Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    TKD Kaltim 2027 Hanya Rp3,1 Triliun, Jauh di Bawah Alokasi 2025

    November 6, 2026

    DPRD Sepakat Hentikan Pembangunan Pagar di Depan Ruko Pasar Pagi

    November 6, 2026

    Jaga Hutan, Masyarakat Adat Bahau Umaq Suling Rawat Warisan Leluhur

    November 6, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Akhir Pekan Berakhir, Kecemasan Datang? Kenali Fenomena Sunday Blues
    Lifestyle

    Akhir Pekan Berakhir, Kecemasan Datang? Kenali Fenomena Sunday Blues

    R’syaBy R’syaMei 31, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi efek sunday blues (foto by AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Akhir pekan menjadi waktu yang sangat disukai banyak orang karena setelah penat melakukan rutinitas selama hari kerja, mereka akhirnya dapat rehat entah berkumpul bersama orang terkasih maupun melakukan hobi.

    Bagi banyak orang, Minggu pagi masih terasa menyenangkan. Waktu berjalan santai, agenda tidak terlalu padat dan tubuh seolah mendapat kesempatan untuk beristirahat. Namun, suasana itu perlahan berubah ketika sore tiba. Pikiran mulai melayang pada pekerjaan yang belum selesai, tugas yang menunggu atau jadwal padat yang akan dimulai keesokan hari.

    Perasaan gelisah menjelang berakhirnya akhir pekan ini dikenal sebagai Sunday Blues. Meski bukan gangguan kesehatan mental, kondisi tersebut cukup umum dialami oleh pelajar, mahasiswa, hingga pekerja.

    Psikolog menjelaskan bahwa kecemasan tersebut muncul karena otak mulai melakukan transisi dari mode istirahat menuju mode bekerja. Semakin besar tekanan yang dirasakan seseorang terhadap aktivitas sehari-hari, semakin besar pula kemungkinan munculnya Sunday Blues.

    Tak heran jika banyak orang merasa waktu berjalan lebih cepat pada hari Minggu. Ketika pikiran sudah sibuk mempersiapkan hari Senin, seseorang sering kali kehilangan kesempatan menikmati sisa waktu liburnya.

    Media sosial juga turut memperkuat fenomena ini. Notifikasi pekerjaan, unggahan tentang target mingguan, hingga berbagai aktivitas yang terlihat produktif sering membuat seseorang merasa harus segera kembali berlari setelah beristirahat sejenak.

    Meski demikian, para ahli menilai Sunday Blues bukan sesuatu yang harus ditakuti. Perasaan tersebut justru bisa menjadi sinyal bahwa tubuh dan pikiran membutuhkan keseimbangan yang lebih baik antara pekerjaan dan waktu pribadi.

    Menariknya, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka sedang mengalami Sunday Blues. Mereka menganggap rasa tidak nyaman itu sebagai hal biasa, padahal perasaan tersebut dapat membuat akhir pekan terasa lebih singkat dan kurang menyenangkan.

    Beberapa cara sederhana dapat dilakukan untuk mengurangi gejala Sunday Blues, misalnya dengan menyelesaikan pekerjaan penting sebelum akhir pekan berakhir, membuat rencana yang realistis untuk hari Senin atau menyisihkan waktu pada Minggu sore untuk melakukan aktivitas yang disukai seperti berolahraga, membaca buku atau berkumpul bersama keluarga. Kegiatan-kegiatan itu dapat menjadi pengingat bahwa waktu istirahat juga memiliki nilai yang sama pentingnya dengan produktivitas.

    Pada akhirnya, yang membuat hari Senin terasa berat sering kali bukan pekerjaannya, melainkan kecemasan yang datang terlalu cepat sebelum pekan baru benar-benar dimulai.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    Ramai Tren Stop the Wedding di Media Sosial, Kenali Tanda Hubungan yang Tidak Sehat Sebelum Menikah

    November 1, 2026

    Diet Tanpa Tersiksa, Haruskah Beralih ke Minuman Diet atau Cukup Air Putih?

    Oktober 18, 2026

    BIFF 2026 Jadi Panggung Regenerasi Desainer Muda dan Penggerak Ekonomi Kreatif Kaltim

    Oktober 5, 2026

    Mager dan Sembelit: Mengapa Aktivitas Fisik Sangat Menentukan Kelancaran Pencernaan?

    September 20, 2026

    Usia 30 Tahun, Idealnya Punya Tabungan Sebesar Gaji Setahun? Ini Patokan dan Cara Mengejarnya

    September 19, 2026

    BIFF Dorong Wastra dan Kriya Kaltim Naik Kelas ke Pasar Global

    September 10, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    TKD Kaltim 2027 Hanya Rp3,1 Triliun, Jauh di Bawah Alokasi 2025

    AminahNovember 6, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) untuk Kalimantan Timur (Kaltim) pada 2027 ditetapkan…

    DPRD Sepakat Hentikan Pembangunan Pagar di Depan Ruko Pasar Pagi

    November 6, 2026

    Jaga Hutan, Masyarakat Adat Bahau Umaq Suling Rawat Warisan Leluhur

    November 6, 2026

    Probebaya Perkuat Pemberdayaan Dasawisma, Bukit Pinang Serahkan Sarpras untuk Tiga Kelompok Mawar

    November 6, 2026

    Andi Harun Buktikan Inovasi Samarinda Berdampak, Efisiensi Anggaran hingga Penurunan Stunting

    November 6, 2026
    1 2 3 … 3,431 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.