Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Perusahaan Kehutanan Kaltim Diusulkan Jadi Perseroda, Bidik Perdagangan Karbon

    September 7, 2026

    Udara Pascakarhutla Mulai Membaik, Dinkes Kaltim Sebut ISPA Belum Signifikan

    September 7, 2026

    Komunikasi Pemkot dan Pedagang Mulai Cair, Iswandi Tekankan Pasar Harus Dikelola Proporsional

    September 7, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Udara Pascakarhutla Mulai Membaik, Dinkes Kaltim Sebut ISPA Belum Signifikan
    Kesehatan

    Udara Pascakarhutla Mulai Membaik, Dinkes Kaltim Sebut ISPA Belum Signifikan

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaSeptember 7, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim), Jaya Mualimin, saat diwawancarai pada Senin, 7/9/2026. (Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kondisi kualitas udara di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) mulai menunjukkan perbaikan. Meski demikian, potensi gangguan kesehatan akibat paparan asap tetap menjadi perhatian khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

    Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltim Jaya Mualimin mengatakan, pihaknya bersama Pusat Krisis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan PKK Kota Samarinda telah melihat langsung kondisi lapangan terkait dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat.

    Menurut Jaya, kualitas udara yang sebelumnya berada pada level berbahaya mulai mengalami penurunan. Berdasarkan laporan yang diterima saat pemantauan, indeks standar pencemar udara (ISPU) yang sebelumnya mencapai lebih dari 318 telah turun hingga berada di bawah 200.

    “Yang tadinya ISPU-nya itu berbahaya di atas 318. Begitu sampai ke sana sudah di bawah 200. Artinya sudah bukan bahaya lagi tapi sangat tidak sehat,” ujar Jaya saat ditemui di Kantor DPRD Provinsi Kaltim Jalan Teuku Umar Kota Samarinda, Senin, 7 September 2026.

    Ia menjelaskan, kualitas udara dengan ISPU di bawah 150 masuk kategori kurang sehat, sedangkan kondisi ideal berada di bawah 55 atau kategori sehat.

    Jaya berharap kondisi tersebut terus membaik, terlebih jika hujan segera turun di wilayah terdampak. Sebab, hujan dinilai dapat membantu menurunkan konsentrasi partikulat dan asap di udara.

    Meski kualitas udara mulai membaik, Jaya memastikan langkah antisipasi terhadap dampak kesehatan tetap dilakukan. Dinkes Kaltim telah menyiapkan sejumlah bantuan logistik medis, di antaranya masker, vitamin, dan obat-obatan.

    Terkait kasus ISPA, Jaya menyampaikan memang terdapat kejadian ISPA di wilayah terdampak. Namun, peningkatannya sejauh ini belum menunjukkan angka yang signifikan.

    “ISPA-nya ada tapi nggak terlalu signifikan. Mungkin antisipasinya bagus ya,” katanya.

    Ia mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara masih buruk. Jika terpaksa beraktivitas di luar, masyarakat diminta menggunakan masker sebagai perlindungan dari paparan asap dan partikulat.

    Selain penggunaan masker, masyarakat juga diminta menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang cukup serta menerapkan kebiasaan mencuci tangan.

    Selain itu, mengingatkan masyarakat yang mengalami keluhan seperti batuk, pilek, atau demam agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas.

    Imbauan serupa diberikan kepada perusahaan yang beroperasi di wilayah terdampak. Perusahaan diminta menyediakan masker bagi pekerjanya, terutama bagi mereka yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan.

    Untuk perlindungan dari partikulat halus, Jaya menyarankan penggunaan masker standar seperti N95 yang mampu menyaring partikel berukuran sangat kecil.

    “Perusahaan-perusahaan juga harus pakai masker, siapkan di sana. Maskernya menggunakan masker standar, N95 yang bisa menyaring debu-debu yang di bawah 2,5 mikron,” pungkasnya.

     

    Dinkes Kaltim indeks standar pencemar udara (ISPU) ISPA Jaya Mualimin Kualitas Udara
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    PWI Kaltim Dorong Gaya Hidup Sehat Wartawan Lewat Porwada

    September 7, 2026

    Family Fun Walk PWI Kaltim Satukan Insan Pers Lintas Generasi

    September 6, 2026

    Tak Hanya Jalan Sehat, PWI Kaltim Bawa Semangat Sehat hingga Peduli Sesama

    September 6, 2026

    ISPU Tembus Level Berbahaya, Anak Sekolah di Kaltim Disarankan Belajar dari Rumah

    September 4, 2026

    DPRD Samarinda Minta Sekolah Siapkan Opsi Daring Saat Udara Memburuk

    September 4, 2026

    Kualitas Udara Samarinda Tembus 100, Pemkot Belum Liburkan Sekolah

    September 3, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Perusahaan Kehutanan Kaltim Diusulkan Jadi Perseroda, Bidik Perdagangan Karbon

    R’syaSeptember 7, 2026

    Insitekaltim, Samarinda  – Perusahaan Daerah Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) diusulkan berubah bentuk menjadi PT…

    Udara Pascakarhutla Mulai Membaik, Dinkes Kaltim Sebut ISPA Belum Signifikan

    September 7, 2026

    Komunikasi Pemkot dan Pedagang Mulai Cair, Iswandi Tekankan Pasar Harus Dikelola Proporsional

    September 7, 2026

    Kabut Asap, SDN 007 Samarinda Ulu Perkuat Imbauan Penggunaan Masker bagi Siswa

    September 7, 2026

    Fraksi PKS Desak DPRD Kaltim Bongkar Akar Masalah Antrean BBM

    September 7, 2026
    1 2 3 … 3,325 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.