Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemkot Samarinda Tegaskan Batas Kepatuhan WFH, Andi Harun: Pelanggaran Naik ke Level Serius

    April 24, 2026

    WFH Hemat BBM hingga Rp16 Juta Sehari, 758 ASN Samarinda Bekerja dari Rumah

    April 24, 2026

    Kepatuhan WFH ASN Samarinda Capai 94,5 Persen, Diskominfo Benahi Sistem

    April 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Bisnis»Harga di Pasar Tidak Stabil, Daya Pembeli Masyarakat Turun Drastis
    Bisnis

    Harga di Pasar Tidak Stabil, Daya Pembeli Masyarakat Turun Drastis

    AdminBy AdminMei 7, 202002 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter: Dina – Editor: Redaksi

    Samarinda, Insitekaltim – Dampak Covid-19 benar-benar merisaukan para pedagang kecil. Apalagi Ramadan ini justru daya beli masyarakat semakin sedikit. Masyarakat hanya belanja seperlunya saja. Pasar sepi akibat masyarakat takut berbelanja secara langsung. Harga bahan pokok makanan pun tidak stabil. Naik turun membuat ekonomi di kalangan pedagang pasar semakin berat.

    Dari pantauan insitekaltim beberapa pedagang di Pasar Impres Kampung Baqa, Kamis (7/5/2020). Gandrung salah satu pedagang cabai mengatakan, pasar tidak seramai sebelum ada Covid-19. Sekarang sepi, karena ada aturan tidak diperbolehkan melakukan aktivitas kerumunan massa.

    Ditanya penjualan cabai, ia menjelaskan harga cabai merah naik. Semula kisaran Rp 20- 25 ribu per kilogram, sekarang mencapai Rp 34 ribu per kilogram. “Padahal di tengah kondisi seperti ini seharusnya bahan makanan itu stabil, agar masyarakat tetap membeli bahan pokok seperti biasanya,” ungkapnya.

    Kemudian Burhan, pedagang bawang menuturkan, harga bawang juga mengalami kenaikam. Dari harga biasanya Rp 36 ribu per kilogram naik menjadi 53 ribu per kilogram.

    “Biasanya saya mengambil bawang ke distributor setiap hari. Sekarang seminggu sekali saja belum tentu bisa mengambilnya,” sambungnya.

    Memang terjadi kenaikan cukup signifikan di beberapa bahan makanan. Namun disisi lain seperti ayam dan telur malah mengalami penurunan.

    Baron, salah satu pedagang ayam, mengaku bingung walaupun harga ayam turun, tetapi pembeli juga tidak ramai. Pelanggan biasanya mengambil 800 ekor per hari, kini hanya kisaran 600 ekor saja.

    “Harga awal Rp 50-55 ribu per ekor, sekarang hanya Rp 35 ribu per ekor,” jelasnya.

    Kata dia, harga telur juga tidak ada kenaikan malah turun. “Jika ekonomi terus begini, kami semua bingung. Jangankan ambil untung, kembali modal saja belum tentu dapat,” tutupnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Admin

    Related Posts

    Cetak Tenaga Kerja Siap Pakai, Menaker Genjot Pelatihan Vokasi Nasional 2026

    April 20, 2026

    Air Jadi Tambang Baru, Gubernur Rudy Mas’ud Genjot Pajak Permukaan di Kaltim

    Maret 28, 2026

    Kaltim Bidik Kelapa Genjah sebagai Primadona Baru di Era IKN

    Maret 27, 2026

    Prabowo Terima Kritik, Dorong Peran Devil’s Advocate untuk Uji Kebijakan

    Maret 20, 2026

    Prabowo Soroti Budaya Laporan Asal Bapak Senang, Tekankan Pentingnya Kejujuran Data

    Maret 20, 2026

    Hilal Tak Terpantau di 170 Titik, Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H di Hari Sabtu

    Maret 19, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemkot Samarinda Tegaskan Batas Kepatuhan WFH, Andi Harun: Pelanggaran Naik ke Level Serius

    Andika SaputraApril 24, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menegaskan tidak ada lagi toleransi terhadap ketidakpatuhan dalam…

    WFH Hemat BBM hingga Rp16 Juta Sehari, 758 ASN Samarinda Bekerja dari Rumah

    April 24, 2026

    Kepatuhan WFH ASN Samarinda Capai 94,5 Persen, Diskominfo Benahi Sistem

    April 24, 2026

    Samarinda Kembangkan Sistem Berbasis AI, Targetkan Hadirkan ASN Digital

    April 24, 2026

    Evaluasi WFH Capai 94,5 Persen, Wali Kota Samarinda Soroti OPD yang Belum Patuh

    April 24, 2026
    1 2 3 … 3,071 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.