Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pasar Segiri Belum Direvitalisasi, DPRD Samarinda Soroti Prioritas Anggaran

    Mei 9, 2026

    Penertiban Parkir di Halaman Warga Disorot, DPRD Nilai Protokol Tidak Tepat

    Mei 9, 2026

    Kala Fest 2026 Dibuka, Kaltim Siapkan Ekonomi Syariah Jadi Penopang Baru Pasca Batu Bara

    Mei 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kukar»Penanganan Stunting Diintensifkan di Kembang Janggut
    Diskominfo Kukar

    Penanganan Stunting Diintensifkan di Kembang Janggut

    Nur AjijahBy Nur AjijahMei 2, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Seksi Pelayanan Umum Kecamatan Kembang Janggut, Aslamiah
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Kukar – Pemerintah Kecamatan Kembang Janggut kembali menegaskan komitmennya dalam menanggulangi masalah stunting yang masih menjadi tantangan serius di wilayah tersebut. Upaya ini diwujudkan melalui rembuk stunting yang melibatkan seluruh elemen desa sebagai langkah konkret mempercepat penanganan gizi buruk.

    Dengan melibatkan lintas sektor, rembuk stunting menjadi forum penting bagi pemerintah kecamatan untuk mendorong kolaborasi dalam menciptakan generasi yang sehat dan tumbuh optimal. Pemerintah desa didorong mengalokasikan anggaran serta menjalankan program berbasis kebutuhan nyata masyarakat.

    Kepala Seksi Pelayanan Umum, Aslamiah menjelaskan rembuk stunting merupakan bagian dari strategi menyeluruh untuk memastikan penanganan gizi buruk menjangkau hingga ke tingkat keluarga.

    “Stunting masih menjadi masalah kesehatan yang krusial dan memerlukan penanganan yang tidak bisa parsial. Harus ada sinergi dari semua pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat itu sendiri,” kata Aslamiah ditemui media ini Rabu, 30 April 2025.

    Aslamiah mengungkapkan pemerintah desa telah mulai mengalokasikan dana desa secara khusus untuk mendukung program pencegahan stunting. Dana tersebut digunakan untuk penyediaan makanan tambahan bagi balita, peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, hingga penyuluhan gizi kepada masyarakat.

    Langkah nyata lainnya termasuk edukasi nutrisi kepada ibu hamil dan menyusui, serta penyuluhan mengenai pola asuh yang tepat. Pemberian makanan tambahan (PMT) dilakukan secara rutin di posyandu, terutama bagi balita dengan kondisi berat badan kurang.

    Pemerintah kecamatan itu juga mendorong monitoring tumbuh kembang anak secara berkala. Hal ini dinilai penting untuk mendeteksi risiko stunting sejak dini dan memberikan intervensi tepat waktu.

    Tak hanya fokus pada gizi, strategi pencegahan juga mencakup perbaikan akses air bersih dan sanitasi. Kader kesehatan desa aktif mendampingi keluarga berisiko tinggi dengan pendekatan edukatif dan motivasional agar tercipta kesadaran penuh akan pentingnya kesehatan lingkungan.

    Rosi juga menekankan pentingnya integrasi antara program kesehatan dan bantuan sosial. Menurutnya, keluarga prasejahtera sering kali luput dari intervensi jika tidak ada kerja sama antarprogram. Oleh karena itu, bantuan sosial desa turut diarahkan untuk mendukung keluarga dengan balita yang memerlukan asupan gizi tambahan.

    Meski tidak merinci angka prevalensi, Rosi memastikan bahwa angka stunting di wilayah Kecamatan Kembang Janggut terus menunjukkan tren penurunan. Hal ini dinilai sebagai hasil kerja kolektif dan konsistensi lintas sektor.

    “Pemerintah kecamatan tetap berperan aktif dalam penanggulangan stunting. Ini bukan hanya kerja satu pihak, tapi tanggung jawab bersama demi masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.

    Ia optimistis, penanganan stunting dapat berhasil jika dilakukan dengan komitmen dan kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat. (Adv)

    Aslamiah Kecamatan Kembang Janggut Kukar Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    Wawali Samarinda Tekankan Peran Posyandu dalam Percepatan Penurunan Stunting

    April 29, 2026

    Disdikbud Kaltim Targetkan 2027 Tak Ada Sekolah Rusak, Kekurangan Guru Produktif Jadi Sorotan

    April 14, 2026

    Pantai Pemedas Diserbu Wisatawan, Warga Sanga-Sanga Manfaatkan Libur Lebaran

    Maret 25, 2026

    Pantai Pemedas Samboja Dipadati Pengunjung, Wisatawan Nikmati Libur Lebaran

    Maret 25, 2026

    Cegah Stunting Sejak Dini, DPRD Samarinda Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

    Februari 6, 2026

    Inovasi Penanganan Stunting, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan, Data Pasien Divalidasi Mandiri

    Februari 5, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pasar Segiri Belum Direvitalisasi, DPRD Samarinda Soroti Prioritas Anggaran

    Ratu ArifanzaMei 9, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Rencana renovasi Pasar Segiri masih belum menjadi prioritas dalam waktu dekat. Anggota…

    Penertiban Parkir di Halaman Warga Disorot, DPRD Nilai Protokol Tidak Tepat

    Mei 9, 2026

    Kala Fest 2026 Dibuka, Kaltim Siapkan Ekonomi Syariah Jadi Penopang Baru Pasca Batu Bara

    Mei 9, 2026

    Tak Hanya Bunga Bank, DPRD Samarinda Dorong Kebijakan Keuangan Berbasis Manfaat Sosial

    Mei 8, 2026

    Fokus Bisnis Dipertanyakan, DPRD Samarinda Desak Varia Niaga Tingkatkan Kontribusi PAD

    Mei 8, 2026
    1 2 3 … 3,090 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.