkot Pilih Teguran dan Pembinaan, Bagi ASN Langgar Aturan WFH Belum Disanksi

    Nur AjijahJuli 21, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Hingga kini, pelanggaran Work From Home (WFH) yang ditemukan di Samarinda, masih sebatas…

    Sekitar 1.700 Atlet Kota Samarinda Masih Menunggu Kejelasan Anggaran Keikutsertaan Porprov 2026

    Juli 21, 2026

    HYROX, Olahraga yang Menggabungkan Lari dan Latihan Kekuatan dalam Satu Tantangan

    Juli 21, 2026

    SPM HIV Capai 99,8 Persen, Samarinda Jadi Lokus Supervisi Kemenkes

    Juli 21, 2026

    Pemda Samarinda Siapkan Parkir Berlangganan, Sebagai Sumber PAD Baru

    Juli 21, 2026
    1 2 3 … 3,230 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.