Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Oktober 10, 2026

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    Oktober 9, 2026

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»WFH Diawasi Real-Time, Andi Harun Yakin ASN Samarinda Tak Berani Main Mata
    Samarinda

    WFH Diawasi Real-Time, Andi Harun Yakin ASN Samarinda Tak Berani Main Mata

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaMei 16, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wali Kota Samarinda, Andi Harun didampingi Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri saat memberikan keterangan pers (Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan kecil kemungkinan terjadinya pelanggaran kebijakan work from home (WFH) oleh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.

    Menurutnya, sistem pengawasan yang diterapkan Pemkot Samarinda telah dirancang secara ketat, transparan, dan berbasis teknologi, sehingga meminimalkan celah kecurangan. Salah satu langkah utama yang diterapkan adalah penggunaan dashboard monitoring yang dapat diakses secara real-time oleh publik.

    “Kita sudah melakukan transparansi kepada semua pihak, termasuk wartawan. Kita buat dashboard monitoring agar pengawasan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga masyarakat,” ujar Andi Harun saat ditemui di Gedung DPRD Kota Samarinda, Rabu, 13 Mei 2026.

    Selain itu, sistem absensi ASN juga telah menggunakan teknologi face recognition yang dilengkapi dengan validasi berlapis hingga dua sampai tiga kali. Tidak hanya itu, setiap ASN yang menjalankan WFH juga diwajibkan mengirimkan laporan harian yang dapat dipantau secara langsung oleh sistem.

    Andi Harun menjelaskan, sistem tersebut juga mampu mendeteksi pergerakan ASN selama jam kerja melalui pemantauan berbasis GPS. Jika ditemukan adanya indikasi manipulasi lokasi atau aktivitas di luar ketentuan, sistem akan segera memberikan notifikasi dalam hitungan detik.

    “Kalau ada rekayasa positioning GPS, sistem kita bisa langsung mendeteksi. Jadi tidak mudah untuk bermain-main,” tegasnya.

    Ia menambahkan, selain pendekatan teknologi, Pemkot Samarinda juga mengedepankan upaya membangun kesadaran ASN terhadap pentingnya kebijakan WFH.

    Menurutnya, kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah pusat tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga harus disertai pemahaman akan manfaatnya.

    “Kalau hanya patuh, itu sekadar menjalankan kewajiban. Tapi kalau ada kesadaran, maka pelaksanaan kebijakan itu benar-benar didasari kebutuhan dan manfaat,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Andi Harun menyebutkan bahwa kebijakan WFH juga bertujuan untuk mendorong efisiensi, seperti penghematan bahan bakar minyak (BBM), penurunan emisi, serta pengurangan penggunaan energi seperti listrik dan air.

    Ia juga mengungkapkan sejumlah perwakilan pemerintah kabupaten/kota di Kaltim telah datang ke Samarinda untuk mempelajari sistem monitoring WFH yang diterapkan.

    “Mereka datang untuk belajar bagaimana kita membangun sistem monitoring ini. Karena pada akhirnya kita ingin memastikan bahwa kebijakan ini berjalan efektif dan akuntabel,” katanya.

    Dengan sistem yang terintegrasi dan pengawasan yang terbuka, Andi Harun optimistis kasus pelanggaran seperti yang terjadi di daerah lain tidak akan mudah terjadi di Samarinda.

    “Dengan pendekatan transparansi, integritas, dan akuntabilitas, kita mengajak semua pihak untuk jujur dalam menjalankan kebijakan nasional,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Tanggap Darurat Samarinda Diperpanjang hingga 19 Oktober, Karhutla Capai 643 Hektare

    Oktober 8, 2026

    Disnaker Samarinda Kembangkan Auto-Matching AK1 untuk Percepat Pencari Kerja Temukan Lowongan

    Oktober 7, 2026

    Dua Bulan Padamkan Karhutla, 15 Relawan Samarinda Mengeluh Sesak Napas

    Oktober 7, 2026

    Seluruh Buaya Muara di Taman Satwa Palaran Direlokasi, Kolam Kini Kosong

    Oktober 5, 2026

    Harga Pertamax Naik, Pekerja di Samarinda Kurangi Pulang ke Marangkayu

    Oktober 3, 2026

    Peluang Hujan di Kaltim di Atas 90 Persen, Curahnya Masih Rendah

    Oktober 2, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Ratu ArifanzaOktober 10, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda masih mengkaji kemungkinan pembayaran insentif guru setiap bulan…

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    Oktober 9, 2026

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026

    Anggaran RTLH Samarinda 2027 Belum Pasti, Wali Kota Pastikan Program Tetap Berjalan

    Oktober 9, 2026

    Musim Hujan Kaltim Baru Mulai November, El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027

    Oktober 9, 2026
    1 2 3 … 3,379 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.