Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    WiFi Gratis Bontang Mulai Pulih, Bontang Baru dan Loktuan Kembali Aktif

    Agustus 12, 2026

    Konsumsi MBG di SMPN 28 Samarinda Capai 98 Persen, Siswa Antusias Tunggu Jam Makan

    Agustus 12, 2026

    Bukan Sekadar Kompetisi, IWL 2026/2027 Jadi Jalan Pemain Putri Menuju Timnas

    Agustus 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kukar»Penanganan Stunting Diintensifkan di Kembang Janggut
    Diskominfo Kukar

    Penanganan Stunting Diintensifkan di Kembang Janggut

    Nur AjijahBy Nur AjijahMei 2, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Seksi Pelayanan Umum Kecamatan Kembang Janggut, Aslamiah
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Kukar – Pemerintah Kecamatan Kembang Janggut kembali menegaskan komitmennya dalam menanggulangi masalah stunting yang masih menjadi tantangan serius di wilayah tersebut. Upaya ini diwujudkan melalui rembuk stunting yang melibatkan seluruh elemen desa sebagai langkah konkret mempercepat penanganan gizi buruk.

    Dengan melibatkan lintas sektor, rembuk stunting menjadi forum penting bagi pemerintah kecamatan untuk mendorong kolaborasi dalam menciptakan generasi yang sehat dan tumbuh optimal. Pemerintah desa didorong mengalokasikan anggaran serta menjalankan program berbasis kebutuhan nyata masyarakat.

    Kepala Seksi Pelayanan Umum, Aslamiah menjelaskan rembuk stunting merupakan bagian dari strategi menyeluruh untuk memastikan penanganan gizi buruk menjangkau hingga ke tingkat keluarga.

    “Stunting masih menjadi masalah kesehatan yang krusial dan memerlukan penanganan yang tidak bisa parsial. Harus ada sinergi dari semua pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat itu sendiri,” kata Aslamiah ditemui media ini Rabu, 30 April 2025.

    Aslamiah mengungkapkan pemerintah desa telah mulai mengalokasikan dana desa secara khusus untuk mendukung program pencegahan stunting. Dana tersebut digunakan untuk penyediaan makanan tambahan bagi balita, peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, hingga penyuluhan gizi kepada masyarakat.

    Langkah nyata lainnya termasuk edukasi nutrisi kepada ibu hamil dan menyusui, serta penyuluhan mengenai pola asuh yang tepat. Pemberian makanan tambahan (PMT) dilakukan secara rutin di posyandu, terutama bagi balita dengan kondisi berat badan kurang.

    Pemerintah kecamatan itu juga mendorong monitoring tumbuh kembang anak secara berkala. Hal ini dinilai penting untuk mendeteksi risiko stunting sejak dini dan memberikan intervensi tepat waktu.

    Tak hanya fokus pada gizi, strategi pencegahan juga mencakup perbaikan akses air bersih dan sanitasi. Kader kesehatan desa aktif mendampingi keluarga berisiko tinggi dengan pendekatan edukatif dan motivasional agar tercipta kesadaran penuh akan pentingnya kesehatan lingkungan.

    Rosi juga menekankan pentingnya integrasi antara program kesehatan dan bantuan sosial. Menurutnya, keluarga prasejahtera sering kali luput dari intervensi jika tidak ada kerja sama antarprogram. Oleh karena itu, bantuan sosial desa turut diarahkan untuk mendukung keluarga dengan balita yang memerlukan asupan gizi tambahan.

    Meski tidak merinci angka prevalensi, Rosi memastikan bahwa angka stunting di wilayah Kecamatan Kembang Janggut terus menunjukkan tren penurunan. Hal ini dinilai sebagai hasil kerja kolektif dan konsistensi lintas sektor.

    “Pemerintah kecamatan tetap berperan aktif dalam penanggulangan stunting. Ini bukan hanya kerja satu pihak, tapi tanggung jawab bersama demi masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.

    Ia optimistis, penanganan stunting dapat berhasil jika dilakukan dengan komitmen dan kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat. (Adv)

    Aslamiah Kecamatan Kembang Janggut Kukar Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    BKKBN Kaltim Perkuat Intervensi Non-Nutrisi untuk Tekan Stunting

    Juli 20, 2026

    Lampaui Target Nasional, Stunting di Samarinda Turun Jadi 17,13 Persen

    Juli 14, 2026

    Program MBG Belum Bisa Jadi Tolok Ukur Penurunan Stunting di Samarinda

    Juli 13, 2026

    Cegah Anak Stunting, Kini Periksa Kehamilan Wajib Delapan Kali

    Juli 12, 2026

    Inisiasi Menyusu Dini, Intervensi Tepat Dukung Pertumbuhan Bayi Juga Stunting

    Juli 3, 2026

    Stunting Samarinda Sudah di Bawah Nasional, DPPKB: Tantangan Terbesar Perubahan Perilaku

    Juli 2, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    WiFi Gratis Bontang Mulai Pulih, Bontang Baru dan Loktuan Kembali Aktif

    R’syaAgustus 12, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Gangguan layanan WiFi Gratis di sejumlah wilayah Kota Bontang mulai teratasi. Pemerintah…

    Konsumsi MBG di SMPN 28 Samarinda Capai 98 Persen, Siswa Antusias Tunggu Jam Makan

    Agustus 12, 2026

    Bukan Sekadar Kompetisi, IWL 2026/2027 Jadi Jalan Pemain Putri Menuju Timnas

    Agustus 12, 2026

    WiFi Gratis di Sejumlah Titik Bontang Terganggu akibat Kabel Fiber Optik Terputus

    Agustus 12, 2026

    Pawai HUT RI ke-81 Ditiadakan, Andi Harun Alihkan Kegiatan ke Kelurahan

    Agustus 12, 2026
    1 2 3 … 3,274 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.