Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Inflasi Kaltim Tembus 3,98 Persen, Harga Pangan dan Transportasi Jadi Beban Terbesar

    Oktober 2, 2026

    DPRD Samarinda Belum Terima Update Progres SLF Terowongan

    Oktober 1, 2026

    Dikejar Batas 30 September, Pembahasan APBD Perubahan Kaltim 2026 Digelar Maraton

    Oktober 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Bisnis»Harga di Pasar Tidak Stabil, Daya Pembeli Masyarakat Turun Drastis
    Bisnis

    Harga di Pasar Tidak Stabil, Daya Pembeli Masyarakat Turun Drastis

    AdminBy AdminMei 7, 202002 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter: Dina – Editor: Redaksi

    Samarinda, Insitekaltim – Dampak Covid-19 benar-benar merisaukan para pedagang kecil. Apalagi Ramadan ini justru daya beli masyarakat semakin sedikit. Masyarakat hanya belanja seperlunya saja. Pasar sepi akibat masyarakat takut berbelanja secara langsung. Harga bahan pokok makanan pun tidak stabil. Naik turun membuat ekonomi di kalangan pedagang pasar semakin berat.

    Dari pantauan insitekaltim beberapa pedagang di Pasar Impres Kampung Baqa, Kamis (7/5/2020). Gandrung salah satu pedagang cabai mengatakan, pasar tidak seramai sebelum ada Covid-19. Sekarang sepi, karena ada aturan tidak diperbolehkan melakukan aktivitas kerumunan massa.

    Ditanya penjualan cabai, ia menjelaskan harga cabai merah naik. Semula kisaran Rp 20- 25 ribu per kilogram, sekarang mencapai Rp 34 ribu per kilogram. “Padahal di tengah kondisi seperti ini seharusnya bahan makanan itu stabil, agar masyarakat tetap membeli bahan pokok seperti biasanya,” ungkapnya.

    Kemudian Burhan, pedagang bawang menuturkan, harga bawang juga mengalami kenaikam. Dari harga biasanya Rp 36 ribu per kilogram naik menjadi 53 ribu per kilogram.

    “Biasanya saya mengambil bawang ke distributor setiap hari. Sekarang seminggu sekali saja belum tentu bisa mengambilnya,” sambungnya.

    Memang terjadi kenaikan cukup signifikan di beberapa bahan makanan. Namun disisi lain seperti ayam dan telur malah mengalami penurunan.

    Baron, salah satu pedagang ayam, mengaku bingung walaupun harga ayam turun, tetapi pembeli juga tidak ramai. Pelanggan biasanya mengambil 800 ekor per hari, kini hanya kisaran 600 ekor saja.

    “Harga awal Rp 50-55 ribu per ekor, sekarang hanya Rp 35 ribu per ekor,” jelasnya.

    Kata dia, harga telur juga tidak ada kenaikan malah turun. “Jika ekonomi terus begini, kami semua bingung. Jangankan ambil untung, kembali modal saja belum tentu dapat,” tutupnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Admin

    Related Posts

    FKUB Kaltim Dorong Pengurus Baru Samarinda Jadi Percontohan Kerukunan

    Agustus 11, 2026

    Jejak Laut Purba di Tangga Bidadari Jadi Modal Geopark Sangkulirang-Mangkalihat

    Juli 7, 2026

    20 Juta Kiloliter Bensin Masih Impor, Bahlil: Akan Kita Konversi ke Etanol

    Mei 22, 2026

    Bahlil Ingatkan KKKS, Segera Serahkan PI Kaltim

    Mei 21, 2026

    Rekrutmen CASN 2026 Makin Dekat, Kepala BKN Pastikan Pengumuman Segera Dirilis

    Mei 20, 2026

    Sertifikasi Gratis Jadi Bekal Peserta Magang Hadapi Dunia Kerja

    Mei 7, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Inflasi Kaltim Tembus 3,98 Persen, Harga Pangan dan Transportasi Jadi Beban Terbesar

    AminahOktober 2, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Tekanan harga di Kalimantan Timur (Kaltim) meningkat sepanjang setahun terakhir. Inflasi tahunan…

    DPRD Samarinda Belum Terima Update Progres SLF Terowongan

    Oktober 1, 2026

    Dikejar Batas 30 September, Pembahasan APBD Perubahan Kaltim 2026 Digelar Maraton

    Oktober 1, 2026

    Ratusan Kapal Beraktivitas di Muara Berau, Potensi PAD Kaltim Masih Dihitung

    Oktober 1, 2026

    Pemprov Kaltim Dorong Penguatan Nilai Pancasila di Kalangan Generasi Muda

    Oktober 1, 2026
    1 2 3 … 3,371 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.