Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    UMKM Teras Samarinda Tuntut Ganti Rugi, DPRD Pertanyakan Dasar Pembubaran

    Oktober 27, 2026

    Benih Tanpa Sertifikasi Terancam Tak Bisa Diedarkan di Kaltim

    Oktober 27, 2026

    Polisi Amankan 37 Orang terkait Dugaan Pencurian Kabel Bawah Tanah di Samarinda

    Oktober 27, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Putus Fenomena Fatherless, GAMAS Dinilai Jadi Pilar Emosional Anak di Hari Pertama Sekolah
    Pendidikan

    Putus Fenomena Fatherless, GAMAS Dinilai Jadi Pilar Emosional Anak di Hari Pertama Sekolah

    R’syaBy R’syaJuli 13, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Dr. Abdul Rozak Fahrudin bersama ketiga anaknya di halaman sekolah saat hari pertama masuk (Dokpri)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Hari pertama masuk sekolah kerap menjadi momen krusial yang dipenuhi kecemasan sekaligus antusiasme bagi anak. Menanggapi fase transisi penting ini, pakar pendidikan Abdul Rozak Fahrudin menyerukan pentingnya Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS).

    Gagasan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mendefinisikan ulang peran domestik pria, sekaligus memutus mata rantai fenomena minimnya keterlibatan figur ayah (fatherless) yang masih membayangi keluarga modern.

    Selama ini urusan domestik dan mengasuh anak, termasuk mengantar ke sekolah, kerap dianggap sebagai domain ibu semata. Padahal, kehadiran fisik dan emosional seorang ayah di awal langkah akademis anak memiliki dampak psikologis yang luar biasa.

    “Meluangkan waktu beberapa jam di pagi hari untuk menggandeng tangan anak menuju kelas barunya adalah bentuk nyata dari kehadiran ni yang melampaui sekadar pemberian materi. Langkah awal yang mantap ini bisa membuat mereka tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, berkarakter, dan mencintai proses belajar,” kata Rozak kepada Insitekaltim, Senin, 13 Juli 2026.

    Secara kritis, gagasan GAMAS ini hadir untuk mendobrak pola tradisional di mana kesibukan kerja kerap dijadikan alasan renggangnya hubungan emosional antara ayah dan anak.

    Gerakan ini menekankan tiga tujuan utama membangun ikatan emosional, meningkatkan keterlibatan aktif ayah dalam ekosistem sekolah sejak hari pertama, serta menghilangkan stigma pengasuhan tunggal oleh ibu.

    Bagi anak, kehadiran ayah di gerbang sekolah terbukti secara multidimensi mampu meningkatkan rasa percaya diri dan mereduksi kecemasan berpisah.

    Sementara bagi para ayah, momen ini memberikan kepuasan batin sekaligus kesempatan untuk memahami langsung atmosfer lingkungan belajar sang anak.

    Di sisi lain, pihak sekolah menyambut baik arah komunikasi yang ditawarkan melalui konsep GAMAS ini sebagai modal awal terbentuknya kemitraan yang kuat. Harapan besar diletakkan pada pundak orang tua agar momentum sederhana ini menjadi memori indah yang membekas hingga anak dewasa.

    “Kami berharap momen sederhana ini menjadi memori indah yang akan diingat anak hingga mereka dewasa. Kami ingin anak-anak tahu bahwa dalam setiap langkah belajarnya, ada doa dan dukungan fisik dari kedua orang tuanya,” ungkapnya.

    Namun, tantangan terbesar pasca-hari pertama adalah konsistensi. Pihak sekolah berharap kepedulian para ayah tidak berhenti sebagai aksi seremonial tahunan di hari pertama saja, melainkan terus berlanjut sepanjang perjalanan akademis anak.

    Ayah diharapkan berani mengambil peran dalam komunikasi dua arah yang terbuka, memberikan masukan, serta terlibat aktif dalam komite sekolah demi menciptakan ekosistem belajar yang kondusif.

     

    Abdul Rozak Fahrudin Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) Sekolah
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    Dewan Pendidikan Kaltim Minta Dana BOSKIN Lebih Berdampak pada Mutu Lulusan

    Oktober 22, 2026

    90,20 Persen Seragam Gratis Kaltim Tersalurkan, Puluhan Ribu Paket Masih dalam Distribusi

    Oktober 22, 2026

    IKIP PGRI Kaltim Siapkan S2 Pendidikan Olahraga, Bidik Mahasiswa dari Berbagai Daerah

    Oktober 21, 2026

    Wagub Kaltim Dorong Lulusan Sarjana Lanjut S2, Manfaatkan Program Gratispol

    Oktober 21, 2026

    Disdikbud Kaltim Siapkan PJJ Lagi Jika Asap Karhutla Memburuk, Kutim dan Berau Masih Belajar dari Rumah

    Oktober 21, 2026

    PP PAUD Kaltim Dorong Deteksi Dini Perkembangan Anak Lewat Pelatihan Asesmen

    Oktober 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    UMKM Teras Samarinda Tuntut Ganti Rugi, DPRD Pertanyakan Dasar Pembubaran

    Ratu ArifanzaOktober 27, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Persoalan pembubaran pedagang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Teras Samarinda…

    Benih Tanpa Sertifikasi Terancam Tak Bisa Diedarkan di Kaltim

    Oktober 27, 2026

    Polisi Amankan 37 Orang terkait Dugaan Pencurian Kabel Bawah Tanah di Samarinda

    Oktober 27, 2026

    DPRD Samarinda Bahas Revisi Perda Perubahan Susunan OPD

    Oktober 27, 2026

    Enam Refinery Sawit Dikembangkan di Kaltim, Industri Minyak Goreng Mulai Bergerak

    Oktober 27, 2026
    1 2 3 … 3,410 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.