Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Balai Kota Samarinda Masih Jadi Magnet Warga yang Gemar Jogging

    July 29, 2026

    DP3A Kaltim Kemas HAN dengan Layanan Edukasi dan Kesehatan Gratis

    July 29, 2026

    Dinsos Kaltim Bangun Budaya Siaga Bencana Sejak Bangku Sekolah

    July 29, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Bontang»Anggota DPRD Bontang Kritik Alokasi Stunting yang Hanya Rp90 Ribu Per Tahun
    DPRD Bontang

    Anggota DPRD Bontang Kritik Alokasi Stunting yang Hanya Rp90 Ribu Per Tahun

    SittiBy SittiOctober 16, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota DPRD Bontang, Sumardi.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Bontang – Meskipun dikenal sebagai salah satu kota terkaya dengan PDRB per kapita Rp312,14 juta dan APBD mencapai Rp3,3 triliun, Bontang masih menghadapi tingginya kasus stunting. Upaya penanganan masalah ini dinilai belum maksimal.

    Hal ini disampaikan oleh Anggota DPRD Bontang Sumardi, yang mengkritisi alokasi anggaran sebesar Rp237 juta untuk program pemberian makanan bergizi di tiga kelurahan dengan angka stunting tertinggi.

    Menurut Sumardi, dengan anggaran tersebut, setiap anak yang menjadi sasaran posyandu hanya mendapatkan jatah kurang dari Rp90 ribu per tahun. Ia mempertanyakan bagaimana angka yang begitu kecil dapat benar-benar membantu mengatasi masalah stunting, yang sangat serius di Bontang.

    “Ini jumlah yang sangat kecil untuk anak-anak yang seharusnya mendapatkan asupan makanan bergizi. Di atas kertas anggaran kesehatan mencapai Rp495 miliar, tapi untuk makanan balita hanya segitu,” ujarnya pada Sabtu (12/10/2024).

    Tiga kelurahan di Bontang, yakni Bontang Lestari, Berbas Pantai dan Tanjung Laut Indah memiliki prevalensi stunting yang cukup tinggi, dengan Bontang Lestari menempati posisi teratas dengan 35 persen.

    Meskipun situasi ini sudah diketahui, alokasi anggaran untuk pemberian makanan bergizi justru dianggap masih sangat terbatas.

    Sumardi mendesak agar pemerintah lebih serius dalam menangani masalah stunting, terutama di daerah pesisir yang menurutnya membutuhkan perhatian khusus.

    “Dana stunting sangat kecil, tolong ditingkatkan. Kami juga sudah mendorong Dinas Kesehatan untuk membentuk tim khusus penanganan stunting di wilayah pesisir,” tambahnya.

    Sebagai kota dengan pendapatan yang besar dari sektor industri, Sumardi menilai bahwa Bontang seharusnya mampu memberikan perhatian lebih besar terhadap masalah sosial seperti stunting. Ketidakseriusan pemerintah dalam menangani isu ini bisa menjadi cerminan buruk bagi kota yang kaya.

    “Bontang ini salah satu kota terkaya, tapi untuk hal-hal sosial seperti stunting malah kurang diperhatikan. Ini memalukan jika kita tidak bisa menyelesaikan masalah ini dengan cepat,” tegasnya.

    Sumardi yakin, jika pemerintah benar-benar fokus dan konsisten, masalah stunting bisa diatasi dalam waktu relatif singkat.

    “Kalau serius dan konsisten, masalah stunting bisa diselesaikan dalam waktu satu bulan,” tandasnya.

    Dinkes Kota Bontang DPRD Bontang Stunting Sumardi
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    BKKBN Kaltim Perkuat Intervensi Non-Nutrisi untuk Tekan Stunting

    July 20, 2026

    Lampaui Target Nasional, Stunting di Samarinda Turun Jadi 17,13 Persen

    July 14, 2026

    Program MBG Belum Bisa Jadi Tolok Ukur Penurunan Stunting di Samarinda

    July 13, 2026

    Cegah Anak Stunting, Kini Periksa Kehamilan Wajib Delapan Kali

    July 12, 2026

    Inisiasi Menyusu Dini, Intervensi Tepat Dukung Pertumbuhan Bayi Juga Stunting

    July 3, 2026

    Stunting Samarinda Sudah di Bawah Nasional, DPPKB: Tantangan Terbesar Perubahan Perilaku

    July 2, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Balai Kota Samarinda Masih Jadi Magnet Warga yang Gemar Jogging

    R’syaJuly 29, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Langit yang mulai berwarna jingga menjadi penanda dimulainya aktivitas lain di kawasan…

    DP3A Kaltim Kemas HAN dengan Layanan Edukasi dan Kesehatan Gratis

    July 29, 2026

    Dinsos Kaltim Bangun Budaya Siaga Bencana Sejak Bangku Sekolah

    July 29, 2026

    Tekan Inflasi, BPS Minta Penguatan Komoditas Lokal Harus Berkelanjutan

    July 29, 2026

    Anak-anak Kian Jarang Bergerak, Dispora Sebut Budaya Olahraga Masyarakat Kaltim Masih Rendah

    July 29, 2026
    1 2 3 … 3,246 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.