Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    21 Gerai Koperasi Merah Putih Samarinda Terbangun

    Oktober 19, 2026

    Saksikan Kemenangan 2-0, Wawali Samarinda Apresiasi Perjuangan Pesut Etam

    Oktober 19, 2026

    DPRD Samarinda Soroti Minimnya Penerangan Permukiman, Lampu Jalan Mulai Diusulkan

    Oktober 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Disdikbud Kaltim Targetkan 2027 Tak Ada Sekolah Rusak, Kekurangan Guru Produktif Jadi Sorotan
    Pendidikan

    Disdikbud Kaltim Targetkan 2027 Tak Ada Sekolah Rusak, Kekurangan Guru Produktif Jadi Sorotan

    Andika SaputraBy Andika SaputraApril 14, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Plt Disdikbud Provinsi Kaltim, Armin saat diwawancarai Awak media (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kondisi sarana pendidikan yang belum merata serta kekurangan tenaga pendidik di bidang tertentu masih menjadi persoalan utama dunia pendidikan di Kalimantan Timur (Kaltim). Permasalahan ini dinilai berdampak langsung pada kualitas proses belajar mengajar di sekolah.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kaltim Armin menegaskan, komitmennya untuk membenahi kondisi tersebut dengan menargetkan tidak ada lagi sekolah dalam kondisi buruk pada 2027

    Menurutnya, kenyamanan lingkungan sekolah menjadi faktor penting yang tidak bisa diabaikan dalam menunjang kualitas pembelajaran.

    “Kenyamanan sekolah itu nomor satu. Bagaimana anak-anak bisa belajar dengan baik kalau kondisi sekolahnya tidak nyaman,” ujarnya, Selasa 14 April 2026.

    Ia menjelaskan, kewenangan Disdikbud Kaltim mencakup jenjang SMA, SMK, dan SLB, sehingga pihaknya bertanggung jawab memastikan seluruh sekolah berada dalam kondisi layak.

    “Kami pastikan ke depan tidak ada lagi sekolah yang jelek. Kalau masih ada, silakan laporkan ke kami untuk segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

    Selain persoalan infrastruktur, tantangan kekurangan tenaga pendidik, khususnya pada bidang keahlian tertentu. Meski secara jumlah total guru di Kaltim mencapai sekitar 11 ribu orang, distribusi dan kesesuaian bidang masih menjadi kendala.

    “Secara jumlah cukup tapi ada kekosongan di bidang tertentu, terutama guru produktif di SMK,” ungkapnya.

    Ia mencontohkan kondisi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang masih kekurangan puluhan guru produktif.

    “Di Kukar saja ada kekurangan sekitar 32 guru produktif. Ini jadi tantangan karena tidak mudah mencari tenaga di bidang tersebut,” jelasnya.

    Menurut Armin, salah satu penyebab utama adalah rendahnya minat tenaga profesional untuk beralih menjadi tenaga pengajar, terutama pada bidang spesifik seperti pelayaran.

    “Guru pelayaran misalnya sangat sulit dicari karena mereka lebih memilih bekerja di lapangan dibanding menjadi pengajar,” katanya.

    Lebih lanjut, tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan jumlah tenaga pendidik, tetapi juga kualitas yang harus terus ditingkatkan.

    Untuk itu, ia berharap perguruan tinggi, khususnya lembaga pencetak guru, dapat menyesuaikan kurikulum dan menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan daerah.

    “Kami berharap universitas bisa menyiapkan guru-guru berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan Kaltim,” ujarnya.

    Upaya tersebut dinilai penting seiring target Kaltim untuk meningkatkan standar pendidikan, tidak hanya memenuhi Standar Nasional Pendidikan, tetapi juga mampu bersaing secara global melalui pengembangan sekolah unggulan dan sistem pembelajaran bilingual.

    “Kalau kita ingin punya daya saing tinggi, kualitas guru harus ikut ditingkatkan,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    PP PAUD Kaltim Dorong Deteksi Dini Perkembangan Anak Lewat Pelatihan Asesmen

    Oktober 17, 2026

    Disdikbud Kaltim Dorong Seniman Masuk Sekolah, Karya Seni Lokal Diusulkan Masuk Museum

    Oktober 13, 2026

    PJJ di Samarinda Bergantung Kualitas Udara, Sekolah Diminta Berkoordinasi dengan Puskesmas

    Oktober 12, 2026

    Kebijakan Tak Naik Kelas Berisiko Tekan Siswa, Disdikbud Kaltim Khawatir Siswa Enggan Sekolah

    Oktober 12, 2026

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Oktober 10, 2026

    Mahasiswa Dorong Perpustakaan Samarinda Tingkatkan Fasilitas sebagai Ruang Belajar

    Oktober 5, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    21 Gerai Koperasi Merah Putih Samarinda Terbangun

    SintaOktober 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda — Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kota Samarinda telah mencapai 21…

    Saksikan Kemenangan 2-0, Wawali Samarinda Apresiasi Perjuangan Pesut Etam

    Oktober 19, 2026

    DPRD Samarinda Soroti Minimnya Penerangan Permukiman, Lampu Jalan Mulai Diusulkan

    Oktober 19, 2026

    Andi Harun: Perubahan Tak Cukup dari Jalanan, Harus Masuk ke Ruang Kebijakan

    Oktober 19, 2026

    Lima Provinsi di Kalimantan Diusulkan Bersatu Dorong Penanganan Karhutla ke Pusat

    Oktober 19, 2026
    1 2 3 … 3,393 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.