Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun mengingatkan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan serta kesiapan daerah dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan di masa depan.
Menurutnya, Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai daerah yang kaya akan sumber daya alam harus mulai memikirkan langkah jangka panjang, tidak hanya berfokus pada eksploitasi saat ini.
Ia mencontohkan bagaimana negara lain mengelola sumber daya alam dengan lebih terencana, termasuk menyisakan cadangan untuk generasi mendatang.
“Ada negara yang tidak langsung menghabiskan sumber daya yang dimiliki, tapi menyimpannya untuk kebutuhan generasi ke depan,” ujarnya Jumat 3 April 2026 malam.
Berbeda dengan kondisi tersebut, ia menilai pemanfaatan sumber daya alam di daerah sering kali belum memperhatikan aspek keberlanjutan.
Padahal menurutnya, kekayaan alam seharusnya dapat menjadi kekuatan untuk mendukung pembangunan jangka panjang, termasuk dalam sektor pangan
Ia juga menyoroti kondisi ketahanan pangan di Kalimantan Timur yang masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.
“Sebagian besar kebutuhan pangan kita masih bergantung dari luar. Kalau suatu saat daerah pemasok mengalami masalah, kita akan kesulitan,” katanya.
Menurutnya kondisi ini harus menjadi perhatian serius, mengingat potensi lahan yang dimiliki daerah sebenarnya cukup besar untuk dikembangkan.
Ia mendorong adanya upaya konkret untuk meningkatkan kemandirian pangan, termasuk melalui pemanfaatan teknologi pertanian dan optimalisasi lahan yang tersedia.
“Kita harus mulai memikirkan bagaimana memanfaatkan potensi yang ada agar bisa memenuhi kebutuhan sendiri,” tegasnya.
Selain itu ia juga mengingatkan pengelolaan sumber daya alam tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas.
“Yang terpenting adalah bagaimana sumber daya itu bisa memberikan manfaat bagi banyak orang,” ujarnya.
Ia berharap ke depan Kaltim mampu membangun keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan ketahanan pangan, sehingga dapat memberikan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat.

