Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemkot Pilih Teguran dan Pembinaan, Bagi ASN Langgar Aturan WFH Belum Disanksi

    Juli 21, 2026

    Sekitar 1.700 Atlet Kota Samarinda Masih Menunggu Kejelasan Anggaran Keikutsertaan Porprov 2026

    Juli 21, 2026

    HYROX, Olahraga yang Menggabungkan Lari dan Latihan Kekuatan dalam Satu Tantangan

    Juli 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Akhir Pekan Berakhir, Kecemasan Datang? Kenali Fenomena Sunday Blues
    Lifestyle

    Akhir Pekan Berakhir, Kecemasan Datang? Kenali Fenomena Sunday Blues

    R’syaBy R’syaMei 31, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi efek sunday blues (foto by AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Akhir pekan menjadi waktu yang sangat disukai banyak orang karena setelah penat melakukan rutinitas selama hari kerja, mereka akhirnya dapat rehat entah berkumpul bersama orang terkasih maupun melakukan hobi.

    Bagi banyak orang, Minggu pagi masih terasa menyenangkan. Waktu berjalan santai, agenda tidak terlalu padat dan tubuh seolah mendapat kesempatan untuk beristirahat. Namun, suasana itu perlahan berubah ketika sore tiba. Pikiran mulai melayang pada pekerjaan yang belum selesai, tugas yang menunggu atau jadwal padat yang akan dimulai keesokan hari.

    Perasaan gelisah menjelang berakhirnya akhir pekan ini dikenal sebagai Sunday Blues. Meski bukan gangguan kesehatan mental, kondisi tersebut cukup umum dialami oleh pelajar, mahasiswa, hingga pekerja.

    Psikolog menjelaskan bahwa kecemasan tersebut muncul karena otak mulai melakukan transisi dari mode istirahat menuju mode bekerja. Semakin besar tekanan yang dirasakan seseorang terhadap aktivitas sehari-hari, semakin besar pula kemungkinan munculnya Sunday Blues.

    Tak heran jika banyak orang merasa waktu berjalan lebih cepat pada hari Minggu. Ketika pikiran sudah sibuk mempersiapkan hari Senin, seseorang sering kali kehilangan kesempatan menikmati sisa waktu liburnya.

    Media sosial juga turut memperkuat fenomena ini. Notifikasi pekerjaan, unggahan tentang target mingguan, hingga berbagai aktivitas yang terlihat produktif sering membuat seseorang merasa harus segera kembali berlari setelah beristirahat sejenak.

    Meski demikian, para ahli menilai Sunday Blues bukan sesuatu yang harus ditakuti. Perasaan tersebut justru bisa menjadi sinyal bahwa tubuh dan pikiran membutuhkan keseimbangan yang lebih baik antara pekerjaan dan waktu pribadi.

    Menariknya, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka sedang mengalami Sunday Blues. Mereka menganggap rasa tidak nyaman itu sebagai hal biasa, padahal perasaan tersebut dapat membuat akhir pekan terasa lebih singkat dan kurang menyenangkan.

    Beberapa cara sederhana dapat dilakukan untuk mengurangi gejala Sunday Blues, misalnya dengan menyelesaikan pekerjaan penting sebelum akhir pekan berakhir, membuat rencana yang realistis untuk hari Senin atau menyisihkan waktu pada Minggu sore untuk melakukan aktivitas yang disukai seperti berolahraga, membaca buku atau berkumpul bersama keluarga. Kegiatan-kegiatan itu dapat menjadi pengingat bahwa waktu istirahat juga memiliki nilai yang sama pentingnya dengan produktivitas.

    Pada akhirnya, yang membuat hari Senin terasa berat sering kali bukan pekerjaannya, melainkan kecemasan yang datang terlalu cepat sebelum pekan baru benar-benar dimulai.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    5 Tanda Social Battery Habis, Kenali Bedanya dengan Antisosial

    Juli 11, 2026

    Jejak Laut Purba di Tangga Bidadari Jadi Modal Geopark Sangkulirang-Mangkalihat

    Juli 7, 2026

    Haraku Ramen Hadir Ramaikan Kuliner di Big Mall Samarinda

    Juni 26, 2026

    Tak Lagi Sekadar Olahraga, Tenis Menjelma Jadi Gaya Hidup Modern

    Juni 21, 2026

    Mobilitas Warga Samarinda Tersandera Minimnya Pilihan Transportasi Publik

    Juni 21, 2026

    Lonjakan Diabetes pada Usia Muda, Akibat Makanan Instan dan Kurang Gerak

    Juni 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemkot Pilih Teguran dan Pembinaan, Bagi ASN Langgar Aturan WFH Belum Disanksi

    Nur AjijahJuli 21, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Hingga kini, pelanggaran Work From Home (WFH) yang ditemukan di Samarinda, masih sebatas…

    Sekitar 1.700 Atlet Kota Samarinda Masih Menunggu Kejelasan Anggaran Keikutsertaan Porprov 2026

    Juli 21, 2026

    HYROX, Olahraga yang Menggabungkan Lari dan Latihan Kekuatan dalam Satu Tantangan

    Juli 21, 2026

    SPM HIV Capai 99,8 Persen, Samarinda Jadi Lokus Supervisi Kemenkes

    Juli 21, 2026

    Pemda Samarinda Siapkan Parkir Berlangganan, Sebagai Sumber PAD Baru

    Juli 21, 2026
    1 2 3 … 3,230 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.