Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Tak Sekadar Kenalkan Sekolah, MPLS Samarinda Diisi Pendidikan Integritas dan Karakter Antikorupsi

    Juli 13, 2026

    Putus Fenomena Fatherless, GAMAS Dinilai Jadi Pilar Emosional Anak di Hari Pertama Sekolah

    Juli 13, 2026

    Efisiensi Anggaran Porprov VIII 2026, Dispora Kaltim Coret Fasilitas Nonprioritas

    Juli 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Putus Fenomena Fatherless, GAMAS Dinilai Jadi Pilar Emosional Anak di Hari Pertama Sekolah
    Pendidikan

    Putus Fenomena Fatherless, GAMAS Dinilai Jadi Pilar Emosional Anak di Hari Pertama Sekolah

    R’syaBy R’syaJuli 13, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Dr. Abdul Rozak Fahrudin bersama ketiga anaknya di halaman sekolah saat hari pertama masuk (Dokpri)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Hari pertama masuk sekolah kerap menjadi momen krusial yang dipenuhi kecemasan sekaligus antusiasme bagi anak. Menanggapi fase transisi penting ini, pakar pendidikan Abdul Rozak Fahrudin menyerukan pentingnya Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS).

    Gagasan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mendefinisikan ulang peran domestik pria, sekaligus memutus mata rantai fenomena minimnya keterlibatan figur ayah (fatherless) yang masih membayangi keluarga modern.

    Selama ini urusan domestik dan mengasuh anak, termasuk mengantar ke sekolah, kerap dianggap sebagai domain ibu semata. Padahal, kehadiran fisik dan emosional seorang ayah di awal langkah akademis anak memiliki dampak psikologis yang luar biasa.

    “Meluangkan waktu beberapa jam di pagi hari untuk menggandeng tangan anak menuju kelas barunya adalah bentuk nyata dari kehadiran ni yang melampaui sekadar pemberian materi. Langkah awal yang mantap ini bisa membuat mereka tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, berkarakter, dan mencintai proses belajar,” kata Rozak kepada Insitekaltim, Senin, 13 Juli 2026.

    Secara kritis, gagasan GAMAS ini hadir untuk mendobrak pola tradisional di mana kesibukan kerja kerap dijadikan alasan renggangnya hubungan emosional antara ayah dan anak.

    Gerakan ini menekankan tiga tujuan utama membangun ikatan emosional, meningkatkan keterlibatan aktif ayah dalam ekosistem sekolah sejak hari pertama, serta menghilangkan stigma pengasuhan tunggal oleh ibu.

    Bagi anak, kehadiran ayah di gerbang sekolah terbukti secara multidimensi mampu meningkatkan rasa percaya diri dan mereduksi kecemasan berpisah.

    Sementara bagi para ayah, momen ini memberikan kepuasan batin sekaligus kesempatan untuk memahami langsung atmosfer lingkungan belajar sang anak.

    Di sisi lain, pihak sekolah menyambut baik arah komunikasi yang ditawarkan melalui konsep GAMAS ini sebagai modal awal terbentuknya kemitraan yang kuat. Harapan besar diletakkan pada pundak orang tua agar momentum sederhana ini menjadi memori indah yang membekas hingga anak dewasa.

    “Kami berharap momen sederhana ini menjadi memori indah yang akan diingat anak hingga mereka dewasa. Kami ingin anak-anak tahu bahwa dalam setiap langkah belajarnya, ada doa dan dukungan fisik dari kedua orang tuanya,” ungkapnya.

    Namun, tantangan terbesar pasca-hari pertama adalah konsistensi. Pihak sekolah berharap kepedulian para ayah tidak berhenti sebagai aksi seremonial tahunan di hari pertama saja, melainkan terus berlanjut sepanjang perjalanan akademis anak.

    Ayah diharapkan berani mengambil peran dalam komunikasi dua arah yang terbuka, memberikan masukan, serta terlibat aktif dalam komite sekolah demi menciptakan ekosistem belajar yang kondusif.

     

    Abdul Rozak Fahrudin Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) Sekolah
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    Tak Sekadar Kenalkan Sekolah, MPLS Samarinda Diisi Pendidikan Integritas dan Karakter Antikorupsi

    Juli 13, 2026

    IKIP PGRI Kaltim Bentuk Tim Formatur Ikatan Alumni, Target Kepengurusan Rampung Dua Bulan

    Juli 12, 2026

    110 Alumni Lintas Generasi Reuni, IKIP PGRI Kaltim Hidupkan Kembali Ikatan Alumni

    Juli 12, 2026

    10 Jurusan Kuliah yang Paling Disesali di Tahun 2026

    Juli 11, 2026

    Sebanyak 3.420 Mahasiswa KKN Kolaborasi 2026 Resmi Diterjunkan ke 377 Desa se-Kaltim

    Juli 11, 2026

    Menghapus Perpeloncoan Saja Tak Cukup, MPLS Ramah 2026 Darurat Kekerasan Seksual

    Juli 10, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Tak Sekadar Kenalkan Sekolah, MPLS Samarinda Diisi Pendidikan Integritas dan Karakter Antikorupsi

    SittiJuli 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) di Kota Samarinda tahun ini dimanfaatkan…

    Putus Fenomena Fatherless, GAMAS Dinilai Jadi Pilar Emosional Anak di Hari Pertama Sekolah

    Juli 13, 2026

    Efisiensi Anggaran Porprov VIII 2026, Dispora Kaltim Coret Fasilitas Nonprioritas

    Juli 13, 2026

    Argentina Tantang Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026, Rivalitas Klasik Kembali Membara

    Juli 12, 2026

    Banjir dan Sampah Masih Jadi Persoalan, Normalisasi Drainase hingga Edukasi Warga Diperkuat

    Juli 12, 2026
    1 2 3 … 3,209 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.