Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Gratispol Sudah Jalan, DPRD Kaltim Ingatkan Kampus Jangan Lambat Beri Kepastian Mahasiswa

    Juni 7, 2026

    Bukan Musuhan, Banyak Orang Kini Memilih Mengurangi Lingkaran Pertemanan

    Juni 7, 2026

    Big Mall Selalu Jadi Pilihan Warga Samarinda, Menghabiskan Akhir Pekan

    Juni 7, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Kaltim»Anak Pendek Bukan Berarti Stunting
    Kaltim

    Anak Pendek Bukan Berarti Stunting

    LarasBy LarasSeptember 27, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Dokter Spesialis Anak dari IDAI Kalimantan Timur Diah Budiarti
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Dokter Spesialis Anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kalimantan Timur (Kaltim) Diah Budiarti mengungkapkan banyak kesalahpahaman terkait stunting, terutama terkait definisi.

    Dalam acara Talk Show “Sinergi dan Kolaborasi Stakeholder dalam Upaya Penurunan Stunting di Kaltim”, Diah mengatakan bahwa anak yang memiliki tubuh pendek belum tentu stunting, melainkan bisa saja dipengaruhi faktor genetik.

    Selain genetik, anak bertubuh pendek juga dipengaruhi oleh pemberian nutrisi yang tidak tepat. Secara definisi, stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang.

    “Stunting sering disalahartikan sebagai anak pendek. Padahal, anak yang pendek belum tentu stunting, bisa saja karena faktor genetik atau masalah defisiensi dan penggunaan nutrisi yang tidak tepat,” jelas Diah, Jumat (27/9/2024).

    Diah menambahkan, banyak orang tua yang kurang memahami pemberian makanan yang benar kepada anak. Salah memilih jenis makanan juga dapat berakibat pada kekurangan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan anak.

    Selain itu, masalah ekonomi turut memengaruhi, namun ia juga menyoroti bahwa keluarga yang berkecukupan sering kali lupa memberikan makanan yang tepat karena kesibukan.

    Ditemui kasus di Kutai Kartanegara (Kukar), tepatnya Handil, para pekerjanya yang didominasi nelayan, tidak memberikan ikan hasil tangkapannya sebagai santap keluarga melainkan untuk dijual.

    Anak-anak mereka hanya diberikan makan seadanya sesuai kemampuan ekonomi mereka. Jarang dari anak-anak para nelayan diberi makan ikan hasil tangkapan laut yang notabenenya masih segar dan bebas pengawet yang baik bagi kesehatan. Tetapi guna memenuhi kebutuhan sehari-hari, makanan bergizi mereka tanggalkan untuk anak mereka.

    “Kemiskinan memang memengaruhi, namun ada juga keluarga berkecukupan yang sibuk dan lupa memberi makan yang tepat pada anak,” jelas Diah.

    Menutup diskusinya, Diah menyatakan bahwa stunting bukan hanya masalah ekonomi, tetapi juga pemahaman orang tua tentang nutrisi yang tepat untuk anak-anak mereka.

    Diah budiarti IDAI kaltim Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Mental Ingin Cepat Kaya Jadi Pemicu Utama Terjerat Judi Online

    Mei 29, 2026

    Fenomena Judi Online di Kaltim Mengkhawatirkan, Ancam Ketahanan Keluarga dan Generasi Muda

    Mei 29, 2026

    Hangatkan Hari Raya Dengan Kepedulian di Iduladha, PWI Kaltim Salurkan Kurban bagi Insan Pers

    Mei 28, 2026

    Lahan Sawit 2 Hektare Hancur Diterjang Lumpur, Warga Tolak Tawaran Ganti Rugi Rp70 Juta dari Perusahaan

    Mei 26, 2026

    Jalan Longsor Sanga-Sanga–Dondang Dipastikan Diperbaiki Tahun Ini, Pemprov Kucurkan Anggaran Rp10 Miliar

    Mei 25, 2026

    Tindaklanjuti Temuan BPK, DPRD Kaltim Buka Peluang Bentuk Pansus LHP

    Mei 25, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Gratispol Sudah Jalan, DPRD Kaltim Ingatkan Kampus Jangan Lambat Beri Kepastian Mahasiswa

    SittiJuni 7, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Program Gratispol pendidikan gratis Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus berjalan dan…

    Bukan Musuhan, Banyak Orang Kini Memilih Mengurangi Lingkaran Pertemanan

    Juni 7, 2026

    Big Mall Selalu Jadi Pilihan Warga Samarinda, Menghabiskan Akhir Pekan

    Juni 7, 2026

    Hingga Mei 2026, Realisasi Pajak Reklame Samarinda Baru Capai 12 Persen

    Juni 7, 2026

    Mengapa Tanah Mengeluarkan Aroma Khas Setelah Hujan? Ini Penjelasan Ilmiahnya

    Juni 7, 2026
    1 2 3 … 3,128 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.