Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    APBD Perubahan 2026 Samarinda Berpotensi Defisit Rp600 Miliar

    September 20, 2026

    Dana Pemerintah Rp299 Triliun Masih Parkir di Bank BUMN, Kemenkeu Siapkan Penarikan Bertahap

    September 20, 2026

    Erau Adat Kutai Jadi Ruang Belajar Budaya, Hetifah Dorong Pengetahuan Warisan Kutai ke Generasi Muda

    September 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Akhir Pekan Berakhir, Kecemasan Datang? Kenali Fenomena Sunday Blues
    Lifestyle

    Akhir Pekan Berakhir, Kecemasan Datang? Kenali Fenomena Sunday Blues

    R’syaBy R’syaMei 31, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi efek sunday blues (foto by AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Akhir pekan menjadi waktu yang sangat disukai banyak orang karena setelah penat melakukan rutinitas selama hari kerja, mereka akhirnya dapat rehat entah berkumpul bersama orang terkasih maupun melakukan hobi.

    Bagi banyak orang, Minggu pagi masih terasa menyenangkan. Waktu berjalan santai, agenda tidak terlalu padat dan tubuh seolah mendapat kesempatan untuk beristirahat. Namun, suasana itu perlahan berubah ketika sore tiba. Pikiran mulai melayang pada pekerjaan yang belum selesai, tugas yang menunggu atau jadwal padat yang akan dimulai keesokan hari.

    Perasaan gelisah menjelang berakhirnya akhir pekan ini dikenal sebagai Sunday Blues. Meski bukan gangguan kesehatan mental, kondisi tersebut cukup umum dialami oleh pelajar, mahasiswa, hingga pekerja.

    Psikolog menjelaskan bahwa kecemasan tersebut muncul karena otak mulai melakukan transisi dari mode istirahat menuju mode bekerja. Semakin besar tekanan yang dirasakan seseorang terhadap aktivitas sehari-hari, semakin besar pula kemungkinan munculnya Sunday Blues.

    Tak heran jika banyak orang merasa waktu berjalan lebih cepat pada hari Minggu. Ketika pikiran sudah sibuk mempersiapkan hari Senin, seseorang sering kali kehilangan kesempatan menikmati sisa waktu liburnya.

    Media sosial juga turut memperkuat fenomena ini. Notifikasi pekerjaan, unggahan tentang target mingguan, hingga berbagai aktivitas yang terlihat produktif sering membuat seseorang merasa harus segera kembali berlari setelah beristirahat sejenak.

    Meski demikian, para ahli menilai Sunday Blues bukan sesuatu yang harus ditakuti. Perasaan tersebut justru bisa menjadi sinyal bahwa tubuh dan pikiran membutuhkan keseimbangan yang lebih baik antara pekerjaan dan waktu pribadi.

    Menariknya, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka sedang mengalami Sunday Blues. Mereka menganggap rasa tidak nyaman itu sebagai hal biasa, padahal perasaan tersebut dapat membuat akhir pekan terasa lebih singkat dan kurang menyenangkan.

    Beberapa cara sederhana dapat dilakukan untuk mengurangi gejala Sunday Blues, misalnya dengan menyelesaikan pekerjaan penting sebelum akhir pekan berakhir, membuat rencana yang realistis untuk hari Senin atau menyisihkan waktu pada Minggu sore untuk melakukan aktivitas yang disukai seperti berolahraga, membaca buku atau berkumpul bersama keluarga. Kegiatan-kegiatan itu dapat menjadi pengingat bahwa waktu istirahat juga memiliki nilai yang sama pentingnya dengan produktivitas.

    Pada akhirnya, yang membuat hari Senin terasa berat sering kali bukan pekerjaannya, melainkan kecemasan yang datang terlalu cepat sebelum pekan baru benar-benar dimulai.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    Mager dan Sembelit: Mengapa Aktivitas Fisik Sangat Menentukan Kelancaran Pencernaan?

    September 20, 2026

    Usia 30 Tahun, Idealnya Punya Tabungan Sebesar Gaji Setahun? Ini Patokan dan Cara Mengejarnya

    September 19, 2026

    BIFF Dorong Wastra dan Kriya Kaltim Naik Kelas ke Pasar Global

    September 10, 2026

    BIFF Siapkan Siswa SMK Kaltim Tampil di Melbourne

    September 10, 2026

    BIFF 2026 Hadirkan 400 Koleksi, Fashion Show Digelar Eksklusif di Odah Etam

    September 10, 2026

    Kenapa Salt Bread Makin Dilirik? Roti Jepang yang Menembus Tren Bakery

    Agustus 24, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    APBD Perubahan 2026 Samarinda Berpotensi Defisit Rp600 Miliar

    IraSeptember 20, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Samarinda menyoroti potensi defisit sekitar Rp600 miliar dalam…

    Dana Pemerintah Rp299 Triliun Masih Parkir di Bank BUMN, Kemenkeu Siapkan Penarikan Bertahap

    September 20, 2026

    Erau Adat Kutai Jadi Ruang Belajar Budaya, Hetifah Dorong Pengetahuan Warisan Kutai ke Generasi Muda

    September 20, 2026

    Berat Badan Naik Lagi Setelah Diet, Ini yang Terjadi pada Tubuh

    September 20, 2026

    Air Tanah Jadi Cadangan Saat Kemarau, Ini Temuan Unmul soal Sumur Bor di Kaltim

    September 20, 2026
    1 2 3 … 3,353 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.