Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Soroti Masalah Lahan Jalan Pelita Merdeka, Administrasi Dinilai Tak Tuntas

    Oktober 16, 2026

    Kenali Inseminasi Buatan, Cara Meningkatkan Kualitas Keturunan Sapi

    Oktober 16, 2026

    Harga TBS Sawit Kaltim Turun, Tertinggi Rp3.542 per Kilogram

    Oktober 16, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Bontang»Alhamdulillah, LKS PJOK Sudah Masuk Tahap Editing
    Diskominfo Bontang

    Alhamdulillah, LKS PJOK Sudah Masuk Tahap Editing

    AdminBy AdminNovember 4, 202003 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Koordinator LKS PJOK Tri Ayuningsih guru SDN 008 Bontang Utara.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter: Muhamamad – Editor: Redaksi

    Insitekaltim,Bontang – Penyusunan lembar kerja siswa (LKS) untuk Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di Bontang sudah mencapai tahap editing.

    Salah seorang anggota tim penyusun, Tri Ayuningsih yang juga guru PJOK SDN 008 Bontang Utara mengatakan LKS PJOK dikerjakan oleh 24 orang guru. Setiap kelas ada 4 orang, 1 koordinator dan 3 penyusun.

    “Guru yang terlibat keseluruhan sebanyak 24 orang. satu kelas ada empat guru penyusun, satu koordinator dan tiga anggota penyusun,” ungkap Ayu kepada insitekaltim.com, Senin (2/11/2020).

    Dalam proses pembuatan LKS untuk SD yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Kelompok Kerja Guru (KKG) PJOK mengalami banyak kendala. Apalagi penyusunan ini yang pertama bagi Ayu.

    Terlebih, Disdikbud mendaulat dirinya menjadi koordinator Tim Penyusun LKS PJOK.

    “Ini pengalaman pertama bagi kami dalam menyusun LKS. Tantangan ini membuat kami semakin kompak dan dapat menyelesaikan LKS ini dengan baik,” ungkap Ayu.

    Menurut Ayu, KKG PJOK Bontang harus menyesuaikan materi, termasuk harus menyesuikan dengan ide guru yang lain. Pasalnya, setiap sekolah memiliki fasilitas yang berbeda. Selain itu penggunaan kurikulum yang berbeda yang harus di sesuaikan. Ada sekolah yang masih menggunakan kurikulum 2013 (K13) dan ada juga kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) K13.

    “Kita berpatokan pada Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018, sehingga bisa kami sesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah,” tutur Ayu.

    Dikatakan Ayu, materi PJOK berbeda dengan mata pelajaran yang lain. Dimana dalam PJOK ini terdapat materi dan keterampilan motorik (praktik).

    “Yang kami temukan di lapangan untuk kelas 1 dan 2 negeri masih dipegang guru kelas, bukan guru PJOK. Kami khawatir materi yang disampaikan tidak sesuai dengan materi PJOK,” sambung Ayu.

    Selama ini KKG PJOK Bontang yang terdiri dari kelas 1 sampai kelas 6 sudah membuat video yang mempermudah siswa dalam PJJ.

    “Kami sudah membuat video pembelajaran di youtube channel. Kami berharap anak didik bisa mengambil atau mengunduh hanya di channel youtube kami,” kata Ayu.

    Menurutnya dalam PJJ banyak siswa dan orang tua mengalami kesulitan dalam praktik materi PJOK. Di antaranya seperti, praktik renang yang membutuhkan tempat renang atau kolam renang. Apalagi kondisi pandemi seperti ini belum tentu pemilik kolam renang mengizinkan.

    “Banyak kendala yang dialami siswa seperti kurangnya sarana dan prasarana. Contoh siswa yang tidak memiliki bola kasti. Kami menyuruh siswa tersebut untuk membuat dari kertas yang digulung berbentuk bola kasti. Sedangkan alat pemukulnya bisa dari ranting kayu,” kata Ayu.

    Ayu juga rajin mengunjungi para siswa, menanyakan kendala yang dihadapi selama proses PJJ. Dia tidak memberatkan kepada siswanya untuk melakukan penugasan PJOK.

    “Kami secara intensif mengunjungi siswa ke rumah masing-masing, berdiskusi dengan orang tua agar mengetahui kendala apa yang dihadapi siswa,” tambah Ayu.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Admin

    Related Posts

    Disdikbud Kaltim Dorong Seniman Masuk Sekolah, Karya Seni Lokal Diusulkan Masuk Museum

    Oktober 13, 2026

    PJJ di Samarinda Bergantung Kualitas Udara, Sekolah Diminta Berkoordinasi dengan Puskesmas

    Oktober 12, 2026

    Kebijakan Tak Naik Kelas Berisiko Tekan Siswa, Disdikbud Kaltim Khawatir Siswa Enggan Sekolah

    Oktober 12, 2026

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Oktober 10, 2026

    Mahasiswa Dorong Perpustakaan Samarinda Tingkatkan Fasilitas sebagai Ruang Belajar

    Oktober 5, 2026

    Polemik Pascapilrek Unmul Berlanjut, Agenda 100 Hari Rektor Terpilih Bergeser

    Oktober 2, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Soroti Masalah Lahan Jalan Pelita Merdeka, Administrasi Dinilai Tak Tuntas

    Ratu ArifanzaOktober 16, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda Samri Shaputra menyoroti persoalan administrasi pembebasan…

    Kenali Inseminasi Buatan, Cara Meningkatkan Kualitas Keturunan Sapi

    Oktober 16, 2026

    Harga TBS Sawit Kaltim Turun, Tertinggi Rp3.542 per Kilogram

    Oktober 16, 2026

    Sri Puji Ungkap Kendala Pendidikan Loa Kumbar, dari MBG hingga Tunjangan Guru

    Oktober 16, 2026

    Perkara Korupsi Lahan Transmigrasi Kukar, Saksi Ungkap Verifikasi Izin Hanya Periksa Administrasi

    Oktober 16, 2026
    1 2 3 … 3,389 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.