Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    HMI Samarinda Siapkan Aksi Jilid III, Desak Manajer PLN UP3 Dicopot

    November 5, 2026

    HMI Geruduk PLN Samarinda Lagi, Bentrokan dengan Polisi Pecah

    November 5, 2026

    Iswandi Minta UMKM Samarinda Tak Sekedar Bertahan, Tapi Harus Makin Cuan

    November 5, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Usia 30 Tahun, Idealnya Punya Tabungan Sebesar Gaji Setahun? Ini Patokan dan Cara Mengejarnya
    Lifestyle

    Usia 30 Tahun, Idealnya Punya Tabungan Sebesar Gaji Setahun? Ini Patokan dan Cara Mengejarnya

    AminahBy AminahSeptember 19, 2026Updated:Oktober 10, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Berapa Idealnya Punya Tabungan di Usia 30 Tahun
    Teks: Ilustrasi Tabungan (Foto: dok/Insitekaltim)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Memasuki usia 30 tahun sering kali menjadi titik ketika seseorang mulai melihat keuangan bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan hari ini. Biaya hidup, cicilan, keluarga, hingga persiapan masa pensiun mulai membutuhkan perencanaan yang lebih matang.

    Salah satu pertanyaan yang kerap muncul adalah: berapa sebenarnya tabungan yang ideal ketika memasuki usia 30 tahun?

    Salah satu patokan yang digunakan Fidelity Investments adalah memiliki tabungan setara satu kali pendapatan tahunan ketika memasuki usia 30 tahun.

    Sebagai gambaran, seseorang dengan penghasilan Rp10 juta per bulan memiliki pendapatan sekitar Rp120 juta dalam setahun. Dengan patokan tersebut, nilai tabungan yang ditargetkan pada usia 30 tahun berada di kisaran Rp120 juta.

    Namun, angka tersebut bukan berarti setiap orang harus memiliki jumlah tabungan yang sama. Kondisi penghasilan, biaya hidup, utang, tanggungan keluarga dan kapan seseorang mulai menabung dapat membuat kemampuan setiap orang berbeda.

    Perencana keuangan Lauryn Williams menawarkan pendekatan yang lebih fleksibel. Menurutnya, seseorang dapat mengalokasikan sekitar 20% dari pendapatan kotor setiap bulan untuk ditabung.

    Target tersebut memang tidak selalu mudah, terutama bagi mereka yang sudah memiliki tanggungan seperti biaya pengasuhan anak, cicilan rumah atau kebutuhan keluarga lainnya.

    Jangan Kejar Target dengan Utang

    Bagi orang yang baru mulai serius menata keuangan di usia 30-an, mengejar angka tabungan tidak berarti harus mengambil risiko investasi yang terlalu besar.

    Pengamat keuangan dan penulis Tony Steuer mengingatkan agar seseorang tidak tergoda mengejar ketertinggalan dengan memilih investasi berisiko tinggi.

    Langkah pertama justru bisa dimulai dari persoalan yang lebih mendasar, yakni membereskan utang dengan bunga tinggi.

    Utang kartu kredit atau cicilan konsumtif dengan bunga tinggi dapat menggerus kemampuan seseorang untuk membangun tabungan. Karena itu, sebelum meningkatkan investasi secara agresif, utang dengan beban bunga besar perlu menjadi perhatian.

    Secara sederhana, jika suatu instrumen investasi menghasilkan imbal hasil 5–6 persen, sementara utang yang dimiliki mengenakan bunga 11 persen, keuntungan investasi tersebut belum tentu mampu menutup beban utang.

    Dana Darurat Jangan Dilupakan

    Setelah utang terkendali, prioritas berikutnya adalah membangun dana darurat. Patokan yang umum digunakan adalah memiliki dana darurat sebesar 3–6 bulan pengeluaran. Dana ini berfungsi sebagai bantalan ketika terjadi kondisi tidak terduga, seperti kehilangan pekerjaan, kebutuhan kesehatan atau pengeluaran besar lainnya.

    Tanpa dana darurat, seseorang yang mengalami krisis keuangan berisiko kembali menggunakan utang untuk menutup kebutuhan sehari-hari.

    Karena itu, menabung untuk masa depan sebaiknya berjalan bersama dengan membangun dana yang mudah digunakan ketika keadaan darurat terjadi.

    Tidak Harus Langsung 20 Persen

    Bagi yang belum mampu menyisihkan 20 persen penghasilan, target tersebut tidak harus dicapai sekaligus.

    Menabung dapat dimulai dari persentase yang lebih kecil, misalnya 10–15 persen dari penghasilan, kemudian dinaikkan secara bertahap ketika kondisi keuangan memungkinkan.

    Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan dan membuat target yang realistis.

    Cara sederhana yang dapat dilakukan adalah memindahkan sebagian penghasilan ke rekening tabungan segera setelah menerima gaji. Dengan begitu, uang yang sudah dialokasikan untuk tabungan tidak ikut habis untuk pengeluaran atau kenaikan gaya hidup.

    Kebiasaan meningkatkan pengeluaran ketika pendapatan naik dikenal sebagai lifestyle creep. Tanpa perencanaan, kenaikan gaji tidak selalu membuat jumlah tabungan ikut bertambah karena …

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Ramai Tren Stop the Wedding di Media Sosial, Kenali Tanda Hubungan yang Tidak Sehat Sebelum Menikah

    November 1, 2026

    Diet Tanpa Tersiksa, Haruskah Beralih ke Minuman Diet atau Cukup Air Putih?

    Oktober 18, 2026

    BIFF 2026 Jadi Panggung Regenerasi Desainer Muda dan Penggerak Ekonomi Kreatif Kaltim

    Oktober 5, 2026

    Mager dan Sembelit: Mengapa Aktivitas Fisik Sangat Menentukan Kelancaran Pencernaan?

    September 20, 2026

    BIFF Dorong Wastra dan Kriya Kaltim Naik Kelas ke Pasar Global

    September 10, 2026

    BIFF Siapkan Siswa SMK Kaltim Tampil di Melbourne

    September 10, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    HMI Samarinda Siapkan Aksi Jilid III, Desak Manajer PLN UP3 Dicopot

    AminahNovember 5, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Samarinda memastikan akan kembali menggelar demonstrasi di…

    HMI Geruduk PLN Samarinda Lagi, Bentrokan dengan Polisi Pecah

    November 5, 2026

    Iswandi Minta UMKM Samarinda Tak Sekedar Bertahan, Tapi Harus Makin Cuan

    November 5, 2026

    Bazar UMKM Tak Melulu di Pusat Kota, Pemkot Samarinda Bidik Pemerataan Ekonomi

    November 5, 2026

    Pemadaman Listrik Kaltim Ditarget Berakhir Desember, Usulan Karhutla Jadi Bencana Nasional Tak Disetujui

    November 5, 2026
    1 2 3 … 3,429 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.