Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kedekatan Helmi dan Budisatrio Jadi Jembatan Aspirasi Kaltim ke Senayan

    Juli 14, 2026

    Inflasi Samarinda Capai 3,53 Persen, Pemkot Perkuat Pengawasan Pangan dan Distribusi

    Juli 14, 2026

    Lampaui Target Nasional, Stunting di Samarinda Turun Jadi 17,13 Persen

    Juli 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Disdikbud Kaltim Targetkan 2027 Tak Ada Sekolah Rusak, Kekurangan Guru Produktif Jadi Sorotan
    Pendidikan

    Disdikbud Kaltim Targetkan 2027 Tak Ada Sekolah Rusak, Kekurangan Guru Produktif Jadi Sorotan

    Andika SaputraBy Andika SaputraApril 14, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Plt Disdikbud Provinsi Kaltim, Armin saat diwawancarai Awak media (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kondisi sarana pendidikan yang belum merata serta kekurangan tenaga pendidik di bidang tertentu masih menjadi persoalan utama dunia pendidikan di Kalimantan Timur (Kaltim). Permasalahan ini dinilai berdampak langsung pada kualitas proses belajar mengajar di sekolah.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kaltim Armin menegaskan, komitmennya untuk membenahi kondisi tersebut dengan menargetkan tidak ada lagi sekolah dalam kondisi buruk pada 2027

    Menurutnya, kenyamanan lingkungan sekolah menjadi faktor penting yang tidak bisa diabaikan dalam menunjang kualitas pembelajaran.

    “Kenyamanan sekolah itu nomor satu. Bagaimana anak-anak bisa belajar dengan baik kalau kondisi sekolahnya tidak nyaman,” ujarnya, Selasa 14 April 2026.

    Ia menjelaskan, kewenangan Disdikbud Kaltim mencakup jenjang SMA, SMK, dan SLB, sehingga pihaknya bertanggung jawab memastikan seluruh sekolah berada dalam kondisi layak.

    “Kami pastikan ke depan tidak ada lagi sekolah yang jelek. Kalau masih ada, silakan laporkan ke kami untuk segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

    Selain persoalan infrastruktur, tantangan kekurangan tenaga pendidik, khususnya pada bidang keahlian tertentu. Meski secara jumlah total guru di Kaltim mencapai sekitar 11 ribu orang, distribusi dan kesesuaian bidang masih menjadi kendala.

    “Secara jumlah cukup tapi ada kekosongan di bidang tertentu, terutama guru produktif di SMK,” ungkapnya.

    Ia mencontohkan kondisi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang masih kekurangan puluhan guru produktif.

    “Di Kukar saja ada kekurangan sekitar 32 guru produktif. Ini jadi tantangan karena tidak mudah mencari tenaga di bidang tersebut,” jelasnya.

    Menurut Armin, salah satu penyebab utama adalah rendahnya minat tenaga profesional untuk beralih menjadi tenaga pengajar, terutama pada bidang spesifik seperti pelayaran.

    “Guru pelayaran misalnya sangat sulit dicari karena mereka lebih memilih bekerja di lapangan dibanding menjadi pengajar,” katanya.

    Lebih lanjut, tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan jumlah tenaga pendidik, tetapi juga kualitas yang harus terus ditingkatkan.

    Untuk itu, ia berharap perguruan tinggi, khususnya lembaga pencetak guru, dapat menyesuaikan kurikulum dan menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan daerah.

    “Kami berharap universitas bisa menyiapkan guru-guru berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan Kaltim,” ujarnya.

    Upaya tersebut dinilai penting seiring target Kaltim untuk meningkatkan standar pendidikan, tidak hanya memenuhi Standar Nasional Pendidikan, tetapi juga mampu bersaing secara global melalui pengembangan sekolah unggulan dan sistem pembelajaran bilingual.

    “Kalau kita ingin punya daya saing tinggi, kualitas guru harus ikut ditingkatkan,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Efisiensi Anggaran Jangan Sampai Korbankan Mutu Pendidikan Kaltim

    Juli 14, 2026

    19 Aduan SPMB Tuntas, Pemkot Masih Tangani 17 Calon Siswa yang Belum Tertampung

    Juli 14, 2026

    Dugaan Manipulasi Domisili hingga Pungutan Warnai SPMB 2026, Pemkot Siapkan Evaluasi Menyeluruh

    Juli 13, 2026

    SPMB 2026 Menuai Polemik, Perubahan Sistem Zonasi Perlu Dievaluasi

    Juli 13, 2026

    Tak Sekadar Kenalkan Sekolah, MPLS Samarinda Diisi Pendidikan Integritas dan Karakter Antikorupsi

    Juli 13, 2026

    Putus Fenomena Fatherless, GAMAS Dinilai Jadi Pilar Emosional Anak di Hari Pertama Sekolah

    Juli 13, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kedekatan Helmi dan Budisatrio Jadi Jembatan Aspirasi Kaltim ke Senayan

    SittiJuli 14, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua DPC Partai Gerindra Kota Samarinda helmi Abdullah mengungkapkan kedekatannya dengan Anggota…

    Inflasi Samarinda Capai 3,53 Persen, Pemkot Perkuat Pengawasan Pangan dan Distribusi

    Juli 14, 2026

    Lampaui Target Nasional, Stunting di Samarinda Turun Jadi 17,13 Persen

    Juli 14, 2026

    Efisiensi Anggaran Hambat Program Keluarga Berkualitas, DPPKB Samarinda Ajukan Tambahan Dana

    Juli 14, 2026

    Empat Final Ideal Piala Dunia 2026: Ada Ulangan Qatar 2022 hingga Duel Messi-Yamal

    Juli 14, 2026
    1 2 3 … 3,213 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.