Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemkot Samarinda Harus Lebih Kreatif Tingkat PAD, Tanpa Membebani Masyarakat

    Agustus 11, 2026

    Kaltim Baru 56 Persen Temukan Kasus TBC, Dinkes Dorong 1.033 Desa Jadi Desa Siaga

    Agustus 11, 2026

    BAZNAS Kaltim Himpun Rp19,05 Miliar hingga Juli 2026, Zakat Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Mustahik

    Agustus 11, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Hipertensi Jadi Penyakit Terbanyak di Kaltim, Diabetes Menempati Urutan Kedua
    Kesehatan

    Hipertensi Jadi Penyakit Terbanyak di Kaltim, Diabetes Menempati Urutan Kedua

    Nur AjijahBy Nur AjijahJuni 15, 2026Updated:Juli 5, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kadinkes Kaltim, Jaya Mualimin (Insitekaltim/Ira)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat, hipertensi menjadi penyakit dengan jumlah kasus tertinggi yang ditemukan dan ditangani di wilayah tersebut. Kasus penyakit tidak menular masih menjadi tantangan kesehatan di Kalimantan Timur.

    Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin mengatakan, jumlah penderita hipertensi yang telah terjangkau layanan kesehatan mencapai hampir 200 ribu orang.

    “Kalau untuk hipertensi memang kasusnya paling tinggi di Provinsi Kaltim. Ada sekitar 200.000 yang sudah dijangkau oleh kita,” ujar Jaya di Gedung DPRD Kaltim, Senin, 15 Juni 2026.

    Menurutnya, pengendalian hipertensi menjadi salah satu indikator kinerja utama sektor kesehatan di daerah. Pemerintah menargetkan, sedikitnya 90 persen penderita hipertensi. Dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang memadai, untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

    Selain hipertensi, diabetes melitus menjadi penyakit tidak menular dengan jumlah kasus terbanyak kedua di Kalimantan Timur. Sementara itu, penyakit jantung dan stroke berada pada urutan berikutnya.

    “Diabetes melitus urutan kedua. Setelah itu penyakit jantung dan stroke,” katanya.

    Tingginya angka kasus penyakit tidak menular tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena berpotensi menimbulkan komplikasi serius jika tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini.

    Hipertensi dan diabetes diketahui merupakan faktor risiko utama berbagai penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke.

    Dinkes Kalimantan Timur terus mendorong masyarakat untuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala serta menerapkan pola hidup sehat guna menekan angka kejadian penyakit tidak menular yang masih mendominasi layanan kesehatan di daerah tersebut.

     



    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    Kaltim Baru 56 Persen Temukan Kasus TBC, Dinkes Dorong 1.033 Desa Jadi Desa Siaga

    Agustus 11, 2026

    Bulan Vitamin A, Dinkes Samarinda Sasar Sekitar 54 Ribu Bayi dan Balita

    Agustus 10, 2026

    Sampah Menumpuk Jadi Pulau di Sungai, BPBD Samarinda Tak Mau Sekadar Geser

    Agustus 10, 2026

    Gaya Hidup Holistik Bantu Jaga Kesehatan Fisik dan Mental

    Agustus 9, 2026

    Andi Harun Tegaskan Sanksi RSUD IA Moeis Tak Cukup, Inspektorat Diminta Tindak Lanjuti

    Agustus 9, 2026

    RS Primecare Samarinda Resmi Beroperasi, 95 Persen Tenaga Kerja Warga Lokal

    Agustus 8, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemkot Samarinda Harus Lebih Kreatif Tingkat PAD, Tanpa Membebani Masyarakat

    Nur AjijahAgustus 11, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah tekanan fiskal dan proyeksi penurunan pendapatan daerah, Pemerintah Kota (Pemkot)…

    Kaltim Baru 56 Persen Temukan Kasus TBC, Dinkes Dorong 1.033 Desa Jadi Desa Siaga

    Agustus 11, 2026

    BAZNAS Kaltim Himpun Rp19,05 Miliar hingga Juli 2026, Zakat Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Mustahik

    Agustus 11, 2026

    Kejurkot Basket Samarinda 2026 Usai, Perbasi Tegaskan Pembinaan Atlet Tak Boleh Berhenti

    Agustus 11, 2026

    Andi Harun Ajak Hasanuddin Mas’ud Belajar APBD: Saya Terangkan dengan Bahasa Bayi

    Agustus 11, 2026
    1 2 3 … 3,272 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.